PWI Sulsel Selama Ini Bebani PWI Kabupaten Biaya Konferensi dan Pelantikan

HAPUS BIAYA. Ketua PWI Sulsel terpilih Suwardi Thahir (pegang bendera, ketiga dari kiri) mengatakan dirinya akan menghapus total beban biaya bagi pengurus PWI kabupaten/kota untuk pelaksanaan Konferkab atau seremoni organisasi lainnya yang mengundang pengurus PWI Sulsel. (ist)   

 

-----

Ahad, 14 Juni 2026

 

PWI Sulsel Selama Ini Bebani PWI Kabupaten Biaya Konferensi dan Pelantikan

 

MAKASAR, (PEDOMAN KARYA). Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan selama ini membebani biaya pelaksanaan Konferensi PWI Kabupaten/Kota (Konferkab) dan juga biaya pelaksanaan pelantikan PWI Kabupaten/Kota.

PWI Kabupaten/Kota juga dibebani biaya setiap kali pengurus PWI Provinsi Sulsel akan berkunjung ke daerah untuk menghadiri kegiatan yang diadakan oleh PWI Kabupaten/Kota.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah pengurus PWI Kabupaten/Kota kepada Ketua PWI Sulsel 2026-2031 terpilih, Suwardi Thahir, dan ia pun langsung merespons dengan mengatakan dirinya akan menghapus total beban biaya bagi pengurus PWI kabupaten/kota untuk pelaksanaan Konferkab atau seremoni organisasi lainnya yang mengundang pengurus provinsi.

Ke depan, katan mantan Pemimpin Redaksi Harian Fajar, PWI di tingkat daerah tidak boleh lagi direpotkan oleh urusan ongkos operasional untuk mendatangkan jajaran pengurus PWI Sulsel.

“Tiap kali daerah punya hajat organisasi, mereka tidak boleh lagi dipusingkan dengan urusan anggaran untuk menjamu pengurus PWI Sulsel. Polanya kita ubah. Kita optimalkan pengurus daerah yang masuk di struktur provinsi untuk menjadi perwakilan resmi di wilayahnya masing-masing,” kata Suwardi dalam bincang-bincang dengan wartawan di Makassar, Ahad, 14 Juni 2026.

Langkah berani ini diyakini tidak hanya sukses memangkas finansial organisasi di daerah, melainkan juga mempererat ikatan emosional dan sinergi antara pengurus provinsi dengan pengurus PWI kabupaten dan kota.

Bukan itu saja, Suwardi juga memastikan formasi kabinet kepengurusan PWI Sulsel periode baru ini akan dirampungkan dalam waktu singkat agar mesin organisasi bisa langsung tancap gas.

Begitu struktur resmi terbentuk, fokus kerja selanjutnya adalah menggelar prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan pelatihan intensif demi mendongkrak kualitas SDM para jurnalis di bawah payung PWI.

 

Jemput Bola dan Permudah Perpanjangan Kartu

Memasuki ranah internal organisasi, PWI Sulsel bakal mengadopsi gaya pelayanan administrasi yang lebih proaktif lewat sistem jemput bola. Melalui strategi ini, pengurus provinsi yang akan pasang mata memantau masa kedaluwarsa kartu anggota maupun kartu kompetensi para jurnalis.

“Begitu terdeteksi ada kartu anggota yang masa berlakunya hampir habis, pengurus yang akan langsung mengontak yang bersangkutan. Jadi, anggota tidak perlu lagi cemas atau lupa sampai kartunya mati,” urai Suwardi.

Inovasi layanan ini sengaja dihadirkan demi memangkas birokrasi perpanjangan kartu sekaligus merapikan pusat data keanggotaan. Terkait urusan kocek, biaya perpanjangan kartu tetap merujuk pada regulasi PWI Pusat, yakni di kisaran Rp50 ribu saja.

 

Bentuk Koperasi IKWI

Sadar organisasi tak melulu soal administrasi, pengurus baru PWI Sulsel juga merancang program konkret yang menyentuh dapur para anggotanya. Lewat divisi kesejahteraan, PWI Sulsel berambisi mendirikan koperasi serba usaha yang digerakkan bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

Koperasi yang membidik sektor pangan ini nantinya diproyeksikan menjalin kemitraan strategis dengan Bulog demi menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih miring bagi anggota dan keluarga wartawan.

“PWI punya komitmen pada sektor kesejahteraan. Makanya, kami mendorong lahirnya koperasi pangan bersama IKWI, dan penjajakan kerja sama dengan Bulog akan segera kita lakukan,” tutur Suwardi yang saat ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Humas dan Media Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

 

Website Resmi PWI Sulsel

Merespons kilatnya arus teknologi informasi saat ini, PWI Sulsel juga bertekad membenahi ekosistem digital internal mereka. Menjawab kritik tajam terkait mati surinya situs resmi PWI Sulsel selama ini, Suwardi menggaransi bahwa revitalisasi platform digital menjadi agenda yang tidak bisa ditawar lagi.

“Kami akan menggenjot pelatihan digital bagi anggota sekaligus menghidupkan kembali website PWI Sulsel agar performanya lebih lincah dan informatif. Di era digital ini, organisasi harus tampil terdepan dan adaptif,” kata Suwardi. (asnawin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama