![]() |
| Amalan sunyi berikutnya adalah memaafkan. Memberi maaf keapada orang yang telah mendzalimi kita. Ini tentu bukan sebuah perkara mudah, karena memaafkan berarti menaklukkan ego kita sendiri. (int) |
-----
PEDOMAN KARYA
Jumat, 06 Maret 2026
Kultum Ramadhan:
Tiga Amalan Sunyi yang Mengguncang Timbangan Akhirat
Oleh: Furqan Mawardi
(Muballigh Akar Rumput)
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberi kita kesempatan untuk bernafas, beribadah, dan memperbaiki diri. Dialah Allah yang mengetahui setiap amal kita, baik yang terlihat oleh manusia maupun yang tersembunyi di dalam hati.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, teladan agung yang mengajarkan kepada umatnya bahwa nilai sebuah amal tidak selalu diukur dari seberapa besar ia terlihat, tetapi dari seberapa tulus ia dilakukan karena Allah.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Biasanya kita mengira bahwa amal yang besar adalah amal yang terlihat oleh manusia, seperti sebuah ceramah yang panjang, sedekah yang banyak, atau memiliki jabatan yang mulia. Padahal dalam banyak keadaan, amal yang paling berat di timbangan akhirat justru adalah amal-amal sunyi dan terkadang tersembunyi.
Amalan yang biasanya tidak dilihat manusia, tetapi diketahui oleh Allah. Amal yang terjadi di ruang hati, di saat tidak ada yang memuji, tidak ada yang menepuk tangan, dan tidak ada yang memberi penghargaan.
Di antara amal sunyi itu ada tiga amalan besar yang sering dianggap sederhana, tetapi getarannya mengguncang timbangan di hari kiamat, amalan tersebut adalah :
Pertama, Sifat Sabar
Sabar adalah amal yang sering tidak disadari orang lain. Ketika seseorang menahan air mata, menahan amarah, atau menahan keluh kesah mungkin tidak ada manusia yang melihatnya. Tetapi Allah melihatnya, sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberikan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)
Redaksi dari ayat ini meyampaikan bahwa amalan kita yang lain, Allah akan hitung, tetapi memiliki sifat sabar diberi pahala tanpa batas. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keagungan pahala sabar, sampai-sampai Allah tidak menyebut jumlahnya. Seolah-olah Allah berkata bahwa pahala sabar terlalu besar untuk dihitung.
Karena itu para ulama berkata bahwa sifat sabar adalah ibadah yang paling sunyi, tetapi paling tinggi nilainya.
Kedua: Memaafkan Saat Kita Mampu Membalas
Amalan sunyi berikutnya adalah memaafkan. Memberi maaf keapada orang yang telah mendzalimi kita. Ini tentu bukan sebuah perkara mudah, karena memaafkan berarti menaklukkan ego kita sendiri.
Allah berfirman:
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
"Barang siapa memaafkan dan memperbaiki hubungan, maka pahalanya menjadi tanggungan Allah." (QS. Asy-Syura: 40)
Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa, Jika Allah sendiri yang menjamin pahala suatu amal, itu menunjukkan betapa agungnya amal tersebut.
Memaafkan bukan tanda kelemahan. Justru memaafkan adalah tanda kekuatan hati. Orang yang kuat bukan yang mampu membalas, tetapi yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِندَ الغَضَبِ
"Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga: Puasa
Amalan sunyi yang ketiga adalah puasa. Puasa adalah ibadah yang paling tersembunyi. Orang bisa saja berpura-pura shalat, bisa saja berpura-pura sedekah. Tetapi puasa hanya diketahui oleh Allah dan diri kita sendiri.
Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
"Setiap amal anak Adam adalah untuknya, Allah berfirman, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kedudukan puasa yang sangat istimewa, karena Allah sendiri yang menentukan balasannya.
Seolah-olah Allah ingin mengatakan bahwa puasa itu begitu mulia sehingga balasannya tidak Aku serahkan kepada perhitungan biasa.
Saudaraku yang dimuliakan Allah
Kadang kita mengejar amal yang terlihat oleh manusia. Kita ingin dikenal, ingin dipuji, ingin dihargai. Padahal bisa jadi amal yang menyelamatkan kita di hari kiamat bukanlah amal yang ramai, tetapi amal yang sunyi dan tersembunyi.
Kesabaran yang kita simpan dalam dada, maaf yang kita berikan kepada orang yang menyakiti kita, serta puasa yang kita jalani dengan penuh keikhlasan. Amal-amal tersebut bisa jadi tidak diketahui oleh manusia, akan tetapi langit mengetahuinya.
Dan ketika hari Yaumul Mizan kelak tiba, hari ketika semua amal akan ditimbang, boleh jadi inilah amal-amal sunyi kita yang mengguncang timbangan kebaikan kita kelak.
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah
Mari kita perbanyak amal yang mungkin tidak dilihat manusia, tetapi dicintai oleh Allah. Sabar ketika diuji, memaafkan ketika mampu membalas, serta berpuasa dengan hati yang ikhlas. Semoga ketika kita berdiri di hadapan Allah nanti, amal-amal sunyi itu menjadi penyelamat kita, menjadi cahaya bagi kita, dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
.jpg)