------
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 15 Agustus 2026
Surah Al-Baqarah, Ayat 71:
Musa Menjawab: Sapi Betina Sehat dan Tanpa Belang
qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotul
laa zaluulung tusiirul-ardho wa laa tasqil-hars, musallamatul laa syiyata
fiihaa, qoolul-aana ji-ta bil-haqqi fa zabahuuhaa wa maa kaaduu yaf'aluun
“Dia (Musa) menjawab, ‘Dia (Allah)
berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk
membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang’.
Mereka berkata, ‘Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya’.
Lalu, mereka menyembelihnya dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah)
itu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 71)
Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin
Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H
71. “Musa berkata, ’sesungguhnya Allah
berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai’.”
Yakni belum pernah dimanfaatkan untuk bekerja, baik “membajak tanah” dengan
bercocok tanam, ”dan tidak pula untuk mengairi tanaman, ” yakni, bukan dari
hewan untuk bekerja, “tidak bercacat” dari aib atau dari bekerja, dan “tidak
ada belangnya, ” yakni tidak ada warna padanya selain warna yang telah
disebutkan sebelumnya.
“Mereka berkata, ’sekarang barulah kamu
menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya’.” Yakni dengan penjelasan yang
sempurna, dan ini merupakan kejahilan mereka, kalau tidak demikian, niscaya dia
telah membawakan mereka suatu kebenaran sejak semula.
Sekiranya mereka tidak menyanggah sapi
yang mana niscaya terlaksanalah yang di maksud dengan sapi apa saja, akan
tetapi mereka ngeyel dengan memperbanyak pertanyaan, maka Allah memperlakukan
mereka juga dengan keras, dan sekiranya mereka tidak mengatakan “insya allah”,
niscaya mereka pun tidak akan di bimbing untuk mendapatkannya. “kemudian mereka
menyembelihnya,” yaitu sapi yang telah dijelaskan dengan sifat-sifat tersebut,
”dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu” disebabkan sikap keras
kepala yang terjadi dari mereka.
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul
Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin
Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah
Allah SWT memberitahukan tentang keras
kepala Bani Israil dan banyaknya pertanyaan mereka kepada rasul mereka. Karena
hal ini adalah hal yang menyulitkan diri mereka sendiri, Allah memberikan
kesulitan kepada mereka. Seandainya mereka menyembelih seekor sapi betina
manapun, maka sudah cukup untuk mereka. Sebagaimana Ibnu Abbas, Ubaidah, dan
lainnya berkata: “Namun, mereka memperketat permintaannya, maka Allah pun
memperketat balasan atas mereka”. Mereka berkata: (Mereka menjawab:
"Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami;
sapi betina apakah itu") yaitu sapi jenis apa ini? dan bagaimana
deskripsinya?.
Dari Ibnu Abbas, berkata “Seandainya
mereka mengambil sapi betina yang paling dekat, maka itu sudah cukup bagi
mereka, namun mereka memperketat permintaannya, maka Allah pun memperketat
balasan atas mereka”
Mujahid dan Wahb bin Munabbih berkata
bahwa sapi betina itu berwarna kuning.
(Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah
berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak
muda) yaitu tidak tua dan tidak terlalu muda yang belum dikawini oleh sapi
jantan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Al-‘Aliyah, As-Suddi, Mujahid,
‘Ikrimah, dan juga Ibnu Abbas.
Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas,
(pertengahan antara itu) maknanya yaitu "Setengah di antara yang tua dan
yang muda, yaitu yang paling kuat dan yang terbaik di antara binatang ternak
dan sapi"
Hasan Al-Basri berkata terkait firman
Allah SWT (sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua
warnanya) maknanya yaitu warnanya sangat hitam, dan ini adalah penafsiran yang
asing.
Pendapat yang benar adalah yang pertama,
Oleh karena itu warna kuningnya ditegaskan dengan (yang kuning tua warnanya)
As-Suddi berkata, (menyenangkan
orang-orang yang memandangnya) maknanya yaitu membuat takjub orang-orang yang
memandangnya. Begitu juga yang diungkapkan oleh Abu Al-Aliyah, Qatadah, dan
Ar-Rabi bin Anas.
Wahb bin Munabbih berkata, “Jika kamu
melihat kulitnya, kamu akan membayangkan sinar matahari keluar dari kulitnya.”
Firman Allah SWT (Musa berkata:
"Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina
yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi
tanaman) yaitu sesungguhnya sapi betina itu tidak digunakan untuk membajak
tanah dan tidak disiapkan untuk mengisi wadah air, tapi sapi betina yang tidak
ada cacatnya, bagus, sehat, tanpa cela sedikit pun.
(tidak ada belangnya) yaitu tidak ada
warna lain, selain warna yang ada pada tubuhnya
Menurut Qatadah, “Musallamah” berarti
tidak ada kekurangan pada tubuhnya. Begitu juga yang dikatakan oleh Abu
Al-‘Aliyah dan Ar-Rabi'.
Mujahid berkata, “bersih dari belang”
‘Atha’ Al-Khurasani berkata,”tidak ada
cacat dalam bentuknya, dan tidak ada belang pada tubuhnya”
Mujahid berkata,”Tidak ada warna putih
atau hitam pada tubuhnya. Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi', Al-Hasan, dan Qatadah juga
berkata,”Tidak ada warna putih pada tubuhnya"
Semua pendapat ini memiliki makna yang
hampir sama.
(Mereka berkata: "Sekarang barulah
kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya") Qatadah berkata
maknanya adalah: "Sekarang kamu telah memberi penjelasan kepada
kami."
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam
berkata,“Sebelum hal itu (Demi Allah) kebenaran telah datang kepada mereka
(Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan
perintah itu)
Maknanya yaitu bersamaan dengan penjelasan
ini, pertanyaan, jawaban dan keterangan ini, mereka tidak menyembelihnya
kecuali setelah berusaha. Dalam hal ini, mereka dikecam karena sifat keras
kepala mereka, oleh karena itu, mereka hampir tidak menyembelihnya
.....
Referensi: https://tafsirweb.com/443-surat-al-baqarah-ayat-71.html
