![]() |
| KETUA PWI SULSEL terpilih, Suwardi Thahir (kedua dari kiri) bincang-bincang santai dengan sejumlah wartawan senior di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah Makassar, Kamis, 18 Juni 2026. (ist) |
------
Sabtu, 20 Juni 2026
Anggota PWI Sulsel Banyak yang Mati
Kartunya
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Banyak Anggota PWI Sulsel yang mati kartunya alias kedaluwarsa di era
kepengurusan Agus Salim Alwi Hamu dan Zukifli Gani Ottoh. Sebagian dari Anggota
PWI Sulsel yang kartunya mati itu malah sudah mengantongi Sertifikat Uji
Kompetensi Wartawan (UKW) Utama.
Hal itu diungkapkan oleh sejumlah wartawan
dari TVRI Sulsel dan RRI Makassar saat berbincang-bincang santai dengan Ketua
PWI Sulsel terpilih, Suwardi Thahir, di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah
Makassar, Kamis, 18 Juni 2026.
Bincang-bincang santai tersebut dihadiri sejumlah wartawan senior dari
TVRI dan RRI, seperti Rahman Hamzah, Kadri, Anis, serta Ahmad Irwan. Juga hadir
beberapa wartawan senior seperti Fadil Sunarya, Iksan Djirong, Abdullah, dan
Mappiar. Sejumlah ibu-ibu Anggota Ikatan Keluarga Wartawan
Indonesia (IKWI) juga hadir menghangatkan suasana.
Benang kusut masalah KTA kedaluwarsa rupanya
berakar pada mekanisme perpanjangan kartu identitas profesi tersebut.
Berdasarkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, masa
tenggat perpanjangan KTA sangat ketat, yakni wajib diurus sebelum lewat satu
tahun pasca-habis masa berlaku. Jika abai, status keanggotaan otomatis hangus
seketika.
Ada juga anggota PWI yang melakukan
perpanjangan kartu tetapi beberapa tertolak dengan alasan tidak memenuhi syarat,
dan ketika syarat tersebut telah terpenuhi, kartunya dianggap sudah
kedaluwarsa.
Dan konon menurut pengurus lama, anggota PWI yang kartunya sudah kedaluwarsa dan
ingin memperpanjang lagi kartunya maka dia harus memulai lagi dari bawah yakni
sebagai Anggota Muda, meskipun sudah wartawan senior dan mengantongi Kartu Anggota
Biasa, mengantongi Sertifikat UKW, dan pernah menjadi pengurus PWI.
Merujuk pada Pasal 6 Ayat 1 PRT PWI,
gugurnya keanggotaan tidak hanya dipicu oleh status belum UKW. Regulasi secara
tegas juga mencoret anggota yang berstatus sebagai ASN, TNI-Polri, atau mereka
yang membiarkan KTA-nya mati lebih dari satu tahun tanpa perpanjangan.
Merespons hal ini, Ketua PWI Sulsel
terpilih, Suwardi Thahir menegaskan bahwa pembenahan karut-marut KTA akan
menjadi prioritas utama dalam daftar kerja kepengurusan barunya.
Selain memastikan roda administrasi
berputar sesuai rel aturan, ia berkomitmen masif melakukan sosialisasi agar
tidak ada lagi anggotanya yang “terjebak” oleh regulasi yang merugikan.
Menutup diskusi, Mappiar menambahkan bahwa
pertemuan tersebut tidak hanya membedah krisis KTA, tetapi juga merancang
struktur kepengurusan baru di bawah komando Suwardi Thahir. Formasi tim baru
ini diharapkan mampu bekerja secara profesional dan solid demi membawa PWI
Sulsel ke era yang lebih gemilang. (jw)
