-----
PEDOMAN KARYA
Jumat, 05 Juni 2026
Obrolan Daeng
Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Kasihannya
Kodong Dadan Hindayana
“Kasihannya kodong Dadan Hindayana,”
kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh
berjamaah di masjid.
“Siapa itu Dadan Hindayana?” tanya Daeng Nappa’.
“Dadan Hindayana
itu seorang dosen dan sudah bergelar profesor. Dadan kemudian diangkat sebagai Kepala
Badan Gizi Nasional disingkat BGN yang bertanggung jawab atas program Makan
Bergizi Gratis yang disingkat MBG. Dia dilantik sebagai Kepala BGN Presiden
Jokowi dan tetap dipertahankan oleh Presiden Prabowo,” tutur Daeng
Tompo’.
“Terus kenapaki’ kasihan sama dia?”
tanya Daeng Nappa’.
“Kasihan karena dia tiba-tiba
dicopot sebagai Kepala BGN dan kemudian dijadikan tersangka kasus korupsi Program
MBG,” tutur Daeng Tompo’.
“Wadduh,” ujar Daeng Nappa’.
“Yang lebih kasihan lagi karena
Dadan bersama istrinya sebenarnya sedang naik haji dan diminta pulang cepat karena
harus mendampingi Presiden Prabowo untuk kegiatan Program MBG,” jelas Daeng
Tompo’.
“Diminta pulang cepat itu maksudnya
bagaimana?” tanya Daeng Nappa’.
“Dadan dan istri sebenarnya dijadwalkan
pulang ke Tanah Air pada 04 Juni 2026, tapi karena ada urusan mendesak dengan
Presiden Prabowo Subianto, dia terpaksa pulang lebih awal. Dan setelah tiba di
Tanah Air, dia ternyata langsung dicopot sebagai Kepala BGN, dan bahkan
kemudian dijadikan tersangka kasus korupsi,” tutur Daeng Tompo’.
“Kasihannya itu,” ujar Daeng Nappa’.
“Itumi kubilang tadi, kasihannya
kodong Dadan Hindayana,” kata Daeng Tompo’ dan keduanya pun terdiam beberapa
waktu. (asnawin)
Jumat, 05 Juni 2026
.......
Keterangan:
Kasihannya kodong Dadan Hindayana =
Kasihan sekali Dadan Hindayana
Terus kenapaki’ kasihan sama dia? = Terus
kenapa Anda kasihan sama dia?
Itumi kubilang tadi = Itulah yang saya
katakan tadi
