Rabihatun Idris dan Suami Raih Doktor dan Profesor Bersama-sama

 



PEDOMAN KARYA

Ahad, 16 Agustus 2026

 

In Memoriam:

 

Rabihatun Idris dan Suami Raih Doktor dan Profesor Bersama-sama

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

 

Nama Rabihatun Idris tidak terlalu berkibar sebagai dosen Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang maupun sebagai dosen Universitas Negeri Makassar (UNM).

Bukan karena tidak mampu, melainkan karena perempuan berdarah Bugis – Makassar kelahiran 1943 memang bukan tipe orang yang mengejar nama dan jabatan.

Ia berbeda dibandingkan suaminya, Muhammad Idris Arief, yang menduduki beberapa jabatan hingga akhirnya menjadi Rektor IKIP Ujung Pandang / UNM (1999-2003, 2003-2007).

Ibu Atun, sapaan akrabnya, lebih memilih khusyuk mengajar, membimbing mahasiswa, meneliti, dan menulis karya ilmiah. Ia memang pernah mendapat jabatan antara lain sebagai Kepala Pusat Studi Wanita Lembaga Penelitian UNM, tetapi jabatan itu ia terima hanya sebagai wujud penghormatan dan tanggung jawab sebagai dosen.

Ia memang punya ambisi tetapi ambisi itu memang harus ia bawa yaitu ambisi meraih gelar akademik tertinggi yakni doktor, dan juga ambisi meraih pangkat tertinggi sebagai dosen yakni guru besar alias profesor.

Dan ia berhasil meraih ambisinya meraih gelar doktor dan juga meraih pangkat tertinggi sebagai profesor. Dan poin pentingnya, ia meraih doktor dan juga profesor bersama-sama dengan suaminya, Muhammad Idris Arief.

Tentu saja tidak banyak pasangan suami istri yang bekerja di bidang yang sama yakni sebagai dosen, dan sama-sama pula meraih doktor serta profesor.

Usia keduanya hanya selisih satu tahun. Idris Arief lahir tahun 1942, sedangkan Rabihatun lahir tahun 1943. Mereka berdua bertemu di IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM) sebagai dosen dan keduanya kemudian sepakat menikah. Dari pernikahan keduanya, mereka dikaruniai lima orang anak.

Selain sebagai dosen UNM, Rabihatun dan Idris Arief juga mendirikan perguruan tinggi yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Bongaya disingkat STIEM Bongaya.

Kampus yang beralamat di Jalan Mappaoddang Makassar ini termasuk salah satu perguruan tinggi swasta yang eksis di tengah persaingan yang ketat dan termasuk perguruan tinggi pertama di Makassar yang membuka program pascasarjana yakni program magister (S2) manajemen.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama