-----
Ahad, 17 Mei 2026
Rektor Unhas Diskusi Bersama Nelayan
Selayar
SELAYAR, (PEDOMAN KARYA). Rektor
Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa, mengadakan pertemuan dalam Diskusi
Publik bertajuk “Peran Pelaku Usaha Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Daerah” yang diikuti para nelayan dan pelaku usaha sektor perikanan Kabupaten
Kepulauan Selayar, di Kampus Unhas Selayar, Sabtu, 16 Mei 2026.
Diskusi turut dihadiri Bupati Selayar Muhammad
Natsir Ali, Wakil Bupati Muhtar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Andriani
Gusram, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa pada kesempatan
itu menyampaikan bahwa penguatan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah
satu langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah
kepulauan yang memiliki potensi sumber daya laut yang besar.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan
produksi, sektor perikanan juga dituntut mampu menghadirkan tata kelola
industri yang modern, berkelanjutan, dan berbasis kualitas.
Jamaluddin Jompa memberi perhatian khusus dalam
mendorong transformasi sektor perikanan daerah melalui penguatan sistem
budidaya dan pengelolaan berbasis quality control.
“Penguatan kualitas menjadi faktor utama
dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan
sumber daya laut,” kata Jamaluddin.
Ia menjelaskan, pengembangan sektor
perikanan tidak cukup hanya berfokus pada aktivitas budidaya semata. Pelaku
usaha perikanan perlu didorong untuk memahami pengelolaan industri secara
menyeluruh, mulai dari kualitas benih, pakan, sistem budidaya, hingga tata
kelola hasil produksi.
“Bukan hanya belajar budidaya, tetapi
bagaimana mampu mengelola industri perikanan yang diperkuat dengan quality
control,” kata Jamaluddin.
Pendekatan tersebut, katanya, penting
diterapkan agar sektor perikanan daerah mampu menjawab tantangan kebutuhan
pangan dan persaingan industri yang semakin berkembang.
Daerah kepulauan seperti Selayar memiliki
potensi besar untuk tumbuh apabila dikelola melalui pendekatan ilmiah,
inovatif, dan berkelanjutan.
Selain itu, Rektor Unhas juga mendorong
penerapan modern aquaculture system dalam pengelolaan budidaya perikanan.
Sistem tersebut memungkinkan pengawasan kualitas dilakukan lebih terukur dan
efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga
keseimbangan ekosistem laut.
Menurutnya, penguatan sektor perikanan
juga harus dibarengi dengan kesadaran menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Dirinya mengingatkan pentingnya menjaga siklus pertumbuhan ikan dan tidak
melakukan penangkapan ikan berukuran kecil yang berpotensi mengganggu
keseimbangan ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta
turut menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor
kelautan dan perikanan, termasuk persoalan penyakit ikan yang kerap memengaruhi
produktivitas budidaya.
Forum diskusi bersama masyarakat nelayan
dan pelaku usaha perikanan tersebut merupakan salah satu agenda kunjungan kerja
Rektor Unhas di Selayar, selain kegiatan peletakan batu pertama pembangunan
mess dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi Unhas Kampus Selayar. (kia)
