-----
Sabtu, 25 Juli 2026
Unhas Wisuda 1.355 Alumni, Kedokteran Terbanyak,
Farmasi Paling Sedikit
Jamaluddin Jompa: Jangan Pernah Memohon
Lautan yang Tenang
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Hasanuddin (Unhas) mewisuda
sebanyak 1.355 alumninya pada periode Juli 2026. Prosesi wisuda berlangsung di
Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, dan diselenggarakan
dalam dua sesi. Sesi pertama pada Jumat, 24 Juli 2026, diikuti 668 wisudawan,
sedangkan sesi kedua pada Sabtu, 25 Juli 2026, diikuti 687 wisudawan.
Wisudawan terbanyak dari Fakultas Kedokteran
dengan 183 alumni, sedangkan wisudawan paling sedikit dari Fakultas Farmasi dengan
13 alumni.
Rincian alumni per fakultas yaitu Fakultas
Farmasi: 13 Orang, Fakultas Kedokteran: 183 Orang, Fakultas Keperawatan: 29
Orang, Fakultas Peternakan: 31 Orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat: 107 Orang.
Fakultas Hukum: 114 Orang, Fakultas
Teknologi Pertanian: 30 Orang, Fakultas Ilmu Budaya: 77 Orang, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik: 84 Orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 123 Orang, Fakultas
Kedokteran Gigi: 15 Orang.
Sekolah Pascasarjana: 30 Orang, Fakultas
Teknik: 158 Orang, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan: 90 Orang, Fakultas
Matematika dan IPA: 87 Orang, Fakultas Pertanian: 74 Orang, Fakultas Vokasi: 51
Orang, serta Fakultas Kehutanan: 59 Orang.
Rata-rata Indek Prestasi Kumulatif (IPK)
dan rata-rata lama studi wisudawan yaitu Program Sarjana Terapan: IPK 3,89
dengan masa studi 3 tahun 11 bulan, Program Sarjana: IPK 3,73 dengan masa studi
4 tahun 3 bulan.
Program Profesi: IPK 3,91 dengan masa
studi 1 tahun 5 bulan, Program Magister: IPK 3,94 dengan masa studi 2 tahun 7
bulan, Program
Doktor: IPK 3,96 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan, Program Spesialis-1: IPK
3,87 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan, serta Program Spesialis-2: IPK 3,98
dengan masa studi 2 tahun 3 bulan.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, dalam
pidatonya mengatakan, para wisudawan kini memasuki arena yang sangat berbeda
dibandingkan ketika pertama kali diterima sebagai mahasiswa.
Dunia telah bergerak menuju kompetisi yang
tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan oleh kualitas sumber daya
manusia dan kemampuannya menciptakan inovasi.
“Saat kalian melangkah keluar dari ruangan
ini nanti, kalian tidak lagi menghadapi dunia yang sama seperti saat pertama
kali menjadi mahasiswa baru. Persaingan hari ini bukan lagi sekadar persaingan
antarkota atau antarprovinsi, melainkan persaingan talenta di tingkat global,” kata
Prof. JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa.
Kisah The Odyssey
Ia tak lupa mengajak para wisudawan
memaknai perjalanan hidup melalui kisah The Odyssey, yang mengisahkan
perjalanan panjang Odysseus setelah memenangkan Perang Troya.
Menurutnya, kemenangan terbesar bukanlah
ketika berhasil memenangkan peperangan, melainkan ketika mampu bertahan
menghadapi badai yang datang setelahnya.
Analogi tersebut menjadi refleksi bahwa
keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah akhir perjuangan. Gelar
akademik adalah bekal untuk menghadapi perjalanan baru yang penuh tantangan,
ketidakpastian, dan perubahan yang berlangsung sangat cepat.
“Jangan pernah memohon lautan yang tenang, karena sejarah membuktikan nakhoda hebat tidak pernah lahir dari sana. Sebagai pewaris mental pelaut dari Benua Maritim Indonesia, jadikan ilmu dari Kampus Merah ini sebagai kompas navigasi dan ambil alih kemudi hidup Saudara. Jangan pernah bermental kerdil. Hadapi setiap badai tantangan dengan kepala tegak, bentangkan layar keberanian, dan jadilah penakluk samudra masa depan,” pesan Prof. JJ. (kia)
