-----
Kamis, 06 Agustus 2026
Tim Pengabdian Unismuh
Makassar Beri Pendampingan Petani Kentang di Erelembang Gowa
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA).
Tim Pengabdian Masyarakat Program Risetmu 2026 Universitas Muhammadiyah
(Unismuh) Makassar memberikan pendampingan kepada petani kentang, di Dusun
Biringpanting, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Ketua Pelaksana, Fauzan Hamdi,
didampingi anggota pelaksana, Adriani dan Ardi Rumallang, mengatakan, pengabdian
masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam
penerapan teknologi Penerapan Internet of Things (Iot), mengimplementasikan
sistem irigasi sprinkler berbasis IoT pada lahan pertanian, serta meningkatkan
kapasitas mitra dalam pengelolaan budidaya berbasis data.
“Manfaat yang diharapkan meliputi
pengambilan keputusan budidaya yang lebih presisi, efisiensi penggunaan sumber
daya, dan peningkatan ketahanan sistem produksi di tingkat tapak,” kata Fauzan
kepada wartawan di Makassar, Kamis, 06 Agustus 2026.
Harapannya, kegiatan ini memperkuat
posisi Desa Erelembang sebagai sentra kentang yang adaptif terhadap dinamika
perubahan iklim, sejalan dengan agenda smart farming dan pembangunan pertanian
berkelanjutan.
Pelaksanaan
kegiatan pengabdian hingga tahap ini, kata Fauzan, telah menghasilkan tiga
capaian utama yang saling berkaitan, yaitu terlaksananya survei lokasi,
penyiapan alat dan bahan, serta perakitan sistem irigasi sprinkler berbasis
IoT.
“Ketiga capaian
tersebut sejalan dengan tahapan metode kegiatan yang telah direncanakan dan
menjadi fondasi bagi tahap instalasi serta uji coba berikutnya,” katanya.
Kegiatan pengabdian ini
dilaksanakan pada lahan dan greenhouse milik Kelompok Penangkar Benih Kentang
Lentera Agro yang berlokasi di Dusun Biringpanting, Desa Erelembang, Kecamatan
Tombolopao, Kabupaten Gowa.
“Sasaran sekaligus mitra kegiatan
adalah anggota Kelompok Penangkar Benih Kentang Lentera Agro yang aktif dalam
usaha budidaya dan perbenihan kentang. Mitra dipilih karena memiliki fasilitas
greenhouse permanen dan lahan yang luas, namun masih menghadapi keterbatasan
dalam pemantauan kondisi lahan serta pengelolaan air yang masih dilakukan
secara manual,” tutur Fauzan.
Kegiatan dilaksanakan dengan
pendekatan partisipatif, di mana mitra dilibatkan secara aktif pada setiap
tahapan mulai dari survei hingga perakitan sistem.
“Pendekatan ini bertujuan agar
transfer pengetahuan berlangsung efektif dan mitra memiliki kemampuan untuk
mengoperasikan serta merawat sistem secara mandiri. Data awal berupa kondisi
lahan dan respon mitra dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara
selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Fauzan, seraya menambahkan bahwa judul
penelitian pengabdian masyarakat dalam kegiatan ini yaitu: Penerapan Internet of
Things (Iot) pada Lahan Pertanian Kelompok Penangkar Benih Kentang Lentera Agro
di Desa Erelembang, Kabupaten Gowa. (asnawin)
