Pemerintah Dirikan Universitas dan Dipimpin oleh Gubernur

“Pemerintah mendirikan universitas. Namanya Universitas Republik Indonesia. Disingkat URI. Anehnya, URI ini dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur,” kata Daeng Nappa’. (int)

 

-----

PEDOMAN KARYA

Rabu, 29 Juli 2026

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Pemerintah Dirikan Universitas dan Dipimpin oleh Gubernur

 

“Aneh,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat jalan-jalan pagi seusa shalat subuh berjamaah di masjid.

“Apa yang aneh?” tanya Daeng Tompo’.

“Pemerintah mendirikan universitas. Namanya Universitas Republik Indonesia. Disingkat URI. Anehnya, URI ini dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur,” kata Daeng Nappa’.

“Universitas itu kan dipimpin oleh rektor?” tanya Daeng Tompo’.

“Disitumi anehnya,” kata Daeng Nappa’.

“URI ini di bawah kementerian pendidikan tinggi atau kementerian apa?” tanya Daeng Tompo’.

“Itu juga yang belum jelas, karena tiba-tiba saja Presiden melantik Gubernur dan Wakil Gubernur URI. Rencananya akan dibangun sepuluh kampus URI,” kata Daeng Nappa’.

“Berarti URI ini berbeda dibandingkan perguruan tinggi lain,” kata Daeng Tompo’.

“Penjelasan pemerintah, URI ini semacam lembaga pendidikan kedinasan setingkat perguruan tinggi dan dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan kepemimpinan dari jenjang sekolah hingga pendidikan tinggi, serta menyiapkan calon pemimpin untuk bekerja di lingkungan pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN),” tutur Daeng Nappa’.

“Kasihan perguruan tinggi swasta,” ujar Daeng Tompo’.

“Kasihan kenapa?” tanya Daeng Nappa’.

“Perguruan tinggi swasta sekarang sudah banyak yang menjerit karena kekurangan mahasiswa, karena perguruan tinggi negeri sekarang diberi kebebasan menerima mahasiswa baru sebanyak-banyaknya. Sekarang pemerintah mendirikan lagi perguruan tinggi baru. Pasti akan banyak orang kuliah di sana,” kata Daeng Tompo’.

“Betul. Itu juga bisa terjadi, karena kebanyakan orang mau kuliah di perguruan tinggi negeri,” timpal Daeng Nappa’.

“Ini juga bisa berdampak ke perguruan tinggi negeri,” kata Daeng Tompo’.

“Berdampak bagaimana” tanya Daeng Nappa’.

“Perguruan tinggi negeri juga pasti akan bersaing dengan URI. Kalau selama ini orang memilih perguruan tinggi negeri, sekarang sudah ada pilihan tambahan yaitu URI,” kata Daeng Tompo’.

“Betul,” ujar Daeng Nappa’.

“Aneh memang ini negara ta’,” ujar Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Yang aneh negara ta’ atau presiden ta’?” tanya Daeng Nappa’ juga sambil tersenyum.

“Dua-duanya,” jawab Daeng Tompo’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Rabu, 29 Juli 2026

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama