iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » Takudaeng Parawansa Pimpin IKA SMA Katolik Rajawali Makassar


Pedoman Karya 5:39 AM 0



AKLAMASI. Takudaeng Parawansa (50 tahun) dipercayakan memimpin ikatan keluarga alumni atau Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Alumni SMA Katolik Rajawali Makassar untuk masa bakti 2017-2020, pada acara pemilihan yang digelar di Prambanan Ballroom, Hotel Cavinton, Yogyakarta, Jumat malam, 22 September 2017. (Foto: James Wehantouw)



----------
Ahad, 24 Septembr 2017


Takudaeng Parawansa Pimpin IKA SMA Katolik Rajawali Makassar

YOGYAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Takudaeng Parawansa (50 tahun) dipercayakan memimpin ikatan keluarga alumni atau Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Alumni SMA Katolik Rajawali Makassar untuk masa bakti 2017-2020.
Perempuan berjilbab ini terpilih sebagai ketua umum pada acara pemilihan yang digelar di Prambanan Ballroom, Hotel Cavinton, Yogyakarta, Jumat malam, 22 September 2017. Takudaeng yang alumni tahun 1985, menggantikan Andi Razak Wawo yang telah berakhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum PP Persaudaraan Alumni SMAKARA (PAS) periode 2014-2017.
Pemilihan yang direncanakan berlangsung dua putaran, akhirnya hanya berlangsung satu putaran saja. Pada pemilihan putaran pertama terpilih dua orang bakal calon, yakni Andi Razak Wawo (petahana) dan Takudaeng Parawansa.
Namun sebelum memasuki pemilihan putaran kedua, Andi Razak Wawo menyatakan mengundurkan diri dengan alasan memberi kesempatan kepada yang lebih muda. Dengan demikian, Takudaeng yang akrab dipanggil Keke ini terpilih secara aklamasi dan demokratis dalam kegiatan pemilihan yang merupakan rangkaian acara Rapat Umum Nasional (RUN) Persaudaraan Alumni SMAKARA (PAS), di Yogyakarta, 21-24 September 2017.
Kegiatan RUN PAS 2017 di Yogyakarta ini diikuti sekitar 150 alumni yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Selain mengikuti kegiatan RUN PAS 2017, para alumni yang hadir (angkatan 1965 sampai 2004) pada Sabtu juga mengadakan kunjungan ke sejumlah obyek wisata di Yogyakarta. (James Wehantouw)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply