iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Siswa Bosowa School Makassar Berwisata ke Leang-leang Maros


Pedoman Karya 12:52 AM 0


LEAnG-LEANG. Sejumlah siswa kelas X Bosowa School Makassar dan beberapa guru pendampingnya mengunjungi objek wisata Leang-leang, Maros, Kamis, 28 Februari 2019. (ist)








------

Ahad, 03 Maret 2019


Siswa Bosowa School Makassar Berwisata ke Leang-leang Maros


MAROS, (PEDOMAN KARYA). Mengulik kehidupan prasejarah, siswa kelas X Bosowa School Makassar mengunjungi objek wisata Leang-leang, Maros, Kamis, 28 Februari 2019. Dengan didampingi oleh pemandu, siswa mengitari kawasan bebatuan yang dihiasi tebing-tebing curam sepanjang jalan menuju Leang Pettae dan Leang Pettakere.

Sesampainya di area goa, siswa dapat melihat langsung lukisan tangan, babi hutan, dan panah yang telah berusia ribuan tahun peninggalan masa berburu dan meramu. Terdapat pula sampah dapur atau kjokkenmoddinger berupa kulit kerang yg terdapat dimulut goa. Tidak hanya itu, para siswa juga dimanjakan dengan pemandangan alami pegunungan karst yang terbentuk dari batuan gamping.

“Belajar sejarah bisa seasik ini!,” ungkap Muhammad Iqbal, salah satu siswa Bosowa School Makassar yang antusias mengamati lukisan dan artefak bukti kehipan manusi purba yang ada di goa.

Melalui metode belajar dengan mengunjungi situs sejarah seperti ini meningkatkan semangat belajar melalui experiental learning dan mengubah mindset belajar sejarah yang membosankan menjadi lebih menyenangkan dengan wisata edukasi.

La Nina Raquely, siswa student exchange asal Spanyol yang ikut dalam fieldtrip ini, mengatakan, selain mempelajari nilai sejarah yang ada di Leang-leang ini, pemandangan yang indah membuatnya semakin berdecak kagum dengan keindahan alam di Indonesia.

Meskipun jalan ditempuh memakan waktu yang cukup lama untuk mengitari seluruh objek wisata, semua terbayarkan dengan panorama yang disajikan sepanjang mata memandang.

Tak lebih kiranya jika menyebut bahwa bahwa Leang-leang adalah salah satu situs prasajarah terbaik dan menjadi kekayaan arkeologi dunia.

“Menjaganya dari segala bentuk tindakan vandalisme adalah suatu kewajiban dari generasi hari ini,” tutup Subhan Syam selaku guru pendidikan sejarah Bosowa School Makassar. (zak)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply