------
Jumat, 08 Mei 2026
Mahasiswa Unismuh Penyuluhan Bahaya
Rokok di MTs Muhammadiyah Takalar
GOWA, (PEDOMAN KARYA).
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar penyuluhan
tentang bahaya merokok dan pentingnya kedisiplinan bagi siswa MTs Muhammadiyah
Bontorita, Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Kamis, 7
Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30
hingga 09.30 Wita itu menghadirkan Mulyoto, mahasiswa Program Studi Pendidikan
Agama Islam (PAI) Unismuh Makassar, sebagai pemateri utama.
Dalam penyuluhan tersebut, Mulyoto
menyoroti meningkatnya ancaman perilaku merokok di kalangan remaja, khususnya
pelajar tingkat SMP dan sederajat. Menurut dia, kurangnya pemahaman siswa
tentang dampak rokok menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya kegiatan
edukasi tersebut.
“Kurangnya pengetahuan siswa SLTP tentang
bahaya merokok dapat membuat mereka lebih mudah terpengaruh untuk mulai merokok
ketika memasuki usia SMA atau dewasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, merokok bukan hanya
berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi pembentukan
karakter dan kedisiplinan siswa.
Rokok mengandung zat berbahaya seperti
nikotin, tar, dan karbon monoksida yang dapat merusak paru-paru serta
menyebabkan ketergantungan. Selain itu, kebiasaan merokok juga dinilai dapat
menurunkan konsentrasi belajar dan memengaruhi pergaulan remaja.
Dalam materinya, Mulyoto mengaitkan bahaya
merokok dengan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga kesehatan dan
menghindari perbuatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 195 yang
melarang manusia menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, serta hadits Rasulullah
SAW yang berbunyi “Laa zarar wa laa dirar” atau tidak boleh membahayakan diri
sendiri dan orang lain.
“Tubuh adalah amanah dari Allah yang harus
dijaga. Karena itu, perilaku merokok harus dihindari sejak dini,” katanya.
Selain membahas bahaya rokok, penyuluhan
juga menekankan pentingnya pembinaan disiplin di lingkungan sekolah. Menurut
Mulyoto, disiplin menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa agar
tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, sehat, dan berprestasi.
Ia juga mengajak siswa untuk aktif
mengikuti kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan aktivitas keagamaan
sebagai upaya menghindari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif
dan mendapat perhatian dari para siswa MTs Muhammadiyah Bontorita. Melalui
kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya hidup sehat
dan disiplin dapat semakin meningkat sejak usia dini. (zak)
