-----
Jumat, 13 Maret 2026
Unhas Peringkat 6
Nasional Pendanaan Penelitian Lanjutan BIMA
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA). Universitas
Hasanuddin (Unhas) berhasil masuk dalam 10 besar nasional perguruan tinggi
penerima pendanaan Program Penelitian Multitahun Lanjutan melalui skema Basis
Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang didanai oleh
Kemendiktisaintek Tahun 2026.
Dalam daftar tersebut, Unhas menempati peringkat keenam secara nasional dengan 65 judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan.
Dana Penelitian BIMA merupakan
skema pendanaan penelitian yang mendukung riset multitahun di perguruan tinggi.
Melalui program ini, para dosen dan peneliti didorong untuk menghasilkan
penelitian berkualitas yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,
inovasi, serta solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah ST MT PhD
(Eng) HSE, melalui rilis kepada wartawan, Jumat, 13 Maret 2026, menjelaskan, skema
penelitian BIMA memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melaksanakan
penelitian yang dapat berlangsung lebih dari satu tahun.
“Penelitian yang didanai pada tahun
2026 merupakan kelanjutan dari sebagian proposal yang telah diajukan pada tahun
sebelumnya,” kata Prof Suharman.
Ia menambahkan, LPPM Unhas secara
konsisten melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap para peneliti agar
pelaksanaan penelitian berjalan sesuai rencana.
“Sejak beberapa tahun terakhir,
LPPM Unhas terus memperkuat proses monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan
penelitian, termasuk memperhatikan kelengkapan administrasi pertanggungjawaban
serta capaian luaran penelitian. Hal ini penting agar penggunaan anggaran dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik sekaligus menghasilkan luaran penelitian yang
jelas,” kata Suharman.
Bidang riset sains dan teknologi
masih menjadi bidang yang paling banyak memperoleh pendanaan dalam program ini.
Hal tersebut menunjukkan kuatnya kapasitas riset Unhas pada bidang-bidang ilmu
tersebut.
“Dilihat dari komposisi bidang
keilmuan, pendanaan penelitian di Unhas didominasi oleh rumpun ilmu
agro-maritim dengan porsi 53 persen, disusul teknosains sebesar 22 persen,
kesehatan sebesar 20 persen, serta ilmu sosial dan humaniora (soshum) sebesar 5
persen,” rinci Suharman.
Sebagai strategi peningkatan
kualitas penelitian, LPPM Unhas juga terus mengingatkan dan membantu para
peneliti dalam proses pelaporan penelitian secara tertib, termasuk memastikan
bahwa luaran penelitian seperti publikasi pada jurnal ilmiah yang telah dijanjikan
dalam proposal dapat tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan.
Capaian ini diharapkan semakin
memperkuat budaya riset di lingkungan Unhas sekaligus mendorong para dosen
untuk terus menghasilkan penelitian yang berdampak bagi pengembangan ilmu
pengetahuan dan pembangunan masyarakat. (kia)
