Parmusi Bangun Pesantren di Tombolo Pao Gowa

PONDOK PESANTREN. Ketua DPW Parmusi Sulsel Abu Bakar Wasahua (kedua dari kiri) bersama Kepada Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Drs Abdul Rahman L, MSi, foto bersama di lokasi tanah pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. (ist)    

 

-----

Sabtu, 27 Juni 2026

 

Parmusi Bangun Pesantren di Tombolo Pao Gowa

 

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulsel akan membangun pondok pesantren di Dusun Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.

Sebagai langkah awal, Parmusi terlebih dahulu membangun gedungnya dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren Madani Parmusi, dilakukan pada Ahad, 28 Juni 2026.

Peletakan batu pertama dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Parmusi, Dr Ali Amran Tanjung, Sekjen KH Tairman Elon, beserta dua pengurus harian DPP, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, dan Kepala Kemenag Kabupaten Gowa.

Pengurus Parmusi Sulsel telah melakukan audiensi dengan Bupati Gowa Husniah Talenrang untuk melapor dan meminta kesediaan bupati menghadii acara peletakan batu pertama.

Sekretaris Parmusi Sulsel, Drs Syamsuddin MSi yang juga bertindak sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan, Pondok Pesantren Madani Parmusi yang dibangun di Tombolo Pao Kabupaten Gowa adalah pesantren pertama di luar Jawa yang didirikan Parmusi, sejak dideklarasikan pada 17 Agustus 1967.

Parmusi kemudian berubah menjadi Parpol pada 20 Februari 1968. Lalu, 4 Oktober 2016, organisasi ini resmi mengusung visi misinya dengan berpijak pada empat pilar, yakni Keimanan dan Ketaqwaan, Dakwah, Sosial, Ekonomi dan Pendidikan.

Parmusi yang banyak bergerak dalam.dakwah ilallah dengan konsep yang diusung bernama Desa Madani, bergerak ke seluruh pelosok desa terpencil dan terluar perbatasan.

Dari sini pula lahir kegelisahan yang terus menerpa, bagaimana Parmusi memiliki lembaga pendidikan pesantren yang lokasinya sejuk, jauh dari keramaian kota serta menjadi pusat kebudayaan, peradaban dan wisata religi.

Awal mula rencana pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, dari gagasan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulsel, Dr Abu Bakar Wasahua, saat Parmusi menggelar kegiatan sosial, keagamaan dan ekonomi, di Tamaona, Tombolo Pao, Gowa.

Kepada Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Drs Abdul Rahman L, MSi, Ketua DPW Parmusi Sulsel Abu Bakar bertanya, siapa kira-kira yang memiliki lahan untuk diwakafkan menjadi pesantren.

Pertanyaan Abu Bakar mendapat respons positif dari Abdul Rahman, tokoh masyarakat yang dikenal gigih mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan, sosial dan keagamaan.

“Ada saya punya tanah, itu bisa kita gunakan. Kalau perlu, janganki dulu pulang ke Makassar, sebelum kita lihat lokasinya,” kata Abdul Rahman.

Ia mengatakan, lokasi tanahnya sangat strategis. Berbatasan dengan Kabupaten Sinjai di bagian timur, Kabupaten Bulukumba di sebelah selatan, Kabupaten Bone di sebelah utara, dan Kecamatan Tinggi Moncong, Gowa, di sebelah Barat.

Maka rombongan yang telah melakukan kegiatan sosial keagamaan dan ekonomi itu, beranjak ke lokasi dimaksud, meskipun sudah siap balik ke Makassar. Momen itu tercatat pada 23-24 Januari 2026.

Lima bulan mengerjakan rencana pembangunan Ponpes ini, mulai dari administrasi akta wakaf dan  proses ikrar wakaf dilaksanakan di kediaman Abdul Rahman yang berlangsung penuh haru pada 28 Maret 2026.

Setelah pengurusan akta wakaf di Makassar, diurus pula administrasi Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara yang diketuai Prof Mardi Adi Armin, salah seorang Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin.

Lima bulan mengutui urusan Ponpes, terasa tidak ada hambatan berarti, termasuk ketika melakukan audiens dengan Kakankemenag Gowa, H. Jamaris SAg MH, dan audiens dengan Bupati Gowa yang diwakili Sekda, semua merespons positif rencana mulia ini.

Lima bulan bekerja, kini tibalah waktu yang dinantikan, prosesi peletakan batu pertama pada Ahad 28 Juni 2026 yang akan dihadiri langsung orang nomor wahid di pemerintahan Kabupaten Gowa.

Abu Bakar Wasahua berharap, kehadiran pesantren Parmusi, menjadi tumpuan harapan bagi pengembangan keagamaan, akhlak, kemampuan menghafal Alquran, bercakap bahasa Inggris dan Arab yang memiliki magnet kuat, tidak saja bagi masyarakat Tombolo Pao dan pemerintah kabupaten Gowa, tetapi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. (Muliaty Mastura)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama