iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Unismuh Jamin Beli Habis Jagung Petani di Sulsel


Pedoman Karya 1:32 AM 0


KERJASAMA. Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim (kedua dari kiri), menandatangani kerjasama dengan pihak pengusaha pembeli jagung dari Jawa Timur, di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Rabu 4 Oktober 2017. (Foto: Humas Unismuh Makassar)






-------
Jumat, 06 Oktober 2017


Unismuh Jamin Beli Habis Jagung Petani di Sulsel


            MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjamin akan membeli membeli habis semua produksi jagung petani di Sulsel, karena selain telah mendapat jaminan dari Kementerian Pertanian, Unismuh Makassar juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan sebuah perusahaan dari Jawa Timur.
“Jadi petani jagung, jangan pernah ragu atau khawatir jagungnya tidak dibeli. Pihak industri jagung dari Jawa Timur siap membeli seluruh jagung yang diproduksi oleh petani,” kata Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, dan pihak industri dari Jawa Timur.
Hal itu disampaikan pada acara Sosialisasi Budidaya Jagung Hibrida Pioneer P35 yang dirangkaikan penandatanganan kerjasama antara Unismuh Makassar dengan perusahaan dari Jawa Timur, di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Rabu 4 Oktober 2017.
            Acara sosialisasi dihadiri puluhan ketua kelompok petani jagung yang berasal dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa. Turut hadir pada acara yang diprakarsai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LP3M Unismuh Makassar, Dr Idham Halid, yaitu Wakil Rektor IV H Saleh Molla, Dekan Fakultas Pertanian Burhanuddin, Wakil Dekan II FEB Unismuh Dr Agussalim HR, serta sejumlah pengusaha jagung dari Surabaya.
Sekadar informasi, saat ini Unismuh Makassar untuk tahap pertama baru mengembangkan jagung hibrida seluas kurang lebih 10 ribu ha di dua kabupaten, yakni Gowa dan Takalar. Dan tahap berikutnya menyebar ke daerah lainnya seperti Kabupaten Jeneponto dan lainnya.
Sementara untuk pengembangan bawang merah, yang direncanakan 10 ribu hektare sementara ini dalam penjajakan lokasi yang mana cocok dengan tanaman bawang. Di Sulsel ini ada sejumlah daerah yang cocok untuk pengembangan bawang merah, termasuk Enrekang, Gowa, Jeneponto, Takalar, dan lainnya. (nas/win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply