-----
Rabu, 06 Mei 2026
Siswa SMA 8 Pinrang Rehan Terima Golden
Ticket Kuliah di Unhas
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Universitas Hasanuddin memberikan golden ticket kepada Rehan, siswa SMA Negeri
8 Pinrang, sebagai bentuk penghargaan atas capaian internasionalnya yang
memperoleh pengakuan dari NASA (National Aeronautics and Space Administration).
Rehan mencatatkan prestasi membanggakan
setelah berhasil mengidentifikasi celah dalam sistem keamanan NASA. Temuan
tersebut menempatkannya dalam Hall of Fame (HoF) sekaligus mendapatkan surat
pengakuan resmi atas kontribusinya dalam mendeteksi kerentanan (vulnerability)
pada sistem lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Penyerahan golden ticket dilakukan
langsung oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, didampingi Wakil Rektor
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Muhammad Ruslin, di Ruang Rapat Rektor,
Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas Makassar, Selasa, 05 Mei 2026.
Melalui skema ini, Rehan memperoleh akses
untuk melanjutkan studi pada Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
tanpa melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027.
Kebijakan ini menjadi bentuk nyata
keberpihakan institusi terhadap talenta muda berprestasi yang lahir dari
berbagai latar belakang.
Jamaluddin Jompa menegaskan, langkah ini
bukan hanya bentuk apresiasi sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka
panjang kampus dalam memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa
secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk
apresiasi, tetapi juga investasi bagi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan
talenta seperti Rehan mendapatkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan
berkontribusi dalam pengembangan teknologi,” kata Jamaluddin.
Ia menekankan,
Unhas akan terus membuka ruang dan peluang strategis bagi mahasiswa
berprestasi, termasuk memberikan Rehan akses pada program pengembangan
kapasitas seperti double degree di luar negeri serta kolaborasi internasional
yang relevan.
“Ini bukan yang terakhir. Unhas akan terus
memfasilitasi minat dan bakat generasi muda. Anak-anak Indonesia memiliki mimpi
besar, dan kami percaya mereka mampu menjadi pelopor di bidang informatika
maupun bidang lainnya, serta mampu bersaing dengan negara lain,” tambah
Jamaluddin.
Capaian yang diperoleh Rehan melalui
proses belajar otodidak menjadi bukti bahwa potensi besar dapat tumbuh dari
siapa saja. Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi luas, sekaligus pengingat
bahwa ruang-ruang pembelajaran dapat menjadi etalase lahirnya talenta unggul
bangsa.
Pada kesempatan itu, Rehan menyampaikan
rasa syukur atas kesempatan yang diberikan serta komitmennya untuk terus
mengembangkan kapasitas diri di bidang teknologi.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini.
Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang,” kata Rehan.
Ia juga memberikan pesan kepada generasi
muda agar tidak ragu dalam mengembangkan potensi, meskipun menghadapi
keterbatasan.
“Untuk teman-teman, jika memiliki bakat,
teruslah dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk
faktor ekonomi,” tambah Rehan.
Saat diterima oleh Rektor Unhas, Rehan
sempat mendemonstrasikan kemampuannya membobol sistem IT. Hanya dalam hitungan
detik, dengan kecepatan 10 jari, Rehan berhasil bobol website salah satu prodi
di Unhas. (kia)
