-----
Rabu, 08 April 2026
Program Cetak Sawah
Rakyat di Pallangga dan Parangloe Gowa Seluas 40 Hektar
GOWA, (PEDOMAN
KARYA).
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang merupakan bagian dari Geraka Swasembada
Pangan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mencakup luasan 40 hektar yang
tersebar di Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Parangloe dengan melibatkan
kelompok tani.
“Dari luasan tersebut, ditargetkan
mampu menghasilkan rata-rata 5 hingga 6 ton per hektar- sehingga berpotensi
menambah produksi sekitar 2.500 hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP)
setiap musim tanam. Insya Allah tahun 2026 juga akan berjalan dan telah kami
usulkan seluas 30 hektar,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Gowa, Zubair Usman.
Hal itu sampaikan pada kegiatan Gerakan
Swasembada Pangan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Desa Bontoramba,
Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Rabu, 08 April 2026, yang dihadiri Bupati
Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Zubair Usman mengatakan Program
Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan program strategis dari Kementerian Pertanian
Republik Indonesia untuk mendukung swasembada pangan nasional.
“Program ini menjadi salah satu
langkah konkret pemerintah pusat dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan yang
terus meningkat. Kabupaten Gowa patut bersyukur dan berbangga karena menjadi
salah satu daerah penerima manfaat program CSR, yang menunjukkan besarnya
potensi daerah kita dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas
padi,” katanya.
Dirinya menjelaskan, melalui
program ini lahan-lahan yang sebelumnya belum produktif kini dibuka dan ditata
menjadi sawah baru yang siap tanam. Hal ini tidak hanya menambah luas lahan,
namin juga menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi, produktivitas, serta
kesejahteraan petani.
Program ini juga didukung oleh
bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian
(alsintan), seperti traktor roda empat, traktor roda dua, crawler, pompa air
serta peralatan lainnya yang dikelola melalui Brigade Pangan.
“Selain itu kami juga menyalurkan
benih unggul bersertifikat, di antaranya varietas Mekongga, Inpari 32, Inpari
9, Inpari 47, dan Nutrizinc, untuk memastikan hasil produksi yang optimal,” sebut
Zubair.
Kabupaten Gowa merupakan salah satu
daerah penopang pertanian di Sulawesi Selatan, sehingga pihaknya berkomitmen
untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian agar semakin maju dan berdaya
saing.
“Gowa ini salah satu penopang
pertanian di Sulsel, sehingga saya tidak berhenti untuk terus mendorong
pertanian kita semakin baik dan maju,” ungkap Zubair.
Bupati Gowa Husniah Talenrang
mengatakan, Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) akan terus dioptimalkan demi
mendukung peningkatan produksi pertanian serta kesejahteraan petani.
Tak hanya itu, dukungan alat dan
mesin pertanian (alsintan) juga diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak
hanya melalui sistem pinjam pakau tetapi juga kepemilikan langsung.
“CSR kita optimalkan agar petani
kita bisa terus tumbuh. Lebih khusus bukan hanya untuk menanam, tapi juga
ditopang oleh alsintan yang diharapkan dapat terus diperbanyak, bukan hanya
pinjam pakai, tetapi dimiliki sehingga petani kita lebih semangat dalam
bercocok tanam,” kata Husniah.
Pada kesempatan tersebut, orang
nomor satu di Gowa itu menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian
Republik Indonesia atas dukungan dan berbagai program strategis yang telah
diberikan kepada Kabupaten Gowa, khususnya dalam pengembangan program CSR.
Di tempat yang sama, Direktur
Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dede
Sulaiman, menyebut kegiatan pertanian merupakan program prioritas nasional
dengan dua fokus utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi melalui Program
Cetak Sawah Rakyat serta optimasi lahan.
“Program pertanian ini merupakan
prioritas nasional dan salah satu wilayah yang potensial dalam pengembangan
program swasembada pangan di Indonesia adalah Sulawesi Selatan, termasuk Gowa
didalamnya sehingga program ini telah masuk pada tahun 2025 dan dilanjutkan di
tahun 2026,” kata Dede.
Tak hanya itu, untuk lahan sawah
yang telah eksisting, pemerintah juga menyiapkan program optimasi lahan yang
dapat diakses oleh daerah. Di Sulawesi Selatan sendiri, program ini mencakup
hampir 60 ribu hektar lahan.
“Untuk lokasi-lokasi sawah
eksisting, ada program optimasi lahan. Di Sulsel hampir 60 ribu hektare,
sehingga jika masih ada potensi lainnya, kami siap mendukung untuk Gowa wilayah
Kabupaten Gowa,” tambahnya.
Olehnya dirinya berharap, seluruh
lahan sawah yang ada dapat terus ditingkatkan produktivitasnya untuk mendukung
swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Harapan kami, sawah yang eksisting
bisa menjadi lahan produktif untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap program kementerian
sehingga dapat menyukseskan program swasembada pangan ini,” kata Dede. (lom)
