Unhas PTN-BH Pertama di Indonesia Timur Buka Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana, membwrikan sambutan pada Peresmian SPPG Tamalanrea 14 Unhas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 28 April 2026. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


-----

Selasa, 28 April 2026


Unhas PTN-BH Pertama di Indonesia Timur Buka Dapur MBG


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Hasanuddin (Unhas) tercatat sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) pertama di Indonesia timur yang membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini adalah SPPG pertama di kampus PTN-BH di Indonesia timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam hal tersebut,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana, pada Peresmian SPPG Tamalanrea 14 Unhas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 28 April 2026.

SPPG Tamalanrea 14 Unhas yang merupakan fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diresmikan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto.

Peresmian SPPG Tamalanrea 14 Unhas dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tamsil Linrung, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, para rektor dan pimpinan PTN-BH se-Indonesia, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Mahmud dan Rahman Pina, serta sejumlah undangan lainnya.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan kehadiran SPPG di kampus merupakan bagian dari peran kampus dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo yakni Program MBG.

“Intinya adalah bagaimana kita dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden (Prabowo Subianto), salah satunya adalah program MBG,” kata Brian.

Ia mengatakan, kampus harus mengambil peran nyata dalam menyukseskan program nasional tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam implementasi pemenuhan gizi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga ingin berperan melalui SPPG yang dibentuk di kampus-kampus,” kata Brian.

Unhas akan mengembangkan SPPG tersebut sebagai teaching factory untuk menunjang praktik serta penelitian para mahasiswa. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pengembangan sistem MBG bagi masyarakat luas.

“SPPG ini nantinya bisa menjadi tempat praktik, penelitian, dan pengembangan lebih lanjut program MBG,” tambah Brian.

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan apresiasi terhadap kesiapan Unhas dalam mendukung Program MBG. Dia menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia (SDM) dan inovasi teknologi yang sangat berguna untuk menyempurnakan operasional MBG.

“Keterbukaan kampus untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis sangat penting karena teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi akan banyak manfaatnya untuk pengembangan program ini,” kata Dadan.

Pihak kementerian mendorong kontribusi kampus dalam pengembangan peralatan serta pengawasan keamanan pangan secara teknis. Kampus juga bisa terlibat langsung dalam melatih tenaga teknis guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.

Dadan mengatakan, SPPG Tamalanrea 14 Unhas merupakan salah satu dari 386 SPPG di Sulawesi Selatan, dengan penerima manfaat sebanyak 1,9 juta orang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setiap bulan kita menggelontorkan dana sebesar Rp836 miliar di Sulsel. Sampai dengan April 2026 ini, sudah diturunkan dana sebesar Rp1,9 triliun di Sulsel, karena setiap SPPG mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar per bulan. 76 persen dari dana tersebut dibelikan untuk bahan baku,” kata Dadan. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama