Buktikan Kebenaran Lawan Bupati Gowa Melalui Jalur Hukum

BUKTIKAN. Pengamat politik menyarankan Sekda dkk, membuktikan kebenaran dan keberanian dengan melawan Bupati Gowa Husniah Talenrang melalui proses hukum (PTUN) untuk menguji keabsahan kebijakan dan kewenangannya. 

 

-----

PEDOMAN KARYA

Rabu, 26 Agustus 2026

 

Buktikan Kebenaran Lawan Bupati Gowa Melalui Jalur Hukum

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik dan Pendidikan)

 

Pelaut dan pejuang Gowa di masa lalu adalah pelaut ulung dan pejuang tangguh, karena mampu membuktikan kebenaran tanpa menggunakan bantuan pihak ketiga, sehingga dalam catatan sejarah perjuangan bangsa, mereka dianggap sebagai pelaut ulung dan petarung yang handal.

Oleh karena itu sangat tepat kalau pengamat politik menyarankan Sekda dkk, membuktikan kebenaran dan keberanian dengan melawan Bupati Gowa Husniah Talenrang melalui proses hukum (PTUN) untuk menguji keabsahan kebijakan dan kewenangannya.

Bukan memanfaatkan rakyat yang buta politik dan tak tahu persoalan. Kalau takut lawan bupati, mundur saja, jangan ASN dan rakyat kecil yang dibenturkan, karena mereka tak punya kepentingan apa-apa.

Berbicara tentang Firdaus yang diangkat oleh Bupati Gowa menjadi Pelaksana Tugas Sekda Gowa, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan bahwa birokrat adalah seseorang yang menjadi bagian dari birokrasi atau pegawai yang bekerja pada lembaga pemerintah dan organisasi.

Merujuk pada aparatur sipil negara, pejabat administratif, atau pegawai publik yang menjalankan roda administrasi pemerintahan. Dapat pula merujuk pada manajer atau pengurus di organisasi swasta besar.

Integritas dan keteladanan seorang pejabat publik sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat serta mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi.

Mengapa integritas dan keteladanan itu sangat penting bagi pejabat publik? Pertama, untuk membangun kepercayaan publik.

Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah lahir dari keselarasan antara kata dan perbuatan pejabatnya. Dalam falsafah hidup orang Makassar, “assingkammai bulu na tingkokona”, satunya kata dan perbuatan.

Sikap ini mampu melahirkan legitimasi. Karena pejabat yang jujur membuat masyarakat lebih patuh dan percaya pada kebijakan pemerintah. Firdaus adalah sosok yang dikenal oleh masyarakat Gowa, sebagai pribadi yang jujur dan santun sehingga dihormati dan disegani oleh rekan kerjanya.

Kedua, untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang (Antititesis Korupsi). Integritas adalah penolak utama gratifikasi, suap, dan segala bentuk kecurangan. Dalam hal tanggung jawab, pejabat yang berintegritas selalu memprioritaskan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Ketiga, untuk menjadi teladan (role model) bagi bawahan dan masyarakat. Tokoh panutan. Sikap pemimpin yang lurus akan ditiru oleh pegawai di bawahnya dan membentuk budaya kerja yang bersih. Tindakan nyata seorang pemimpin memberikan dampak positif yang jauh lebih besar daripada sekadar imbauan lisan.

Seorang birokrat yang yang jujur dan berintegritas bisa menjadi broke model bagi ASN, karena dapat dijamin ia mampu mengatur dan mengelola urusan administratif sehari-hari di dalam instansi pemerintahan.

Firdaus dikenal sebagai sosok yang cerdas, cekatan, dan mampu mencerna, menerjemahkan kebijakan atau undang-undang yang dibuat oleh pemerintah menjadi tindakan atau pelayanan nyata bagi masyarakat.

Oleh karenanya itu sangat tepat sosoh Firdaus diangkat sebagai Plt Sekda Gowa. Dan publik mengapresiasi tindakan profesional Bupati Gowa yang mengangkat mantan Kepala Dinas Sosial tersebut sebagai Plt Sekda Gowa.

Publik percaya kalau Firdaus adalah pribadi yang ikhlas dan tulus mengemban amanah, sehingga diyakini mampu memberikan pelayanan administratif kepada warga negara secara teratur dan berkesinambungan.

Firdaus sangat berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan, karena telah melalui empat kepemimpinan (bupati) mulai Syahrul Yasin Limpo, Hasbullah Jabbar, Ichsan Yakin Limpo, dan Adnan Purichta Ichsan.

 

Makassar, 26 Agustus 2026


4 Komentar

  1. Tidak bisa kalian lawan Bupati Gowa .. Realististik saja bro, manusia tidak ada yang sempurna sementara yang kalian persoalkan adalah "masalah pribadi" dan bukan masalah kewenangan tugas atau penyalahgunaan tugas atau anggaran ! Tidak usah ber-konspirasi mengatasnamakan "rakyat"

    BalasHapus
  2. Kemungkinan termakan politik kepentingan kelompok yang ingin memasukkan bupati gowa,

    BalasHapus
  3. Ini kasus ttg GOWA. Kerajaan Gowa pernah tersohor sbagai penakluk akhir Belanda dan heroitisme Kerajaan masa lalu Namun dimasa skrg semua cerita hebatnya Gowa tercoreng oleh seorang kurang ADA, Kurang Iman dan Kurang Malu

    BalasHapus
  4. Gowa pernah HEBAT daerah Sukatan Hasanuddin. Tapi sekrang merokok jatuh oleh pemimpin KURANG MALU, Kurang Adab dan Kurang Iman.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama