-------
Kamis, 11 Juni 2026
Seratusan Mahasiswa Unhas KKN di Jepang,
China, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan Timor-Leste
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Sebanyak 113 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Internasional di enam negara, yakni Jepang, China, Taiwan,
Thailand, Malaysia, dan Timor-Leste.
Mereka akan melakukan KKN dalam berbagai
aktivitas berbasis pengabdian, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan selama
kurang lebih 28 hari di enam negara tersebut.
Program ini dirancang untuk memperkuat
kapasitas mahasiswa sebagai lulusan yang adaptif, berdaya saing, serta memiliki
perspektif global dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat.
Pelepasan peserta KKN Internasional
berlangsung di Ruang Senat, Gedung Rektorat, Rabu, 10 Juni 2026, dan dipimpin
oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Muhammad Ruslin.
Pengalaman belajar di tingkat
internasional, kata Ruslin, menjadi salah satu instrumen penting dalam
membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa di era globalisasi yang semakin
dinamis.
“Mahasiswa Unhas harus mampu menjadi
pembelajar yang adaptif sekaligus agen perubahan. KKN Internasional memberikan
ruang bagi mahasiswa untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas,
memahami keberagaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ruslin.
Dia berharap para peserta dapat menjadi
representasi terbaik Unhas selama menjalankan program. Kehadiran mahasiswa di
negara tujuan diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat
setempat, tetapi memperkuat jejaring dan hubungan kerja sama yang telah
dibangun Unhas dengan berbagai mitra internasional.
Kepala Subdirektorat KKN pada Direktorat
Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Dr Syarifuddin
Mabe Parenreng, menjelaskan, dari 113 mahasiswa yang terlibat, 60 di antaranya
mengikuti Program KKN Internasional–Enrichment Program Fakultas Kedokteran Gigi
(FKG) yang dilaksanakan di Jepang, China, Taiwan, dan Thailand, sedangkan 53
mahasiswa lainnya akan menjalankan KKN Internasional di Malaysia dan
Timor-Leste.
Syarifuddin mengatakan, KKN Internasional
merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang
memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan keilmuan secara langsung di
masyarakat.
Program ini juga mendukung pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs), khusunya untuk tujuan 1,3, dan 4 melalui
berbagai kegiatan pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.
“Kami berharap peserta tidak hanya membawa
ilmu untuk dibagikan kepada masyarakat, tetapi juga membawa pulang pengalaman
dan perspektif baru yang dapat memperkaya proses pembelajaran mereka di
kampus,” kata Syarifuddin. (kia)
