Unhas Raih Penghargaan “Entrepreneurial Marketing Campus for Impact”

RAIH PENGHARGAAN. Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Amir Ilyas (kedua dari kanan) menerima Piagam Penghargaan “Entrepreneurial Marketing Campus for Impact” dari Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (ketiga dari kiri) pada kegiatan “Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026”, di Sandeq A Claro Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026. (ist)  

 

------

Jumat, 14 Agustus 2026

 

KAMPUS

 

Unhas Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact”

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih penghargaan “Entrepreneurial Marketing Campus for Impact” dalam rangkaian kegiatan “Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026”, di Sandeq A Claro Makassar, Kamis, 13 Agustus 2026.

Penghargaan dari MCorp/MarkPlus Institute itu diberikan atas peran aktif Unhas dalam menerapkan nilai Entrepreneurial Marketing: Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership.

Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 mempertemukan pelaku bisnis, profesional, akademisi, hingga praktisi pemasaran untuk membahas strategi menghadapi persaingan di era teknologi.

IMF 2026 mengangkat tema: “Winning The Competition In The Age Of AI”. Makassar menjadi salah satu dari tujuh kota besar di Indonesia yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival marketing tahunan tersebut.

Selain menghadirkan sesi berbagi strategi pemasaran, IMF 2026 di Makassar juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pemasar dan perusahaan di Sulawesi Selatan.

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Amir Ilyas, mengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan perkembangan ekosistem usaha yang dibangun Unhas, dengan ukuran keberhasilan yang tidak hanya dilihat dari pertumbuhan unit bisnis, tetapi juga dari nilai dan dampak yang dihasilkan.

“Penghargaan ini menggambarkan ekosistem usaha yang kita bangun di Unhas mulai berjalan. Yang penting bukan sekadar berapa banyak unit usaha yang kita miliki, tetapi bagaimana aktivitas tersebut menghasilkan inovasi, membuka peluang, dan memberi dampak bagi ekonomi di sekitar kita,” ujar Prof. Amir. 

Ekosistem tersebut bergerak melalui berbagai unit usaha dan pengelolaan bisnis universitas, termasuk dukungan holding company. Pada saat yang sama, mahasiswa mendapat ruang untuk mengembangkan ide bisnis, start-up, produk, maupun jasa berdasarkan potensi dan kebutuhan pasar.

Bagi mahasiswa, ruang kewirausahaan ini memberi pengalaman untuk mengolah gagasan hingga menghasilkan nilai ekonomi. Mereka dapat belajar membaca kebutuhan konsumen, mengembangkan produk atau jasa, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, serta membangun jejaring usaha melalui pengalaman langsung.

“Inilah ekosistem yang terus kami bangun di Unhas. Kami ingin semangat kewirausahaan tidak hanya tumbuh di kalangan mahasiswa, tetapi juga di kalangan dosen dan sivitas akademika. Mereka perlu memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan, mengubah pengetahuan menjadi usaha, dan menghadirkan inovasi yang memberi nilai tambah serta dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian,” ungkap Prof. Amir Ilyas. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama