Basri Pabottingi; Selalu Optimis, Pantang Menyerah


SELALU OPTIMIS. Suami dari dokter Irmastuti dan ayah dari tiga anak ini pernah bertarung pada Pemilu Legislatif untuk merebut salah satu kursi di DPRD Kabupaten Gowa, tetapi "belum beruntung". Alumni Fakultas Sastra Unhas Makassar ini juga pernah bertarung pada Pemilihan Kepala Desa Seppang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, tapi lagi-lagi "belum beruntung."





--------
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 18 Februari 2017


Basri Pabottingi; Selalu Optimis, Pantang Menyerah


Facebook menyampaikan bahwa 18 Februari adalah hari ulang tahun Basri Pabottingi. Facebook tidak mengonfirmasikan ulang tahun ke berapa, dan saya pun tidak ingin menanyakan kepada yang bersangkutan. Bukan apa-apa, jangan sampai masalah umur masuk kategori "rahasia perusahaan", ha..ha..ha..
Basri Pabottingi bukan politisi dan juga bukan pejabat negara. Ia hanya seorang rakyat biasa dan bekerja mencari nafkah untuk keluarganya sebagaimana kebanyakan kepala rumah-tangga lainnya, tetapi masih berbuat dan menyempatkan diri untuk mengurus kepentingan orang banyak, antara lain melalui Organisasi Rukun Warga (ORW).
Saya mengenalnya sekitar akhir tahun 80-an atau awal 90-an, karena kebetulan kami bertetangga. Selain bertetangga, kami juga kebetulan berasal dari daerah yang sama, Kabupaten Bulukumba.
Setelah sekian lama bertetangga dan berinteraksi dalam berbagai kesempatan, saya akhirnya dapat menyimpulkan bahwa saudaraku yang satu ini tergolong orang yang selalu optimis dan pantang menyerah.
Suami dari dokter Irmastuti dan ayah dari tiga anak ini pernah bertarung pada Pemilu Legislatif untuk merebut salah satu kursi di DPRD Kabupaten Gowa, tetapi "belum beruntung."
Alumni Fakultas Sastra Unhas Makassar ini juga pernah bertarung pada Pemilihan Kepala Desa Seppang, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, tapi lagi-lagi "belum beruntung."
Di kompleks perumahan kami, pria yang senang memakai "cincin batu" ini dipercaya sebagai Ketua Organisasi Rukun Warga (ORW). Jabatan itu sebenarnya seperti baju yang agak sempit untuk ukuran atau kapasitas dirinya. Wajar kalau kemudian, kepemimpinannya tetap bertahan dan tak terusik meskipun periodenya sudah berakhir.
Wajar pula kalau hubungannya dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat selalu dapat terjalin dengan baik, sehingga kompleks kami banyak mendapat bantuan, berupa perbaikan got dan jalan, serta bantuan motor-mobil sampah, maupun bantuan untuk berbagai kegiatan.
Sekitar dua tahun terakhir, ia bersama isterinya (yang sama-sama alumni Resimen Mahasiswa/Menwa Unhas) aktif menjadi agen Asuransi Prudential dan posisi mereka berdua pun kelihatannya terus menanjak. Namanya pun pernah masuk dalam iklan di Harian Kompas sebagai salah seorang agen Asuransi Prudential yang berprestasi.
Saya melihat, prestasi dan kariernya yang terus-menerus menanjak di perusahaan asuransi Prudential, merupakan salah satu dari bawaannya yang selalu optimis dan pantang menyerah.
Selamat ulang tahun saudaraku. Terima kasih telah memberikan memberikan pelajaran tentang pentingnya optimisme dan semangat pantang menyerah dalam mengarungi perjalanan hidup ini.

Panciro, 18 Februari 2017
Asnawin Aminuddin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama