------
Ahad, 28 Juni 2026
PIALA DUNIA SEPAK BOLA FIFA 2026:
Tanjung Verde “Singkirkan” Uruguay di Piala
Dunia 2026
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tanjung
Verde secara tidak langsung menyingkirkan mantan juara Piala Dunia, Uruguay, di
babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2026, dengan melaju ke babak 32 besar,
sedangkan Uruguay gugur di fase grup.
Pada pertandingan ketiga fase grup, Tanjung Verde bermain imbang tanpa gol dengan Arab Saudi, di Stadion Houston, Texas, Amerika
Serikat, Sabtu, 27 Juni 2026 Wita, sedangkan Uruguay kalah 0-1 dari Spanyol.
Dengan hasil pertandingan tersebut,
Tanjung Verde berada di posisi kedua klasemen akhir Grup H di bawah Spanyol dan
otomatis lolos ke babak 32 besar, sedangkan Uruguay tidak tertolong karena berada
di peringkat ketiga dan hanya meraih 2 poin dari tiga pertandingan.
Tanjung Verde kemudian mencatat sejarah yang berstatus debutan Piala Dunia dan lolos ke babak kedua sebagai peringkat kedua klasemen akhir fase grup dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.
Pada pertandingan lain, Spanyol menang 1-0 atas Uruguay di Stadion Guadalajara, Meksiko. Alex Baena menjadi bintang usai mencetak gol semata wayang pada laga ini menit ke-42 melalui assist Marcos Llorente.
Uruguay yang membutuhkan kemenangan justru
tampil di bawah tekanan Spanyol yang mengandalkan pergerakan dari Lamine Yamal
dan Mikel Oyarzabal.
Kemenangan ini membawa Spanyol finis
sebagai pemuncak klasemen Grup H dengan tujuh poin hasil dari dua kemenangan
dan satu kali imbang.
Uruguay adalah salah satu
kekuatan bersejarah di sepak bola internasional dengan meraih 2 gelar juara
Piala Dunia FIFA, yakni Piala Dunia pertama tahun 1930 di Uruguay, dan Piala
Dunia 1950 di Brasil. Uruguay juga mencapai peringkat keempat pada Piala Dunia 1970
dan Piala Dunia 2010.
Tanjung Verde adalah sebuah negara
kepulauan dengan sekitar setengah juta penduduk dan luas daratan hanya 4.000
kilometer persegi. Pencapaian Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia FIFA 2026
merupakan sebuah tonggak sejarah.
Baru merdeka pada 1975,
perjalanan tim nasional Tanjung Verde dimulai beberapa tahun kemudian pada
1978. Dalam dekade-dekade setelahnya, seiring tim dan para pemain yang terlibat
terus menambah pengalaman, ambisi mereka pun semakin berkembang.
Keberhasilan Tanjung Verde
lolos ke Piala Dunia FIFA menunjukkan kekuatan budaya sepak bola yang
menyatukan negeri itu dan diaspora mereka yang begitu luas dalam beberapa tahun
terakhir, para keturunan dari beragam latar belakang mulai terlibat dalam
proyek ini, yang menjadi sebuah mobilisasi nasional berpusat pada sepak bola.
Di bawah kepemimpinan Pedro Leitao Brito, yang lebih dikenal dengan nama Bubista, tim pelatih berhasil membangun skuad yang seimbang serta suasana ruang ganti dengan chemistry yang kuat.
Konsistensi dan mentalitas
kompetitif menjadi komponen kunci dalam kampanye kualifikasi CAF milik Tanjung
Verde untuk Piala Dunia FIFA 2026, yang merupakan buah dari sebuah proyek
jangka panjang.
Terdapat tanda-tanda
menjanjikan pada kampanye-kampanye sebelumnya, meskipun mereka belum mampu
menuntaskannya. Dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 Qatar, misalnya, mereka
berjuang sengit melawan Nigeria, salah satu kekuatan besar sepak bola Afrika, namun
pada akhirnya tersingkir pada laga terakhir fase grup, dengan nasib ditentukan
melalui hasil imbang 1-1 di Lagos.
Beberapa nama dari skuad
tersebut, seperti kapten Ryan Mendes, penjaga gawang Vozinha, dan bek Roberto
Lopes, masih menjadi bagian penting dari tim yang sukses empat tahun kemudian.
Keberhasilan mereka lahir dari perpaduan para pemain, staf kepelatihan, dan para penggemar, semuanya bersatu untuk menempatkan Tanjung Verde pada peta sepak bola dunia. (asnawin)
