-----
Selasa, 31 Maret 2026
Pascadiambil Alih Pemprov Sulsel, Masjid
Wartawan PWI Tak Lagi Difungsikan
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Dalam beberapa hari terakhir, pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Masjid
Wartawan PWI Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan AP Pettarani, bekas Gedung
PWI Sulsel, menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, khususnya insan pers.
Para wartawan menyatakan keprihatinan
terhadap kondisi masjid tersebut yang sudah beberapa tahun tidak lagi
difungsikan dan kini berada di bawah penguasaan Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan.
“Saya juga kaget karena Masjid Wartawan
PWI Sulawesi Selatan ini tiba-tiba menjadi pembicaraan. Teman-teman wartawan,
khususnya pengurus PWI Sulawesi Selatan, merasa prihatin karena masjid tersebut
tidak lagi difungsikan sejak gedung dan lahan PWI Sulawesi Selatan di Jalan AP
Pettarani diambil alih oleh Pemprov Sulsel pada tahun 2022,” ujar wartawan
senior Asnawin Aminuddin kepada wartawan di Makassar, Senin, 30 Maret 2026.
Mantan Ketua Seksi Pendidikan PWI Provinsi
Sulsel itu juga berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat membuka
kembali akses ke dalam masjid serta melakukan perbaikan agar dapat difungsikan
kembali.
“Saya sering melintas di depan bekas
Gedung PWI Sulsel dan beberapa kali singgah untuk bernostalgia, mengenang
masa-masa aktif sebagai pengurus PWI Sulsel sekaligus pengurus Masjid Wartawan
PWI,” ungkap Asnawin.
Ia menuturkan, Masjid Wartawan PWI
Sulawesi Selatan dahulu cukup ramai oleh jamaah, baik dari kalangan wartawan
maupun masyarakat sekitar.
Masjid ini juga menjadi tempat singgah
bagi banyak orang untuk beribadah dan beristirahat, karena dilengkapi fasilitas
seperti kamar mandi, toilet, serta pendingin ruangan yang membuat suasana di
dalam masjid terasa nyaman.
“Dulu, setiap hari banyak orang datang
untuk shalat, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri. Karena lokasinya
strategis, banyak pula yang singgah untuk beristirahat, bahkan sekadar
berbaring melepas lelah,” tutur Asnawin.
Selain sebagai tempat ibadah, pengurus
Masjid Wartawan PWI juga aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti
pengajian rutin setiap hari Kamis serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Pengurus masjid dulu cukup aktif
mengadakan kegiatan. Namun sangat disayangkan, setelah Pemprov Sulsel mengambil
alih Gedung PWI Sulsel, Masjid Wartawan PWI juga dibiarkan terbengkalai,”
tambahnya.
Lebih lanjut, Asnawin menjelaskan bahwa
pembangunan Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan diawali dengan peletakan batu
pertama pada 8 Desember 2010, dan mulai dibangun secara efektif sejak 18 Maret
2011.
“Awalnya masjid ini diberi nama Masjid
Nurul Yasin PWI Sulsel. Namun kemudian diganti menjadi Masjid Wartawan PWI
Sulawesi Selatan. Masjid ini diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat
itu, Syahrul Yasin Limpo, pada 21 Juni 2014, dalam rangkaian peringatan Hari
Pers Nasional dan HUT ke-68 PWI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” papar
Asnawin. (zak)
