Lulusan Sarjana dan Pascasarjana Unhas Sudah Hampir Berimbang

 

WISUDAWAN. Salah seorang wisudawan memakai kursi roda pada Upacara Wisuda Unhas Periode Oktober 2026, di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026. (Foto: Humas Unhas) 


-----

Selasa, 27 Oktober 2026

 

Lulusan Sarjana dan Pascasarjana Unhas Sudah Hampir Berimbang

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Jumlah lulusan sarjana dan lulusan pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Wisuda Periode Oktober 2026, yang digelar selama dua hari, Senin dan Selasa, 26 – 27 Oktober 2026, di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, sudah hampir berimbang.

Jumlah total lulusan yang diwisuda sebanyak 1.607 orang. Dari jumlah tersebut lulusan sarjana (S1) sebanyak 842 orang, sedangkan lulusan pascasarjana (S2 dan S3) sebanyak 636 orang (Program Magister 513 orang, dan Program Doktoral 123 orang).

Jika ditambahkan dengan lulusan sarjana terapan dan program spesialis serta program profesi, maka lulusan sarjana sebanyak 870 orang (sarjana 842 orang, sarjana terapan 28 orang), sedangkan lulusan program pascasarjana sebanyak 732 orang (Program Magister 513 orang, Program Doktor 123 orang, Program Spesialis-1 sebanyak 65 orang, Program Spesialis-2 sebanyak 1 orang, dan Program Profesi 35 orang).

Dari segi jenis kelamin, jumlah lulusan perempuan jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki. Wisudawan perempuan sebanyak 978 orang (60,86%), sedangkan wisudawan laki-laki sebanyak 629 orang (39,14%).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan, Prof. Subehan, dalam laporan akademiknya menjelaskan wisuda kali ini merupakan wisuda kedua pada Tahun Akademik 2026/2027.

Ia mengatakan, Unhas menunjukkan peningkatan kinerja akademik yang signifikan. Salah satunya dalam capaian Angka Efisiensi Edukasi (AEE).

Pencapaian AEE pada akhir Oktober 2026 tercatat 37,78% dari target 85,15% tahun ini. Data menunjukkan capaian yang terus meningkat sepanjang tahun, dari 2,01 persen pada Januari, dengan kenaikan paling tajam pada periode Juni hingga Agustus.

“Per jenjang, capaian AEE Program Magister tercatat 44,40 persen dari target 80 persen; Program Sarjana 41,92 persen dan Sarjana Terapan 38,80 persen, masing-masing dari target 100 persen; serta Program Doktor 25,98 persen dari target 60 persen. Kami berharap capaian ini terus meningkat hingga akhir tahun 2026 sehingga target IKU dapat tercapai,” kata Subehan.

Untuk mendukung target tersebut, Unhas memperkuat tata kelola akademik melalui pemanfaatan sistem pemantauan berbasis data yang terintegrasi dengan early warning system.

“Pendekatan ini memungkinkan identifikasi dini terhadap mahasiswa yang berpotensi mengalami keterlambatan studi, sehingga dosen pembimbing dan program studi dapat memberikan pendampingan akademik yang lebih tepat sasaran,” kata Subehan.

Penerapan sistem pemantauan akademik berbasis data menunjukkan bahwa peningkatan angka kelulusan tepat waktu tidak hanya bergantung pada capaian mahasiswa, tetapi juga pada kualitas tata kelola pendidikan.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Unhas terus memperkuat layanan akademik agar setiap mahasiswa memperoleh dukungan yang diperlukan untuk menyelesaikan studi secara optimal.

 

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan

 

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dalam sambutannya, menekankan tiga hal yang perlu diperhatikan wisudawan dalam menghadapi perubahan, yakni kemampuan memilah informasi, menjaga hubungan sosial, dan beradaptasi dengan ketidakpastian.

Ia mengingatkan lulusan agar mampu menilai informasi secara kritis, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan algoritma digital.

“Saudara diharapkan mampu menimbang informasi secara kritis dan berbicara berdasarkan data,” ujar Prof JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa.

Ia menyoroti pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan teknologi tidak selalu mempererat hubungan antarmanusia. Karena itu, ia mengingatkan wisudawan untuk memelihara persahabatan dan jejaring yang telah dibangun selama kuliah.

Selain itu, ia mendorong lulusan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan, termasuk ketika menghadapi kesulitan mendapatkan pekerjaan atau bekerja di luar bidang studi. Ia menilai fleksibilitas dan ketekunan menjadi bekal penting dalam menghadapi ketidakpastian dunia kerja.

“Kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi inilah yang akan menentukan kemampuan kita dalam menghadapi perubahan,” tutur Prof JJ. (asnawin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama