------
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 20 Juni 2026
Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (10):
Jerman Barat Juarai Piala Dunia 1974,
BelandaTampil Menawan dengan Total Football
Oleh: Asnawin Aminuddin
Piala Dunia FIFA 1974 dilangsungkan di
Jerman Barat. Piala Jules Rimet yang jadi milik Brasil selamanya kini
digantikan trofi karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga. Trofi berbentuk dua
pria yang mengusung bola dunia itu dibuat dari emas campuran 18 karat dengan
berat 11 pound dan tinggi 20 inci.
Kali ini turnamen dibagi dalam dua tahap.
Keenam belas negara yang lolos dibagi dalam empat grup yang masing-masing
terdiri atas empat tim. Delapan tim yang lolos ke babak kedua nantinya akan
kembali bermain dalam dua grup untuk menentukan siapa yang lolos ke babak
final.
Jerman Barat memenangkan gelar juara
setelah mengalahkan Belanda 2-1 di final di Olympiastadion, München. Ini
merupakan kemenangan kedua bagi Jerman Barat, yang juga menang pada tahun 1954.
Tim-tim yang melakukan debutnya di Piala
Dunia kali ini adalah Australia, Zaire, Haiti dan Jerman Timur. Brasil, sang
juara bertahan, tersingkir di babak kedua dan kalah dalam perebutan tempat
ketiga melawan Polandia.
Piala Dunia 1974 juga disiarkan secara
tunda di Indonesia lewat TVRI. Namun selain partai final, jumlah pertandingan
yang disiarkan masih terbatas. Jadwal penayangan dilakukan pada siang dan sore
hari waktu Indonesia.
Pertandingan
Dua tim teratas lolos ke putaran kedua
yang dibagi dalam dua grup. Peringkat pertama masing-masing grup langsung ke
final, sedangkan runner-up memperebutkan tempat ketiga.
Puncak babak penyisihan adalah tumbangnya Jerman Barat (0-1) dari tetangganya, Jerman Timur, di grup 1. Pada partai yang berlangsung di Hamburg, 22 Juni tersebut, Juergen Sparwasser mencetak gol tunggal pada menit ke-77.
Tapi ada yang menyebut kekalahan itu
memang disengaja tuan rumah. Dengan kekalahan itu, Jerman Barat terhindar dari
pertemuan dengan Belanda dan Brasil di perempat final.
Putaran kedua
Pada putaran kedua, Jerman Barat berada di
grup B bersama Polandia, Swedia, dan Yugoslavia. Diperkuat Franz Beckenbauer
yang dijuluki A Coach of the Filed, playmaker Gunter Netzer, dan striker Gerd
Muller, tuan rumah tak tertahankan.
Yugoslavia mereka tundukkan 2-0, sedangkan
Swedia disikat 4-2. Dalam pertandingan terakhir, Polandia yang diperkuat
Grzegorz Lato dikalahkan 1-0.
Sementara itu, grup A berisi raksasa macam
Belanda, Brasil, Jerman Timur, dan Argentina. Persaingan ketat pun terjadi.
Belanda menjadi perhatian karena
menampilkan permainan Total Football. Sistem yang diperkenalkan pelatih Rinus
Michels itu dijalankan dengan sempurna oleh Johan Cruyff yang menjadi mesin
utama tim Oranye. Setelah mengalahkan Uruguay 2-0, Swedia 0-0, dan Bulgaria 4-1
di babak pertama, Total Football kembali memakan korban.
Tim setangguh Argentina tak mampu berbuat
apa-apa dan kalah 4-0. Cruyff mencetak dua gol dan dua gol lagi disumbangkan
Ruud Krol, serta Jonny Rep. Pada pertandingan kedua, Belanda tak mengalami
hambatan saat bertemu dengan Jerman Timur. Dua gol dari Johan Neeskens dan Rob
Rensenbrink memberikan kemenangan 2-0 bagi Belanda.
Sedangkan Brasil dan Argentina bertemu
dalam partai derby Amerika Selatan. Satu gol Argentina yang dicetak Minguel
Brindisi tak mampu menghalangi gol Rivelino dan Jairzinho, yang memastikan
kemenangan Brasil 2-1.
Dengan nilai sama-sama 4, laga
Brasil-Belanda menjadi partai penentu. Hasilnya, Cruyff tampil menawan dengan
memberikan umpan bagi Johan Neeskens untuk mencetak gol pertama dan Cruyff
sendiri mencetak gol kedua untuk memberikan kemenangan 2-0 sekaligus mengantar
Belanda melaju ke final.
Final
Sehari setelah Brasil ditundukkan Polandia
1-0 dalam perebutan tempat ketiga, Belanda menghadapi Jerman Barat pada 7 Juli
1974 dalam partai final di Olympiastadion Muenchen untuk memastikan siapa yang
terbaik.
Sekitar 75.200 penonton tuan rumah
terkejut saat Belanda unggul lebih dulu pada menit kedua, bahkan saat itu belum
satu pun pemain Jerman yang menyentuh bola.
Setelah kickoff, Cruyff menerobos barisan
belakang Jerman yang membuat Uli Hoeness terpaksa menjatuhkannya di kotak
terlarang.
Johan Neeskens melakukan eksekusi penalti
pertama di final Piala Dunia. Skor 1-0 bagi Belanda. Jika tim lain langsung
menyerah, tidak demikian dengan Jerman. Pada menit ke-25, Jerman menyamakan
kedudukan, juga lewat titik penalti, setelah Wim Jensen menjatuhkan Bernd
Holzenbein. Paul Breitner menyamakan kedudukan jadi 1-1.
Jerman Barat akhirnya menjadi juara untuk kedua
kalinya setelah Gerd Muller mencetak gol dua menit menjelang turun minum, dan skor berubah menjadi 2-1.
10 Fakta Piala Dunia 1974
1. Piala Dunia 1974 untuk pertama kalinya memperebutkan FIFA World Cup Trophy, menggantikan Jules Rimet yang menjadi milik Brasil untuk selamanya. Piala dirancang oleh desainer Italia Silvio Gazzaniga. Rancangannya dipilih FIFA dari 53 model yang diajukan.
2. Babak kualifikasi diwarnai aksi boikot yang dilakukan Uni Soviet saat melakukan play-off melawan Cile. Setelah bermain imbang 0-0 di Moskwa, Soviet menolak bertanding di Cile dengan alasan keamanan. Cile dinyatakan lolos ke putaran final.
3. Total Football dari Belanda menjadi fenomena yang membuat dnia menjad takjub. Ditangani Rinus Michels sebagai penggagas sistem permainan yang dinamis karena setiap pemain bisa berpindah-pindah posisi dengan sang master Johan Cruyff, Belanda sukses menembus final meski gagal juara. Cruyff menenggelamkan Franz Beckenbauer yang merupakan bintang Jerman [Barat].
4. Hujan deras kerap turun selama Piala Dunia. Akibatnya, banyak pertandingan digelar dengan cuaca yang buruk. Bahkan lapangan pertandingan saat Jerman Barat menghadapi Polandia sempat tergenang air. Uniknya, petugas pemadam kebakaran yang dipanggil untuk menguras air yang menggenang agar lapangan bisa digunakan kembali.
5. Jerman Barat yang bertindak sebagai tuan rumah melakukan awal yang memalukan. Terjadi perselisihan di internal tim karena persoalan bonus. Akibatnya, suporter mencemooh tim saat tampil untuk pertama kalinya menghadapi Australia.
6. Kejutan lain yang dialami Jerman Barat tak lain kekalahan dari tim tetangga Jerman Timur. Negara yang saat itu masih dipisahkan oleh Tembok Berlin ini berada dalam satu grup penyisihan. Dan, Jerman Timur secara mengejutkan menang 1-0 melalui gol Jurgen Sparwasser di menit ke-77. Jerman Timur tampil sebagai juara grup dan tuan rumah menduduki posisi kedua.
7. Pemain Cile Carlos Caszely menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mendapat kartu merah. Pemberian kartu merah mulai diterapkan di Piala Dunia 1970. Namun tidak ada pemain yang mendapat kartu merah.
8. Final Piala Dunia yang mempertemukan Jerman Barat melawan Belanda menjadi salah satu laga klasik. Gol Belanda tercipta sangat cepat, 80 detik. Johan Cruyff melakukan kick off dan bola berpindah dari kaki ke kaki pemain Belanda sebanyak 13 gol sebelum dioperkan ke Cruyff. Ia dijatuhkan oleh Uli Hoeness sehingga wasit memberikan hukuman penalti. Hanya, penalti dinilai kontroversi karena Cruyff jatuh sedikit di luar kotak terlarang. Eksekusi penalti dilakukan Johan Neeskens. Sejak kick off sampai terciptanya gol Belanda, pemain Jerman Barat belum sekalipun menyentuh bola. Jerman Barat juga mendapat penalti yang diselesaikan oleh Paul Breitner yang menyamakan kedudukan. Ini untuk pertama kalinya terjadi dua penalti di final Piala Dunia. Jerman Barat akhirnya menjadi juara setelah menang 2-1.
9. Jerman Barat mencatat rekor sebagai tim Eropa pertama yang meraih double dengan memenangi Piala Eropa dan Piala Dunia secara berturut-turut. Mereka menjadi juara Eropa 1972 dan kemudian menjadi juara dunia 1974. Hanya Prancis yang menyamai rekor Jerman Barat saat memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
10. Striker Jerman Barat, Gerd Mueller, membuat rekor dengan mengoleksi 14 gol selama tampil di dua Piala Dunia. Ia melampaui rekor Just Fontaine yang mencetak 13 gol di satu Piala Dunia. Rekor Mueller dilewati Ronaldo dengan mencetak 15 gol di tiga Piala Dunia.
.....
Referensi:
Piala
Dunia FIFA 1974; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1974; dikutip
pada Sabtu, 20 Juni 2026
KILAS
BALIK Piala Dunia 1974 Jerman Barat;
https://www.goal.com/id/berita/kilas-balik-piala-dunia-1974-jerman-barat/kgeuxkpoosxe1t3nz56mul84v;
dikutip pada Sabtu, 20 Juni 2026
