------
Sabtu, 31 Januari 2026
Puluhan Wisatawan
Mancanegara Kunjungi Tempat Pembuatan Perahu Pinisi di Bulukumba
BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA).
Sebanyak 90 wisatawan mancanegara yang menumpang kapal wisata mewah MV Coral
Geographer berlabuh di Tana Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat,
30 Januari 2026, untuk menyaksikan langsung mahakarya para pengrajin kapal pinisi.
Kedatangan tamu internasional yang
mayoritas berasal dari Australia, Selandia Baru, Inggris, Spanyol, dan Amerika
Serikat ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga
(Disparpora) Kabupaten Bulukumba, Hamrina Andi Muri, bersama jajaran staf
Disparpora, Camat Bonto Bahari, Andi Arfan Syukri serta tokoh masyarakat
setempat.
Hamrina pada kesempatan itu memperkenalkan
pinisi sebagai “Warisan Budaya Dunia Tak Benda” yang telah diakui oleh UNESCO
sejak tahun 2017. Ia menekankan bahwa bantilang Tana Beru bukan sekadar
galangan kapal, melainkan simbol ketangguhan budaya Bulukumba.
“Kami sangat bangga menyambut kehadiran
para tamu dari berbagai belahan dunia. Kami berharap kunjungan ini memberikan
kesan mendalam sehingga di masa depan, Bapak dan Ibu sekalian dapat kembali
lagi bersama keluarga untuk menikmati keindahan Bulukumba,” ujar Hamrina.
Selain memamerkan industri pinisi,
Kadisparpora Bulukumba juga mempromosikan destinasi unggulan lainnya, seperti
pasir putih di Tanjung Bira serta keunikan Suku Adat Ammatoa Kajang yang
dikenal dengan pola hidup sederhana dan pakaian serba hitam.
Ia juga mengajak para wisatawan untuk
hadir dalam gelaran tahunan Festival Pinisi sebagai bentuk komitmen daerah
dalam melestarikan budaya.
Acara penyambutan berlangsung khidmat
namun meriah. Suasana kekeluargaan terasa saat Kadisparpora menyerahkan
cenderamata berupa miniatur Pinisi kepada salah satu wisatawan yang kebetulan
sedang berulang tahun.
Sebagai bentuk apresiasi balik, tim
wisatawan juga menyerahkan cenderamata kepada Camat Bonto Bahari.
Para tamu disuguhi pengalaman budaya yang
autentik melalui Pertunjukan Seni dengan penampilan tarian lokal, atraksi api,
serta permainan tradisional Ma’laga bola takraw yang memukau.
Selain itu, juga disajikan kuliner
tradisional sambil menikmati suasana pantai, para turis mencicipi panganan khas
lokal seperti onde-onde, pisang goreng, dan buah rambutan yang segar.
Setelah prosesi seremonial, para wisatawan
mengeksplorasi kawasan pembuatan perahu didampingi oleh pemandu wisata dan staf
Disparpora.
Mereka tampak antusias dan terkagum-kagum
melihat teknik konstruksi kapal yang dilakukan secara tradisional tanpa gambar
teknik formal, namun mampu menghasilkan kapal yang kokoh menerjang samudera.
Sebelum kembali ke kapal MV Coral
Geographer pada pukul 12.00 WITA, para wisatawan menyempatkan diri berinteraksi
dengan warga dan membeli berbagai oleh-oleh khas yang dijajakan masyarakat
setempat sebagai buah tangan.
Kunjungan singkat namun padat ini
diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Bulukumba sebagai destinasi wisata
unggulan di peta pariwisata global dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi
masyarakat lokal. (dar)

