------
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 30 Mei 2026
Ironi Sampah di Mangalli Pallangga Gowa
Sabtu pagi, 30 Mei 2026, saya melintas
pada salah satu jalan di Kelurahan Mangalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten
Gowa. Jalan tersebut menghubungkan Jalan Poros Pallangga dengan kawasan
Kompleks Perumahan BTN Nuki melalui jalan di samping Masjid Shirathal Mustaqim.
Di pinggir jalan terdapat banyak tumpukan
sampah. Baunya cukup menyengat. Maka saya pun mempercepat laju sepeda motor,
tapi sepintas lalu saya membaca sebuah tulisan di papan bicara yang berdiri di
tumpukan sampah tersebut.
Ukuran huruf tulisan di papan bicara itu
cukup besar dan jelas. Tertulis:
“Buanglah Sampah pada Tempat yang Sudah
Disediakan”
(TTD: WARGA MANGALLI).
Karena penasaran dengan tulisan tersebut,
saya kembali putar arah. Saya kembali ke jalanan di depan tumpukan sampah
tersebut.
Di tanah kosong yang terdapat tumpukan
sampah tersebut ternyata ada sebuah kontainer sampah. Dan juga ternyata ada dua
papan bicara.
Papan bicara yang satunya lagi
bertuliskan:
“Tahukah Kalian?”
“Berapa lama sampah terurai?”
“Tidak Terurai”
· 500 Tahun
· 200 Tahun
· 20 Tahun
· 01 Bulan
(KKN 59 Unibos)
Imbauan dan informasi yang tertera pada
dua papan bicara tersebut tampaknya tidak dipedulikan oleh masyarakat sekitar.
Kontainer sampah pun diabaikan. Buktinya, sampah bertumpuk dan berserakan,
sedangkan kontainernya terlihat tidak terlihat tumpukan sampah.
Ironis sekali. Di satu sisi, tersedia
kontainer sampah lengkap dengan pesan dan imbauan yang mengajak masyarakat
menjaga kebersihan lingkungan, sementara di sisi lain sampah tetap menumpuk di
luar kontainer sampah.
Semoga segera ada perhatian dari
pemerintah setempat, dan semoga segera ada kesadaran dari masyarakat untuk
membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan, serta menciptakan lingkungan
yang bersih dan nyaman. (asnawin aminuddin)
