-----
Jumat, 15 Mei 2026
Mahasiswa Didorong
Kuasai Komunikasi Digital dan Industri Kreatif
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Transformasi digital yang berkembang cepat tidak hanya mengubah pola komunikasi
masyarakat, tetapi membentuk kebutuhan baru dunia industri terhadap sumber daya
manusia yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi digital yang
kuat.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas
Hasanuddin bersama PT. Gojek Indonesia menghadirkan kegiatan ruang belajar
kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri kreatif dan
ekosistem digital nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan
sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik,
tetapi mampu memahami dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.
Melalui pendekatan dialog dan berbasis
pengalaman praktis, mahasiswa diajak melihat media sosial tidak sekadar sebagai
ruang ekspresi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun
personal branding, jejaring profesional, hingga peluang karier.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan, Prof Muhammad Ruslin, mengatakan, perguruan tinggi saat ini
dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan terhubung
dengan kebutuhan industri masa depan.
Menurutnya, kampus tidak lagi hanya
menjadi ruang transfer pengetahuan formal, tetapi berperan membentuk lulusan
yang agile, adaptif, dan mampu berkompetisi dalam lanskap kerja yang semakin
dinamis.
“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar
mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus
inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan
kebutuhan dunia kerja,” kata Ruslin dalam acara bertajuk: “Zona Muda Gojek
Talkshow”, di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa,
12 Mei 2026.
Ia menambahkan, Unhas terus memperkuat
desain pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan
kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), yang memberi
ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri,
masyarakat, dan berbagai tantangan nyata di lapangan.
Ruslin menyebutkan, kebutuhan industri
saat ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi menempatkan
soft skills, kemampuan komunikasi, jejaring, dan kreativitas sebagai kompetensi
penting yang harus dimiliki generasi muda.
“Sekarang kebutuhan industri bukan hanya
lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki
value, kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu,
mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap
pengalaman baru,” tambahnya.
Membangun Konten yang Relevan
Kolaborasi bersama Gojek dinilai menjadi
bagian penting dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih dekat
dengan realitas industri digital.
Kehadiran pelaku industri secara langsung
memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perubahan tren komunikasi
digital, perilaku audiens, hingga strategi pengelolaan media sosial yang
efektif dan produktif.
Pembahasan utama talkshow berfokus pada sosial
media management di era digital dengan menghadirkan content creator dan
praktisi industri kreatif, Adi Surya dan Anggu Batary, serta dimoderatori oleh
Anzar Ahmad.
Diskusi mengulas berbagai aspek
pengelolaan media sosial, mulai dari strategi membangun konten yang relevan,
menjaga konsistensi komunikasi digital, memahami karakter audiens, hingga
membangun citra positif di ruang publik digital.
Tema tersebut dinilai semakin relevan di
tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta kreatif yang mampu
mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi
digital secara efektif.
Media sosial kini berkembang menjadi
medium strategis yang tidak hanya membentuk citra personal maupun institusi,
tetapi juga membuka peluang kolaborasi, pengembangan usaha, hingga karier
profesional lintas sektor.
Dalam kegiatan ini, turut hadir dari pihak
Gojek Head of Regional Public Policy & Government Relations at Gojek,
Mohammad Khomeiny, serta Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East
Indonesia, Mulawarman.
Keterlibatan Gojek menunjukkan komitmen
perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya
dalam menghadapi perubahan ekosistem ekonomi kreatif dan digital di Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan
mahasiswa, yang terlihat antusias mengikuti rangkaian diskusi yang berlangsung
interaktif dan membahas berbagai dinamika industri kreatif serta strategi
komunikasi digital di era media sosial. (kia)
