Uruguay Permalukan Brasil pada Piala Dunia 1950

Uruguay keluar sebagai Juara Piala Dunia Sepak Bola 1950 setelah mengalahkan Brasil dengan skor 2-1. (int)  

 

-----

PEDOMAN KARYA

Jumat, 05 Juni 2026

 

Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (4):

 

Uruguay Permalukan Brasil pada Piala Dunia 1950

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

 

Piala Dunia FIFA 1950 merupakan edisi keempat Piala Dunia FIFA yang digelar di Brasil, pada tanggal 24 Juni hingga 19 Juli. Piala Dunia ini merupakan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang pertama setelah terjadinya Perang Dunia II, yang berlangsung selama sekitar 12 tahun.

Brasil dipilih FIFA pada 01 Juli 1946 dalam Kongres FIFA di Luksemburg. Turnamen ini dimenangkan Uruguay. Dengan demikian, Uruguay telah dua kali memenangkan Piala Dunia, yakni Piala Dunia pertama tahun 1930, dan Piala Dunia keempat pada tahun 1950.

Keberhasilan Uruguay memenangkan Piala Dunia 1950 dikenal dengan Tragedi Maracanazo, dimana Brasil secara tak terduga kalah 1-2 dari Uruguay, padahal Brasil bermain di kandang sebagai tuan rumah, dan pada dua pertandingan sebelumnya Brasil menang besar yakni menghancurkan Swedia dengan skor 7-1, serta menghabisi Spanyol dengan skor 6-1.

Piala Dunia 1950 hanya diikuti 13 tim karena tiga lainnya mengundurkan diri, yaitu Turki, Skotlandia, dan India. Format pertandingan dibagi dalam 4 grup, dan setiap pemuncak grup melaju ke babak selanjutnya yakni babak final.

Sistem ini berbeda dengan saat Piala Dunia FIFA 1938, di mana kompetisi diselenggarakan dalam sistem gugur. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepulangan “sangat cepat” sebuah tim, mengingat jarak tempuh tim dari negaranya menuju Brasil rata - rata cukup jauh.

Selain itu, untuk menentukan juara, peringkat kedua, peringkat ketiga, dan peringkat keempat, digunakan format grup, di mana ke-4 tim dipertemukan satu sama lain, dan peraih poin terbanyak menjadi juara kompetisi.

Edisi Piala Dunia 1950 merupakan turnamen pertama di mana trofi kemenangan dikenal sebagai Piala Jules Rimet, untuk menandakan 25 tahun ia menjabat sebagai Presiden FIFA.

Babak pertama Piala Dunia 1950 peserta dibagi empat grup. Pada Grup 1, Brasil lolos ke babak final setelah keluar sebagai juara grup, yakni mengalahkan Meksiko 4-0, bermain imbang 2-2 melawan Swiss, serta menundukkan Yugoslavia 2-0.

Di Grup 2, Spanyol lolos ke babak final setelah mengalahkan tiga peserta lainnya yaitu mengalahkan Amerika Serikat 3-1, memenangi pertandingan atas Chili dengan skor 2-0, dan menundukkan Inggris 1-0.

Grup 3 dihuni empat yakni Swedia, Italia, Paraguay, dan India, tetapi India kemudian mengundurkan diri. Swedia lolos ke babak final setelah mengalahkan juara bertahan Italia 3-2, serta bermain imbang 2-2 dengan Paraguay.

Grup 4 hanya dihuni tiga tim yakni Uruguay, Bolivia, dan Perancis, tetapi Perancis kemudian mengundurkan diri dan Uruguay lolos ke babak final setelah mengalahkan Bolivia dengan skor telak 8-0.

Empat tim kemudian bertanding pada babak final yakni Brasil sebagai juara grup 1, Spanyol sebagai juara Grup 2, Swedia sebagai juara Grup 3,dan Uruguay sebagai juara Grup 4. Keempat tim kemudian bertanding satu sama lain.

Hasilnya, Uruguay keluar sebagai Juara Piala Dunia 1950 setelah meraih poin tertinggi dengan poin 5, hasil dua kali menang dan satu kali seri, yakni bermain imbang 2-2 melawan Spanyol, mengalahkan Swedia dengan skor 3-2, serta menundukkan tuan rumah Brasil dengan skor 2-1.

Tuan rumah Brasil yang sebenarnya sangat diunggulkan keluar sebagai juara kedua setelah menghancurkan Swedia dengan skor 7-1, menghabisi Spanyol dengan skor 6-1, tetapi kalah 1-2 dari Uruguay pada pertandingan terakhir. Swedia keluar sebagai juara ketiga, dan Spanyol sebagai juara keempat.

 

Sepatu Emas

Pada Piala Dunia 1950, pemain Brasil, Ademir de Menezes meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak dengan 8 gol, sedangkan Sepatu Perak sebagai pencetak gol terbanyak kedua diberikan kepada Estanislao Basora Brunet (Spanyol) dan Oscar Omar Miguez (Uruguay) masing-masing dengan 5 gol.

