![]() |
| BENDERA MERAH PUTIH sepanjang 2.026 meter dibentangkan di Kota Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu, 29 Agustus 2026. |
------
Ahad, 30 Agustus 2026
Bendera Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter
Dibentangkan di Kota Tanjung Selor

Pelepasan rombongan kirab dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, bersama Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja S.Sos M.I.Pol. (ist)
........
TANJUNG SELOR, (PEDOMAN KARYA). Bendera
merah putih sepanjang 2.026 meter dibentangkan di Kota Tanjung Selor, Provinsi
Kalimantan Utara, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Aksi kolosal ini dimulai dari Markas Kodim
0903/Bulungan menuju Tugu Cinta Damai. Langkah kaki para personel TNI-Polri,
elemen ormas, pemuda, hingga para pelajar SMA dan SMK menyatu rapi,
bahu-membahu menopang satu lambang kebanggaan bangsa.
Bendera merah putih berkibar membelah
jalanan kota, membawa gelombang semangat patriotisme yang masih membara di Bumi
Benuanta.
Pelepasan rombongan kirab dilakukan
langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, bersama
Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja S.Sos M.I.Pol.
Pembentangan bendera sepanjang 2.026 meter
ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD
KNPI) Provinsi Kaltara dengan mengusung tajuk: “Hidup Bersama Harus Dijaga,
Damai Kita Sepanjang Masa.”
Pesan damai itu terwujud nyata saat
ratusan orang dari beragam latar belakang melebur dalam satu barisan panjang.
Sekat antarorganisasi dan seragam seketika runtuh, berganti menjadi sebuah
harmoni indah demi merawat keutuhan NKRI.
Gubernur Zainal Arifin tak mampu
menyembunyikan rasa bangganya melihat antusiasme warga yang tumpah ruah. Ia
menilai aksi ini sebagai langkah nyata untuk merawat gelora kebangsaan agar
tidak padam begitu saja usai momen 17 Agustus lewat.
“Ungkapan terima kasih setinggi-tingginya
untuk seluruh peserta yang tampil penuh stamina. Apresiasi khusus juga saya
berikan kepada KNPI serta jajaran pihak yang menyukseskan agenda luar biasa
ini,” tutur Zainal.
Langkah demi langkah yang bermuara di Tugu
Cinta Damai kian mempertegas makna pergerakan tersebut. Titik akhir ini menjadi
simbol penyadar bahwa kemerdekaan bukan cuma kenangan manis sejarah, melainkan
janji untuk terus menjaga kedamaian hidup bersama.
Bentangan Merah Putih sepanjang lebih dari
dua kilometer itu akhirnya menjadi saksi bisu. Dari jejak langkah para peserta,
tercipta pengingat kuat bahwa persatuan adalah komitmen harian yang wajib
dirawat setiap saat, bukan sekadar riuh tahunan. (james wehantouw)
