Unhas Bentuk Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah

Unhas membentuk lembaga Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah yang berfokus pada pengembangkan riset multidisiplin terkait Bahasa Arab, kebudayaan, geopolitik, ekonomi dan isu-isu Kawasan Timur Tengah. (Foto: Humas Unhas)

 

-----

Kamis, 05 Maret 2026

 

Unhas Bentuk Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Hasanuddin (Unhas) membentuk lembaga Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah yang berfokus pada pengembangkan riset multidisiplin terkait Bahasa Arab, kebudayaan, geopolitik, ekonomi dan isu-isu Kawasan Timur Tengah.

Lembaga yang berkantor di lantai dasar Masjid Kampus Unhas Tamalanrea tersebut diresmikan oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, Jumat, 06 Maret 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas Prof Adi Maulana, menuturkan, kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan kompetensi sivitas akademika Unhas dalam mendukung kerja sama akademik dan penelitian internasional.

Selain itu, pusat studi ini juga diharapkan memperkuat program internasionalisasi Unhas melalui pengembangan jejaring riset, pertukaran akademik, serta kolaborasi publikasi dan konferensi internasional.

“Kerja sama ini telah mulai dijalankan, salah satunya melalui pelaksanaan seminar bersama Universitas Al-Azhar. Ke depan, pusat studi ini juga akan aktif mengembangkan kajian tentang Timur Tengah serta menyelenggarakan rapat koordinasi rutin. Selain itu, tempat ini juga direncanakan menjadi museum pusat peradaban Islam,” ujar Adi Maulana.

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa mengatakan, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual bagi sivitas akademika.

Pusat kajian ini juga akan dimanfaatkan untuk agenda rapat koordinasi para dekan setiap hari Jum'at yang dirangkaikan dengan kajian bahasa Arab.

“Unhas tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata, tetapi juga menjadi rumah yang membangun keseimbangan antara ilmu dunia dan nilai-nilai akhirat. Karena itu kami menghadirkan pusat ini sebagai ruang kolaborasi keduanya,” kata Prof JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa.

Prof. JJ berharap kehadiran pusat kajian ini menjadi langkah awal bagi sivitas akademika untuk memperluas kerja sama dengan berbagai universitas di kawasan Timur Tengah. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama