Pegadaian Beri Beasiswa kepada 11 Mahasiswa Unhas

BEASISWA PEGADAIAN. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Persero Kanwil 6 Sulselbar Maluku, Pratikno (ketiga dari kiri), menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin (kedua dari kiri), di sela-sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, di JK Arenatorium GOR Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto: Humas Unhas)  

 

------

Rabu, 12 Agustus 2026

 

KAMPUS

 

Pegadaian Beri Beasiswa kepada 11 Mahasiswa Unhas

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). PT. Pegadaian memberikan beasiswa kepada 11 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Pegadaian Gold Generation Scholarship (PGGS) Tahun 2026.

Beasiswa yang diberikan mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup dan kesempatan mengikuti pembinaan literasi keuangan dari PT. Pegadaian.

Beasiswa diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Persero Kanwil 6 Sulselbar Maluku, Pratikno, didampingi Kepala Departemen Business Support Kanwil 6 Sulselbar Maluku, Dedi Suryadi, kepada perwakilan mahasiswa penerima beasiswa, disaksikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, di sela-sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, di JK Arenatorium GOR Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 11 Agustus 2026.

Program beasiswa pendidikan dari PT Pegadaian tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dunia usaha dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda unggul dan berdaya saing.

Sebanyak 47 mahasiswa Unhas sebelumnya dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 11 mahasiswa aktif semester tiga akhirnya ditetapkan sebagai penerima PGGS Tahun 2026.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi mereka berkonsentrasi pada proses akademik dan pengembangan kompetensi.

Pratikno menyampaikan, beasiswa merupakan bentuk dukungan Pegadaian bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dirinya berharap, para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan akademik dan pengembangan diri.

“Apa yang kami berikan hari ini merupakan bagian dari dukungan Pegadaian dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas dan daya saing,” jelas Pratikno.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menyampaikan apresiasi kepada PT. Pegadaian.

Kolaborasi tersebut dinilai merupakan bagian penting memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, khususnya dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan dukungan yang memadai.

“Beasiswa ini adalah bentuk kepercayaan kepada mahasiswa kami untuk terus berkembang dan memberikan prestasi terbaik,” jelas Ruslin.

Kolaborasi antara Unhas dan PT Pegadaian melalui PGGS sekaligus menunjukkan pengembangan sumber daya manusia membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Perguruan tinggi berperan dalam menyediakan lingkungan akademik dan pengembangan keilmuan, sementara dukungan dunia usaha dapat memperkuat keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Program PGGS Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda dengan kemampuan akademik, karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Manfaat program diharapkan terus berkembang melalui kontribusi para penerima beasiswa di tengah masyarakat.

Ke-11 mahasiswa Unhas penerima beasiswa PGGS Tahun 2026, yaitu Sri Ayu Arista (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Cristian D. M. Lolle (Fakultas Hukum), Nur Aziza (Fakultas Hukum), M. Fathir Maulana (Fakultas Hukum)

Kristian Geral Panjei Simanungkalit (Fakultas Teknik), Vira Arifti Eviyani (Fakultas Teknik), Muhammad Firmansyah (FISIP), Oustin Al Ghazali (FISIP), Ummul Ainun (FISIP), Muhammad Fadhil Anugrah (Fakultas Pertanian), dan Wahyuni (FMIPA). (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama