------
PEDOMAN KARYA
Ahad, 21 Juni 2026
Keistimewaan Bulan Muharram
Oleh: Syamril
(Rektor Kalla Institute, Makassar)
Pekan ini di Masjid Al Ukhuwwah Makassar,
dua kali kajian tentang Keistimewaan Bulan Muharram. Disampaikan oleh Ustadz
Faizal dan Ustadz Marzuki Umar. Tulisan ini mencoba merangkum dengan judul
Keistimewaan Muharram.
Muharram menjadi satu dari 4 bulan haram
dalam Islam. Bulan haram artinya bulan yang mulia. Jika melakukan kebaikan maka
pahalanya berlipat ganda. Jika melakukan kejahatan dosanya juga berlipat ganda.
Bahkan dalam bulan haram sejak zaman jahiliyah sudah berlaku aturan tidak boleh
melakukan peperangan kecuali membela diri karena diserang pihak lain.
Dalam Kalender Hijriyah, 4 bulan haram itu
ada di awal, tengah, dan akhir. Diawali dengan Bulan Muharram, di tengahnya ada
Bulan Rajab. Di akhir ada Bulan Dzulqaidah dan Bulan Dzulhijjah.
Apa hikmahnya? Menurut para ulama', ini
menunjukkan bahwa sepanjang tahun Allah ingin agar manusia menjaga kemuliaaan
dirinya. Menjaga perilakunya di awal, tengah, dan akhir. Ada konsistensi dan
keberlanjutan.
Bulan Muharram memiliki beberapa
keistimewaan. Pertama, selain termasuk bulan haram atau bulan suci, bulan ini
juga sering disebut dengan Syahrullah yang artinya bulannya Allah. Kata
Syahrullah disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW. Salah satunya yang
berasal dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah
puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR Muslim)
Jika sesuatu dilekatkan nama Allah
padanya, maka itu menunjukkan keistimewaan. Rasulullah berarti utusan Allah.
Para Nabi dan Rasul adalah manusia terbaik di zamannya. Diutus Allah untuk
menyampaikan ajaran agama.
Khusus Muhammad Rasulullah adalah manusia
paling mulia dan terbaik di muka bumi sejak Nabi Adam hingga akhir zaman.
Baitullah berarti rumah Allah. Tempat
paling mulia di mana shalat di dalamnya setara 100.000 kali lipat di tempat
biasa.
Syahrullah berarti bulan Allah.
Mengerjakan ibadah di dalamnya memiliki keistimewaan. Khusus ibadah puasa Bulan
Muharram kemuliaannya hanya dikalahkan oleh bulan Ramadhan.
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik puasa
setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat
setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Keutamaan kedua bulan Muharram adalah
terdapat hari Asyura di dalamnya. Hari Asyura adalah hari yang sangat
dimuliakan dengan berpuasa sehari penuh. Berpuasa sebagai bentuk penghormatan
atas kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits
Rasulullah SAW yang berasal dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Nabi Muhammad
SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura.
Beliau bertanya, 'Hari apa ini?’ Mereka menjawab, 'Hari yang baik, hari di mana
Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada
hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW.
bersabda, 'Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.'
Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk
berpuasa.” (HR. Muslim).
Untuk membedakan dengan puasa orang Yahudi
maka Rasulullah meminta berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Apa keistimewaan Puasa Asyura? Dalam
sebuah hadits riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW menyebutkan secara langsung
keutamaan luar biasa dari puasa di tanggal 10 Muharram.
Beliau bersabda, “Puasa pada hari Asyura,
aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR.
Muslim)
Tahun 1448 Hijiah ini ada perbedaan awal
bulan antara NU dan Muhammadiyah. Jika mengacu ke Muhammadiyah maka Hari
Asyura' 10 Muharram 1448 H akan jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Jika
mengacu ke NU maka jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Ustadz Marzuki Umar, akomodir saja
semua dengan puasa pada Kamis dan Jumat. Bahkan bisa Rabu, Kamis, dan Jumat
24-26 Juni 2026. Jadi masuk 8, 9, 10 atau 9, 10, 11 Muharram. Bukankah puasa di
bulan Muharram memang lebih baik? Wallahu a'lam.
Makassar, 20 Juni 2026
