MUI Makassar Luncurkan Buku Puisi 400 Tahun Perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari

BUKU KUMPULAN PUISI. Prof. Hamdar Arraiyyah (kiri) memberikan ulasan tentang buku antologi puisi: “A Poetry Anthology for the 400th Anniversary of Shaykh Yusuf Al-Makassary”, pada acara peluncuran buku tersebut, di Hotel Karebosi Premier, Makassar, Sabtu, 19 September 2026. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

-----

Sabtu, 19 September 2026


MUI Makassar Luncurkan Buku Puisi 400 Tahun Perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar meluncurkan buku antologi puisi berjudul “A Poetry Anthology for the 400th Anniversary of Shaykh Yusuf Al-Makassary”, di Hotel Karebosi Premier, Makassar, Sabtu 19 September 2026. 

Karya ini dihadirkan untuk mengenang empat abad perjuangan, spiritualitas, dan kontribusi sosial dari pahlawan nasional serta ulama besar Syekh Yusuf. 

Buku ini disusun oleh Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Kota Makassar. Proses lahirnya buku diprakarsai oleh tim yang terdiri dari 13 penulis dari kalangan akademisi dan ulama. Salah satu inisiatornya adalah Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Kota Makassar, Prof. Dr. H.M. Hamdar Arraiyyah, M.Ag.

Ketua MUI Kota Makassar, Dr. KH. Baharuddin HS, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terbitnya buku ini. Ia berharap karya tersebut dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus menjadi refleksi untuk meneladani jalur hidup sang ulama.

“Kami mengapresiasi lahirnya buku yang mengangkat sosok pejuang yang kita kenal bersama, yaitu Syekh Yusuf Al-Makassary. Semoga kita bisa mengikuti langkah-langkah guru spiritual kita,” ujar KH. Baharuddin.

Apresiasi senada juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Namsum, hadir mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menyampaikan salam hangat dan dukungan penuh kepada jajaran pengurus MUI serta seluruh peserta yang hadir.

Dalam penyampaiannya, Ahmad Namsum menekankan pentingnya warisan sejarah Syekh Yusuf dalam melawan penjajah serta perannya sebagai pemandu spiritual. Ia berharap nilai-nilai perjuangan tersebut dapat melahirkan sosok-sosok inspiratif baru di era modern saat ini. (takbir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama