iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Unismuh Gelar Festival Budaya Lima Bahasa


Pedoman Karya 7:43 PM 0


CULTURAL FEST. Dekan FKIP Unismuh, Erwin Akib (kedua dari kanan) memberikan keterangan tentang pelaksanaan Cultural Fest Vol 2-Competition and Festival, pada Konferensi Pers, di Kampus Unismuh Makassar, Senin, 11 Desember 2017. (ist)






----------
Rabu, 13 Desember 2017


Unismuh Gelar Festival Budaya Lima Bahasa


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kompetisi lima bahasa dalam kegiatan Cultural Fest Vol 2-Competition and Festival, bertema “Discover The World Trough Colour”, di Basement Gedung Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, 13-17 Desember 2017.
Ketua Panitia Cultural Fest, Ahmad Yani mengatakan, kegiatan Cultural Fest Vol. 2 ini mengalami peningkatan dengan mengadakan 14 cabang lomba kebahasaan dengan latar belakang bahasa yang berbeda.
“Cultural fest ini sudah yang kedua, tapi ini sudah ada peningkatan yaitu kompetisi 14 cabang bahasa yang diperlombakan dengan 5 basic bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Korea, Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Bahasa Daerah,” Kata Ahmad saat konferensi pers di Gedung FKIP Unismuh Makassar, Senin, 11 Desember 2017.
Selain kompetisi bahasa, pentas kebudayaan asing dan festival kuliner dari berbagai negara akan menambah kemeriahan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dibuka untuk umum dengan sasaran utama yaitu pelajar SMA dan sederajat se-Indonesia, mahasiswa, hingga komunitas pecinta budaya dan bahasa se-Indonesia.
Dekan FKIP Unismuh, Erwin Akib mengatakan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari Cultural Fest vol 1 yang dilaksanakan pada tahun 2014 lalu.
“Bentuk kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Universitas Muhammadiyah, dengan memperlombakan 14 cabang lomba kebahasaan, dengan background bahasa yang berbeda-beda,” kata Erwin.
Dia berharap agar ajang bergengsi tersebut dapat dijadikan sebagai agenda tahunan UKM Bahasa FKIP Unismuh.
“Kalau misalnya, tahun ini debatnya menggunakan Bahasa Inggris, tahun depan bisa debat dengan Bahasa Jepang, sehingga akan membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan karir di luar negeri. Tentu kita akan support terus,” ujar Erwin. (zak)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply