![]() |
| Brasil keluar sebagai Juara Piala Dunia FIFA 1958 setelah menundukkan tuan rumah Swedia di final dengan skor 5–2. (int) |
-----
PEDOMAN KARYA
Ahad, 07 Juni 2026
Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (6):
Tundukkan Tuan Rumah Swedia, Brasil Juara
Piala Dunia 1958
Oleh: Asnawin Aminuddin
Piala Dunia FIFA 1958 adalah Piala Dunia
yang keenam, dan dilangsungkan di Swedia dari tanggal 8 Juni - 29 Juni. Swedia
dipilih oleh FIFA sebagai tuan rumah pada bulan Juni 1950.
Brasil yang sebenarnya tidak diunggulkan keluar sebagai Juara Piala Dunia
FIFA 1958 setelah menundukkan tuan rumah Swedia di final dengan skor 5–2. Ini
adalah pertama kali Brasil jadi juara. Piala Dunia 1958 juga menjadi penampilan
pertama bintang sepak bola Brasil, Pele, yang di kemudian hari menjadi pemain
sepak bola legendaris.
Sebanyak 16 timnas bertanding pada Piala
Dunia 1958 dan dibagi dalam empat grup. Dua tim dari setiap grup akan maju ke
babak perempatfinal yang menggunakan sistem gugur.
Grup A: Jerman Barat, Cekoslowakia, Irlandia
Utara, Argentina. Jerman Barat dan Irlandia Utara lolos ke putaran kedua.
Jerman Barat keluar sebagai juara grup
setelah mengalahkan Argentina 3-1, serta bermain imbang 2-2 dengan
Cekoslowakia, dan juga imbang 2-2 dengan Irlandia Utara, sedangkan Irlandia
Utara menempati peringkat kedua setelah mengalahkan Cekoslowakia 1-0, bermain
imbang 2-2 dengan Jerman Barat, serta kalah 1-3 dari Argentina.
Irlandia Utara kemudian harus bertanding
play-off melawan Cekoslowakia karena memiliki poin yang sama yakni 3 poin, dan
Irlandia Utara menang 2-1 (0-0, 1-1) melalui perpanjangan waktu.
Grup B :
Perancis, Yugoslavia, Skotlandia, Paraguay. Perancis dan Yugoslavia lolos ke
babak perempatfinal setelah keduanya meraih poin yang sama yakni 4 poin,
sedangkan Paraguay hanya 3 poin, dan Skotlandia 1 poin.
Perancis meraih 4 poin hasil dari dua kali
menang, yakni menang 7-3 atas Paraguay, dan menang 2-1 atas Skotlandia, dan
kalah 2-3 dari Yugoslavia, sedangkan Yugoslavia menang satu kali yakni atas
Perancis dengan skor 3-2, serta dua kali seri yakni 1-1 melawan Skotlandia, dan
3-3 melawan Paraguay.
Perancis ditempatkan pada peringkat pertama karena memiliki rata-rata gol lebih banyak dibandingkan Yugoslavia.
Grup C : Swedia, Hungaria, Wales, Meksiko. Tuan rumah Swedia dan Wales lolos ke babak perempatfinal setelah Swedia merah poin tertinggi yakni 5 poin, sedangkan Wales meraih 3 poin sama dengan poin yang diraih Hungaria, tetapi Wales berhasil mengalahkan Hungaria dalam pertandingan play-off.
Swedia meraih 5 poin hasil dari dua kali
menang yakni atas Meksiko 3-0, dan atas Hungaria 2-1, serta bermain imbang 0-0
dengan Wales, sedangkan Wales meraih 3 poin hasil dari kali seri yakni 1-1
dengan Hungaria, 1-1 dengan Meksiko, dan 0-0 dengan Swedia.
Dalam pertandingan play-off, Wales
mengalahkan Hungaria dengan skor 2-1.
Grup D: Austria, Uni Soviet, Inggris, Brasil.
Brasil dan Uni Soviet lolos ke babak perempatfinal. Brasil menempati peringkat
pertama grup dengan 5 poin, hasil dari dua kali menang, yakni 3-0 atas Austria,
dan 2-0 atas Uni Soviet, serta bermain imbang 0-0 dengan Inggris.
Uni Soviet dan Inggris sama-sama meraih 3
poin sehingga terpaksa diadakan pertandingan play-off dan pertandingan
dimenangkan oleh Uni Soviet dengan skor 1-0. Tiga poin Uni Soviet pada babak
penyisihan grup diperoleh dari satu kali menang yakni atas Austria dengan skor
2-0, satu kali imbang 2-2 dengan Inggris, serta satu kali kalah yakni dari
Brasil dengan skor 0-2.
Perempatfinal
Di perempatfinal, Brasil mengalahkan Wales
dengan skor tipis 1-0, Perancis menundukkan Irlandia Utara dengan skor telak
4-0, Swedia menyingkirkan Uni Soviet dengan kemenangan 2-0, serta Jerman Barat
menang tipis 1-0 atas Yugoslavia.
Semifinal
Selanjutnya di semifinal, Brasil
mengalahkan Perancis dengan skor 5-2, dan Swedia menundukkan juara bertahan
Jerman Barat dengan skor 3-1.
Pada perebutan tempat ketiga, Perancis
mengalahkan Jerman Barat dengan skor 6-3 (3-1). Empat dari enam gol Jerman
Barat dicetak oleh Just Louis Fontaine, yakni pada menit 16, menit 36, menit
78, dan menit 89. Dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Raymond Kopa pada
menit ke-27 melalui titik penalti, dan oleh Yvon Douis pada menit ke-50.
Final
Pertandingan final dilangsungkan pada 29
Juni 1958, di Stadion Stadion Råsunda, Solna, dipimpin oleh wasit Maurice
Guigue (Perancis), dengan jumlah penonton 51.800 orang.
Di final, Brasil mengalahkan tuan rumah
Swedia dengan skor 5-2 (2-1). Lima gol Brasil dicetak oleh Vava (Edvaldo
Jizídio Neto) pada menit ke-9 dan menit ke-32, Pele (Edson Arantes do
Nascimento) pada menit ke-55 dan menit ke-90, serta Zagallo (Mário Jorge Lobo
Zagallo) pada menit ke-68.
Dua gol balasan Swedia dicetak oleh Nils
Liedholm pada menit ke-4, dan Agne Simonsson pada menit ke-80.
Sebanyak 126 gol dicetak dalam 35
pertandingan, dengan rata-rata 3,6 gol per pertandingan.
Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak
diraih oleh pemain Perancis, Just Fontaine, dengan 13 gol. Sepatu Perak sebagai
pencetak gol terbanyak kedua direbut oleh Pele dengan 6 gol.
.....
Referensi:
Piala Dunia FIFA 1958; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1958,
dikutip pada Sabtu, 06 Juni 2026.
Final Piala Dunia FIFA 1958; https://id.wikipedia.org/wiki/Final_Piala_Dunia_FIFA_1958,
dikutip pada Ahad, 07 Juni 2026.
.....
Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (5):
Perkasa di Penyisihan, Hungaria Kalah dari Jerman Barat di Final Piala Dunia 1954
