-----
Jumat, 26 Juni 2026
Bupati Gowa Husniah Talenrang Hadiri Lebaran
Yatim dan Penyandang
Disabilitas
GOWA, (PEDOMAN KARYA).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Lebaran Yatim dan Penyandang
Disabilitas 1448 Hijriah yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kabupaten
Gowa, di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam sambutannya Husniah mengatakan, Program
yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gowa memiliki keselarasan dengan program
nasional, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.
“Program pemerintah daerah ternyata
selaras dengan program pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Gowa melalui
Program Gowa Bersama terus melakukan berbagai kegiatan untuk membantu
masyarakat kurang mampu, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas,”
ungkap Husniah.
Salah satu program yang saat ini
dijalankan yakni One Day One District, dimana pemerintah daerah turun langsung
ke masyarakat untuk mencari dan mengidentifikasi warga kurang mampu yang
membutuhkan intervensi pemerintah.
“Kita turun mencari masyarakat yang tidak
mampu, termasuk anak-anak yang tidak sekolah karena terkendala biaya.
Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan agar
keluarga-keluarga yang kurang mampu bisa menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,”
jelas Husniah.
Orang nomor satu di Gowa itu menegaskan
tidak boleh ada anak di Kabupaten Gowa yang kehilangan kesempatan memperoleh
pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Bahkan, sejumlah anak yatim telah
difasilitasi untuk mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten
Gowa juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui bantuan
alat bantu seperti kursi roda dan tongkat agar mereka tetap produktif dan
mandiri.
“Kalian tidak sendiri. Yang membuat
seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk
menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesannya
kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Gowa, Jamaris, menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang
dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi
Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS sebagai bentuk kepedulian
terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Ini serentak dilaksanakan secara
nasional, dimana khusus Kabupaten Gowa dilaksanakan di Desa Bontomanai, Bajeng
Barat karena juga diusulkan sebagai Kampung Zakat pertama di Kabupaten Gowa
sebagai bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan pemerintah
daerah,” sebut Jamaris.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya
berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar
penerima zakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri.
“Kita berharap masyarakat yang saat ini
masih berstatus mustahik ke depan dapat menjadi muzakki. Kita akan melihat
potensi yang dimiliki masyarakat dan melakukan pendampingan agar mereka dapat
meningkatkan kesejahteraannya terlebih
anak-anak yatim harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak
boleh putus sekolah,” kata Jamaris.
Di tempat yang sama, Camat Bajeng Barat,
Syamsul Rijal menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Bontomanai sebagai
lokasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemerintah kecamatan terus membangun
komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung
program pembangunan daerah.
“Kami selalu membangun hubungan dan
komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menjaga
kebersamaan serta mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gowa khususnya
Gowa Bersama,” kata Syamsul Rijal. (lom)
