Tanjung Verde “Singkirkan” Uruguay di Piala Dunia 2026

Pemain Tanjung Verde, Kevin Pina, disambut rekan-rekannya yang duduk di bangku cadangan seusai mencetak gol pada menit ke-21 ke gawang Uruguay, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin, 22 Juni 2026 Wita. Pertandingan berakhir imbang 2-2. (Foto: FIFA)   

 

------

Ahad, 28 Juni 2026  

 

PIALA DUNIA SEPAK BOLA FIFA 2026:

 

Tanjung Verde “Singkirkan” Uruguay di Piala Dunia 2026

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tanjung Verde secara tidak langsung menyingkirkan mantan juara Piala Dunia, Uruguay, di babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2026, dengan melaju ke babak 32 besar, sedangkan Uruguay gugur di fase grup.

Pada pertandingan ketiga fase grup, Tanjung Verde bermain imbang tanpa gol dengan Arab Saudi, di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu, 27 Juni 2026 Wita, sedangkan Uruguay kalah 0-1 dari Spanyol.

Dengan hasil pertandingan tersebut, Tanjung Verde berada di posisi kedua klasemen akhir Grup H di bawah Spanyol dan otomatis lolos ke babak 32 besar, sedangkan Uruguay tidak tertolong karena berada di peringkat ketiga dan hanya meraih 2 poin dari tiga pertandingan.

Tanjung Verde kemudian mencatat sejarah yang berstatus debutan Piala Dunia dan lolos ke babak kedua sebagai peringkat kedua klasemen akhir fase grup dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.

Nama pemain gelandang Tanjung Verde, Kevin Pina, juga tercatat dalam sejarah sebagai pencetak gol pertama Tanjung Verde yang mencetak gol di Piala Dunia. Ia membobol gawang Uruguay melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti pada menit ke-21, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin, 22 Juni 2026 Wita. Pertandingan antara Tanjung Verde versus Uruguay berakhir imbang 2-2. 

Pada pertandingan lain, Spanyol menang 1-0 atas Uruguay di Stadion Guadalajara, Meksiko. Alex Baena menjadi bintang usai mencetak gol semata wayang pada laga ini menit ke-42 melalui assist Marcos Llorente.

Uruguay yang membutuhkan kemenangan justru tampil di bawah tekanan Spanyol yang mengandalkan pergerakan dari Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal.

Kemenangan ini membawa Spanyol finis sebagai pemuncak klasemen Grup H dengan tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang.

Uruguay adalah salah satu kekuatan bersejarah di sepak bola internasional dengan meraih 2 gelar juara Piala Dunia FIFA, yakni Piala Dunia pertama tahun 1930 di Uruguay, dan Piala Dunia 1950 di Brasil. Uruguay juga mencapai peringkat keempat pada Piala Dunia 1970 dan Piala Dunia 2010.

Tanjung Verde adalah sebuah negara kepulauan dengan sekitar setengah juta penduduk dan luas daratan hanya 4.000 kilometer persegi. Pencapaian Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 merupakan sebuah tonggak sejarah.

Baru merdeka pada 1975, perjalanan tim nasional Tanjung Verde dimulai beberapa tahun kemudian pada 1978. Dalam dekade-dekade setelahnya, seiring tim dan para pemain yang terlibat terus menambah pengalaman, ambisi mereka pun semakin berkembang.

Keberhasilan Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia FIFA menunjukkan kekuatan budaya sepak bola yang menyatukan negeri itu dan diaspora mereka yang begitu luas dalam beberapa tahun terakhir, para keturunan dari beragam latar belakang mulai terlibat dalam proyek ini, yang menjadi sebuah mobilisasi nasional berpusat pada sepak bola.

Di bawah kepemimpinan Pedro Leitao Brito, yang lebih dikenal dengan nama Bubista, tim pelatih berhasil membangun skuad yang seimbang serta suasana ruang ganti dengan chemistry yang kuat.

Konsistensi dan mentalitas kompetitif menjadi komponen kunci dalam kampanye kualifikasi CAF milik Tanjung Verde untuk Piala Dunia FIFA 2026, yang merupakan buah dari sebuah proyek jangka panjang.

Terdapat tanda-tanda menjanjikan pada kampanye-kampanye sebelumnya, meskipun mereka belum mampu menuntaskannya. Dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 Qatar, misalnya, mereka berjuang sengit melawan Nigeria, salah satu kekuatan besar sepak bola Afrika, namun pada akhirnya tersingkir pada laga terakhir fase grup, dengan nasib ditentukan melalui hasil imbang 1-1 di Lagos.

Beberapa nama dari skuad tersebut, seperti kapten Ryan Mendes, penjaga gawang Vozinha, dan bek Roberto Lopes, masih menjadi bagian penting dari tim yang sukses empat tahun kemudian.

Keberhasilan mereka lahir dari perpaduan para pemain, staf kepelatihan, dan para penggemar, semuanya bersatu untuk menempatkan Tanjung Verde pada peta sepak bola dunia. (asnawin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama