------
Ahad, 21 Juni 2026
DUNIA KAMPUS
Rakhim Nanda Sebutkan 10 Capaian
Internasional Unismuh Makassar
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Rektor
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda menyebutkan
10 capaian internasional Unismuh Makassar dalam pidato Wisuda Ke-88 Unismuh
Makassar, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni
2026.
Berbagai capaian internasional itu,
katanya, menjadi bagian dari arah transformasi Unismuh melalui I-GIFt, yakni
Integrated, Green, Islamic, and Futuristic. Konsep ini ditempatkan sebagai
bagian dari roadmap Unismuh menuju Research and International Reputable
University.
“Capaian pemeringkatan ini bukan
semata-mata untuk prestise. Ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa Unismuh
hadir dalam percakapan global tentang mutu, keberlanjutan, pendidikan,
lingkungan, dan peradaban,” ujar Rakhim.
Pada Wisuda Ke-88 ini, Unismuh Makassar
mengukuhkan 1.411 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Momentum wisuda
tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,
Prof Fauzan, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Mahfud
Sholihin PhD.
Juga hadir unsur Pemerintah Provinsi Sulsel, Koordinator Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Prof Hamdan Juhannis, LLDikti Wilayah IX, Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah Sulsel, dan keluarga wisudawan.
Ke-10 capaian internasional Unismuh Makassarya yaitu, pertama, Masuk Times Higher Education Impact Rankings 2025.
Unismuh Makassar masuk dalam Times Higher
Education Impact Rankings 2025 pada rentang 1001–1500 dunia. Pemeringkatan ini
menjadi salah satu ukuran global untuk melihat kontribusi perguruan tinggi
terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.
Masuknya Unismuh dalam pemeringkatan ini
menunjukkan bahwa kampus tersebut mulai terhubung dengan ukuran-ukuran reputasi
internasional. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi dampak
sosial, keberlanjutan, tata kelola, pendidikan, dan kontribusi kampus terhadap
masyarakat.
Bagi Unismuh, capaian ini menjadi sinyal
bahwa perguruan tinggi Islam dari kawasan timur Indonesia dapat ikut hadir
dalam percakapan global tentang mutu pendidikan tinggi.
Kedua, tembus rentang 401–600 dunia untuk
indikator SDGs. Dalam THE Impact Rankings, Unismuh juga mencatat capaian pada
indikator SDGs. Rektor menyampaikan, Unismuh berada pada rentang 401–600 dunia
untuk indikator SDGs 2 dan SDGs 4.
SDGs 2 berkaitan dengan isu tanpa
kelaparan, ketahanan pangan, dan keberlanjutan. Sementara SDGs 4 berkaitan
dengan pendidikan berkualitas. Dua indikator ini penting karena menunjukkan
bahwa reputasi kampus tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau gedung,
tetapi juga dari kontribusi kampus dalam menjawab persoalan dunia.
Capaian ini sejalan dengan arah Unismuh
yang ingin menghadirkan pendidikan tinggi berdampak. Kampus tidak hanya menjadi
ruang kuliah, tetapi juga pusat gagasan, riset, pengabdian, dan gerakan sosial.
Ketiga, masuk radar THE World University
Rankings 2026. Unismuh Makassar juga disebut telah masuk radar Times Higher
Education World University Rankings 2026. Masuk radar pemeringkatan dunia
menjadi tahapan penting bagi kampus yang sedang membangun reputasi
internasional.
Bagi perguruan tinggi, pemeringkatan
global tidak hanya berkaitan dengan posisi angka. Lebih dari itu, pemeringkatan
menjadi alat evaluasi untuk memperkuat mutu akademik, reputasi riset, tata
kelola, jejaring internasional, dan daya saing kelembagaan.
Rakhim menegaskan, Unismuh tidak ingin
menjadikan pemeringkatan sebagai tujuan akhir. Pemeringkatan diposisikan
sebagai cermin untuk memperbaiki diri dan memperkuat mutu dari dalam.
Keempat, masuk QS World University
Rankings Asia. Capaian lain yang dipaparkan Rektor adalah masuknya Unismuh
dalam QS World University Rankings Asia pada rentang 1201–1300.
QS Asia menjadi salah satu pemeringkatan
yang banyak digunakan untuk melihat daya saing perguruan tinggi di kawasan
Asia. Masuknya Unismuh dalam daftar ini memperlihatkan bahwa kampus mulai
menempatkan diri dalam peta persaingan pendidikan tinggi regional.
Bagi Unismuh, capaian ini penting karena
kampus tidak hanya ingin dikenal secara lokal atau nasional, tetapi juga
memiliki rekognisi yang lebih luas. Dari Makassar, Unismuh ingin membangun
posisi sebagai kampus Islam berkemajuan yang bisa bersaing di tingkat Asia.
Kelima, peringkat ke-4 nasional dan 20
dunia di UI GreenMetric. Unismuh Makassar juga mencatat capaian dalam UI
GreenMetric, khususnya pada kategori ruang terbuka dan infrastruktur hijau.
Pada kategori tersebut, Unismuh menempati peringkat 4 nasional dan peringkat 20
dunia.
Capaian ini sangat terkait dengan aspek
Green dalam I-GIFt. Unismuh mulai memperkuat identitas sebagai kampus hijau
melalui pengelolaan lingkungan, ruang terbuka, infrastruktur hijau, serta
gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Rakhim menyampaikan, Unismuh juga memiliki
Hutan Pendidikan di Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru,
dengan luas sekitar 229 hektare. Hutan pendidikan ini dikembangkan sebagai
laboratorium alam untuk konservasi, riset, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat.
Keenam, punya 90 kerja sama internasional
dari 41 negara. Reputasi internasional Unismuh juga diperkuat melalui jejaring
kerja sama luar negeri. Hingga 2026, Unismuh mencatat 90 kerja sama
internasional dari 41 negara.
Kerja sama itu mencakup berbagai negara,
antara lain Mesir, Arab Saudi, Belanda, Belgia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Namun, bagi Unismuh, kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada
seremoni penandatanganan dokumen.
Rakhim menegaskan, kerja sama harus
diturunkan menjadi implementasi nyata. Bentuknya dapat berupa program akademik,
riset bersama, pengabdian masyarakat, pertukaran pengalaman, mobilitas
mahasiswa dan dosen, serta penguatan jejaring kelembagaan global.
Ketujuh, jadi tempat belajar 388 mahasiswa
asing dari 7 negara. Jumlah mahasiswa asing di Unismuh Makassar juga terus
bertambah. Rektor menyampaikan, saat ini Unismuh memiliki 388 mahasiswa asing
dari 7 negara.
Kehadiran mahasiswa asing menjadi salah
satu tanda bahwa kampus mulai dikenal di luar negeri. Mahasiswa asing juga
memperkaya suasana akademik, budaya, dan interaksi global di lingkungan kampus.
Bagi Unismuh, internasionalisasi tidak
hanya berarti mengirim mahasiswa atau dosen ke luar negeri. Kehadiran mahasiswa
asing di Makassar juga menunjukkan bahwa kampus mampu menjadi tujuan belajar
bagi warga negara lain.
Kedelapan, Program Kedokteran meraih
akreditasi internasional. Unismuh juga mencatat capaian penting di bidang
pendidikan kesehatan. Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter
Unismuh telah meraih akreditasi internasional.
Capaian ini menunjukkan bahwa penguatan
mutu akademik Unismuh tidak hanya dilakukan pada level institusi, tetapi juga
pada program studi. Akreditasi internasional menjadi bukti bahwa program studi
tertentu telah menyesuaikan diri dengan standar mutu yang lebih luas.
Dalam konteks Unismuh, capaian ini juga
semakin strategis karena kampus terus memperluas mandat akademik di bidang
kesehatan, termasuk melalui pengembangan program profesi dan spesialis.
Kesembilan, kembangkan riset dan
pengabdian kolaborasi internasional. Unismuh tidak hanya memperluas kerja sama,
tetapi juga mulai menguatkan kolaborasi riset dan pengabdian internasional.
Dalam data yang dipaparkan Rektor, terdapat 31 judul penelitian kolaborasi
internasional dengan dana sekitar Rp1,5 miliar.
Selain itu, terdapat 19 judul pengabdian
kolaborasi internasional dengan dana sekitar Rp250 juta. Artinya, kerja sama
global mulai diterjemahkan dalam kegiatan akademik yang lebih konkret.
Kolaborasi riset dan pengabdian
internasional penting karena menjadi bagian dari ekosistem kampus riset.
Melalui kerja sama seperti ini, dosen dan mahasiswa tidak hanya bekerja dalam
lingkup lokal, tetapi juga terhubung dengan jejaring pengetahuan global.
Kesepuluh, punya 83 publikasi
internasional bereputasi. Produktivitas akademik Unismuh juga tampak dari
publikasi internasional bereputasi. Hingga 2026, jumlah publikasi internasional
bereputasi dosen Unismuh mencapai 83 publikasi.
Publikasi tersebut terdiri atas artikel
ilmiah internasional bereputasi, book chapter, dan conference paper. Capaian
ini menunjukkan bahwa riset dosen Unismuh tidak hanya berhenti sebagai laporan,
tetapi juga disebarluaskan dalam forum akademik yang lebih luas.
Publikasi internasional menjadi salah satu
indikator penting dalam membangun reputasi kampus. Semakin banyak karya ilmiah
yang dibaca, diuji, dikutip, dan dimanfaatkan oleh komunitas akademik, semakin
kuat pula posisi kampus dalam ekosistem keilmuan global.
Unismuh dari Timur Indonesia untuk Dunia
Dalam pidatonya, Rakhim menegaskan bahwa
seluruh capaian tersebut bukan kerja satu orang. Ia menyebut kemajuan Unismuh
merupakan hasil kerja kolektif pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa,
orang tua, Persyarikatan, pemerintah, mitra, dan masyarakat.
Menurutnya, reputasi internasional tidak
boleh membuat kampus kehilangan akar. Karena itu, transformasi Unismuh tetap
diletakkan dalam spirit Islam Berkemajuan, tata kelola yang amanah, kepedulian
lingkungan, dan kebermanfaatan sosial.
“Kita ingin menegaskan bahwa perguruan
tinggi Islam dari kawasan timur Indonesia dapat ikut memberi kontribusi bagi
masa depan umat manusia,” ujar Rakhim. (asnawin)
