![]() |
| Lewat canda di WA, kami seakan kembali ke masa sekolah. Sesekali, kami juga bertemu langsung. Ngopi atau makan bersama. Berbagi cerita dan tawa tanpa beban. |
-----
Jumat, 30 Januari 2026
Persahabatan
Menolak Tua
Jumat pagi, saat membuka WhatsApp (WA),
grup alumni SMA, suasana langsung terasa hangat. Seorang teman memposting foto
sarapan sederhana. Secangkir kopi dan kue buroncong.
Tak butuh waktu lama, komentar pun
bermunculan. Candaan ringan. Celetukan khas teman lama. Membuat pagi terasa
lebih hidup.
Tak mau kalah, teman lain membalas dengan
memposting foto sarapan kopi dan biskuit. Lagi-lagi, komentar bernada canda
memenuhi grup.
Ada juga yang iseng memunculkan foto lama.
Saat janggut masih pendek. Hitam. Malahan ada yang belum berjanggut sama
sekali. Padahal, sekarang, janggut-janggut itu sudah panjang dan memutih
“bercahaya”, he..he..he..
Begitulah cara kami menjaga persahabatan
dan silaturrahim. Lewat canda di WA, kami seakan kembali ke masa sekolah.
Sesekali, kami juga bertemu langsung. Ngopi atau makan bersama. Berbagi cerita
dan tawa tanpa beban.
Usia kami sekarang rata-rata 58–60 tahun.
Empat puluh tahun sudah berlalu sejak lulus SMA. Sebagian besar dari kami telah
menjadi kakek dan nenek. Namun, kami menolak tua. Setidaknya dalam semangat dan
perasaan, he..he..he..
Caranya sederhana. Terus bercanda,
tertawa, dan menjaga kebersamaan. Baik lewat pertemuan langsung maupun lewat
layar ponsel. Persahabatan ini kami rawat dengan penuh kehangatan. Karena bagi
kami, usia boleh bertambah, tetapi persahabatan tak pernah menua. (asnawin)