 

Tragedi Maracanazo

Maracanazo (yang berarti “Tamparan Maracanã”) adalah sebuah pertandingan yang merupakan salah satu kemenangan tak terduga dalam sejarah sepak bola yang terjadi pada pertandingan menentukan babak penyisihan terakhir Piala Dunia FIFA 1950.

Pertandingan ini dimainkan di Estádio do Maracanã di kota Rio de Janeiro, Brasil, pada 16 Juli 1950. Di klasemen sementara babak final, Brasil berada di puncak dengan dua kali kemenangan, sedangkan Uruguay berada di peringkat kedua dengan satu kali menang dan satu kali seri.

Dengan demikian, Uruguay membutuhkan kemenangan untuk merebut gelar Juara Piala Dunia 1950, sedangkan Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk juara.

Brasil sangat diunggulkan karena pada dua pertandingan sebelumnya mereka menang besar dengan menghancurkan Swedia 7-1, serta menghabisi Spanyol dengan skor 6-1, sedangkan Uruguay hanya bermain seri 2-2 dengan Spanyol, dan menang tipis 3-2 atas Swedia.

Secara kebetulan, hal ini membuat dua pertandingan terakhir menentukan posisi masing-masing tim. Pertandingan antara Swedia dan Spanyol akan menentukan posisi ketiga, dengan Swedia harus membutuhkan kemenangan, sementara Spanyol hanya membutuhkan hasil seri.

Pertandingan antara Brasil dan Uruguay, di sisi lain, akan menentukan gelar; dengan hasil imbang Brasil akan mendapatkan gelar juara, sementara Uruguay harus menang untuk mendapatkan gelar. Pertandingan ini dianggap sebagai Final Piala Dunia FIFA 1950, walaupun sebenarnya pertandingan ini hanyalah penentu.

Saat keduanya bertanding pada pertandingan terakhir, Brasil unggul lebih dulu beberapa menit setelah babak kedua lewat gol Friaça, tetapi Juan Alberto Schiaffino menyamakan kedudukan untuk Uruguay pada pertengahan babak kedua.

Dan tragedi pun terjadi pada 11 menit terakhir ketika pemain Uruguay, Alcides Ghiggia, mencetak gol ke gawang Brasil sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Uruguay dan hasil itu bertahan hingga pluit akhir ditiup oleh wasit Inggris, George Reader.

 

Karnaval Sebelum Pertandingan

Pada pagi hari 16 Juli 1950, jalanan Rio de Janeiro dibanjiri aktivitas. Sebuah karnaval dirayakan, dengan ribuan orang meneriakan “Brasil harus juara!”. Karnaval ini terus berlangsung hingga menit-menit sebelum pertandingan, dan para pendukung memenuhi stadion Maracanã dengan jumlah penonton mencapai 210.000 (rekor jumlah penonton ini masih bertahan sampai sekarang).

 

Siapkan Pidato Kemenangan

Jules Rimet telah menyiapkan pidato dalam bahasa Portugis untuk mengucapkan selamat apabila Brasil juara. Penyelenggara membiarkan Rimet berjalan sendiri di lapangan, memegang piala. Tidak ada upacara penyerahan piala kepada Uruguay. Rimet kemudian memanggil Varela untuk menyerahkan piala tersebut.

 

Siapkan 22 Medali

Konfederasi Sepak Bola Brasil telah membuat 22 medali emas dengan nama pemain-pemain Brasil dicetak di medali (pada saat itu FIFA belum menghadiahkan medali kepada tim pemenang) yang akhirnya harus dibuang.

 

Siapkan Lagu Kemenangan

Sebuah lagu kemenangan Brasil berjudul “Brasil os vencedores” (Brasil Sang Juara), telah digubah beberapa hari sebelum pertandingan dan akan dimainkan apabila Brasil juara. Lagu itu tidak pernah dimainkan.

 

Tidak Mau Terima Kenyataan

Surat kabar di Brasil tidak mau menerima kenyataan bahwa mereka telah dikalahkan. Jurnalis radio terkenal Ary Barroso memutuskan untuk pensiun, dan beberapa penggemar memutuskan bunuh diri.

Pemain-pemain tersebut akhirnya dijelek-jelekkan oleh rakyat Brasil. Banyak pemain tersebut diam-diam mengundurkan diri dari sepak bola, sementara sebagian tidak pernah lagi dipanggil untuk bermain.

 

Brasil Ubah Kostum Timnas

Brasil memutuskan untuk mengubah desain kostum tim nasionalnya setelah pertandingan tersebut karena dianggap sebagai pembawa sial. Sebelum Maracanazo, kostum kandang Brasil adalah baju putih dengan garis leher biru dan celana putih. Kostum ini berubah menjadi pakaian kuning dengan garis leher hijau dan celana biru, beserta kaos kaki putih dengan garis hijau. (bersambung)

.......

Piala Dunia FIFA 1950; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1950, dikutip pada Jumat, 05 Juni 2026

Maracanazo; https://id.wikipedia.org/wiki/Maracanazo; dikutip pada Jumat, 05 Juni 2026


.......

Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (4): Indonesia Negara Asia Pertama Ikut Piala Dunia Sepakbola FIFA

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama