Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Feature News


Pedoman Karya 5:42 PM 0



 Hal lain yang harus dilakukan oleh wartawan sebelum atau saat menulis feature news yaitu harus mencari referensi tentang sosok atau berita yang akan atau sedang ditulis. Misalnya ketika menulis tentang gaji pemain sepakbola Barcelona, Lionel Messi, wartawan harus memiliki refenrensi tentang gaji pemain sepakbola termahal di dunia dari masa ke masa.



------
Senin, 06 April 2020


KOLOM JURNALISTIK


Feature News



Oleh : Asnawin Aminuddin
(Wartawan / Pengajar)


Wartawan memiliki jasa besar dalam perjuangan mendirikan negara dan merebut kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Para wartawan pada masa sebelum kemerdekaan berjuang melalui tulisan di media massa.

Bagaimana bentuk perjuangan mereka melalui tulisan? Mereka, para wartawan tersebut, berjuang dengan cara menggugah perasaan dan membangkitkan semangat perjuangan mendirikan negara dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Tak heran kalau kemudian, sebagian dari mereka akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, antara lain Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, Tirto Adhi Soerjo, Wage Rudolf Soepratman (WR Soepratman), Tjipto Mangoenkoesoemo, Adam Malik, Rasuna Said, SK Trimurti dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka.

Sebagian dari mereka memang aktivis politik, tetapi mereka semua adalah wartawan dan penulis-penulis andal di masanya. Tulisan mereka mampu menggugah perasaan dan membangkitkan semangat perjuangan.

Tulisan yang menggugah perasaan di media massa itulah yang disebut feature atau feature news.

Feature biasa juga disebut karangan khas, sedangkan feature news adalah berita yang ditulis dengan gaya karangan khas.

Feature mengandung makna utama, istimewa, yang diutamakan, ditonjolkan
Feature adalah artikel atau berita yang khusus dan istimewa/ditonjolkan untuk menarik perhatian dan dinikmati pembaca, pendengar, atau pemirsa.

Feature news tidak langsung mengemukakan unsur 5W + 1H pada bagian awal berita seperti pada gaya straight news (berita langsung yang umumnya menggunakan bentuk penulisan piramida terbalik). Unsur 5W + 1H terurai dalam berita dan mencapai puncak atau klimaksnya pada akhir berita.

Feature news lebih menonjolkan bagaimana (how) dan mengapa (why), sedangkan empat unsur lainnya (what, who, when, dan where) menjadi pendukung.

Tiga Pertanyaan

Banyak wartawan pemula atau penulis yang tidak memiliki pengetahuan atau tidak mempelajari pengertian dan teknik penulisan feature (karangan khas), sehingga feature yang mereka tulis atau buat, tidak mampu menggugah perasaan khalayak.

Bagaimana supaya feature atau feature news yang kita buat, mampu menggugah perasaan pembaca? Setidaknya, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab oleh wartawan atau penulis sebelum menulis feature.

Ketiga pertanyaan itu adalah, pertama, bagian mana dari fakta dan hasil observasi lapangan yang paling memengaruhi saya, kedua, kisah apa yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, dan ketiga, apa yang membuat saya bisa mengatakan: “Ini kisah yang benar-benar menarik?”

Jadi, sebaiknya jawab dulu ketiga pertanyaan itu sebelum menulis atau membuat feature. Feature adalah karangan khas yang dibuat berdasarkan fakta, bukan khayalan dan bukan fiksi, tetapi disajikan dengan gaya karangan fiksi atau novel dan memasukkan unsur human-touch (sentuhan kemanusiaan) dan human interest (rasa kemanusiaan).

Dengan sentuhan kemanusiaan dan rasa kemanusiaan itu, sebuah feature dapat menghibur, menimbulkan rasa heran, geli, takjub, cemas, terharu, kasihan, jengkel, menimbulkan rasa keindahan, dan sebagainya. Intinya, feature itu berupaya membangkitkan atau menggiring emosi khalayak.

Ketika membaca, mendengar, atau menyaksikan feature di media massa, khalayak seolah-olah turut merasakan, turut gembira, turut sedih, turut malu, dan sebagainya,

Selain isinya yang menarik dan diharapkan dapat menggugah perasaan, sebuah feature juga harus diawali dengan judul dan lead (paragraf pertama sebuah tulisan) yang menarik.

Judul menarik di dunia olahraga, antara lain “Wow, Lionel Messi Digaji Rp124 M per Bulannya”, dan “Messi, Manusia Pertama Raih Enam Ballon d’Or.”

Cari Referensi

Hal lain yang harus dilakukan oleh wartawan sebelum atau saat menulis feature news yaitu harus mencari referensi tentang sosok atau berita yang akan atau sedang ditulis. Misalnya ketika menulis tentang gaji pemain sepakbola Barcelona, Lionel Messi, wartawan harus memiliki refenrensi tentang gaji pemain sepakbola termahal di dunia dari masa ke masa.

Begitu pun saat menulis tentang rekor Lionel Messi sebagai manusia pertama yang berhasil meraih enam tropi Ballon d’Or atau pemain terbaik dunia versi FIFA (federasi sepakbola internasional), wartawan harus mencari referensi tentang rekor-rekor peraih Ballon d’Or sebelumnya.

Jika berkesempatan bertemu dan wawancara langsung dengan atlet atau orang yang akan ditulis beritanya dalam gaya feature news, wartawan harus berupaya menanyakan berbagai hal tentang atlet atau orang itu.

Sebagai contoh, ketika saya meliput pertandingan tenis meja Pekan Olahraga Kota (Porkot) Makassar, di Bosowa Sport Center, Jl Sutami, Makassar, Selasa - Kamis, 23-25 April 2019.

Salah satu petenis meja yang menonjol pada Porkot Makassar ketika itu ialah Nazwa Nur. Ia berhasil merebut dua medali emas, yakni nomor tunggal putri dan nomor ganda putri berpasangan Afifatunuriyah Rais.

Saya kemudian mewawancarai Nazwa Nur, dengan menanyakan tanggal kelahirannya, latar belakang keluarganya, latar belakang pendidikannya, serta latar belakang dirinya sebagai petenis meja hingga berhasil meraih dua medali emas pada Porkot Makassar 2019.

Dengan referensi yang cukup lengkap untuk kebutuhan penulisan feature news itu, maka sangatlah mudah memulai menulis dan menuntaskan tulisan itu dengan pertanyaan tentang obsesi Nazwa Nur sebagai petenismeja muda berbakat.

Berikut feature news olahraga hasil wawancara saya dengan Nazwa Nur yang dimuat Majalah PEDOMAN KARYA daring (www.pedomankarya.co.id), Jumat, 26 April 2019.

-----

Nazwa Nur, Raih Dua Emas Tenis Meja


Sangat berbakat dan sangat berpotensi menjadi petenismeja nasional. Begitulah perkiraan banyak orang yang menyaksikan permainan Nazwa Nur, pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Makassar, di Bosowa Sport Center, Jl Sutami, Makassar, Selasa - Kamis, 23-25 April 2019.

Permainannya sangat bagus dan servicenya mematikan. Cukup banyak poin yang diraih Nazwah dalam setiap pertandingan dari servisnya yang mematikan.


Hasil dari permainannya yang apik dan servisnya yang mematikan, Nazwah Nur yang kelahiran Makassar, 12 Juli 2003, berhasil meraih dua medali emas dari cabang tenis meja Porkot VII Makassar Tahun 2019.

Nazwa yang mewakili Kecamatan Biringkanaya, merebut medali emas dari nomor tunggal putri dan nomor ganda putri berpasangan Afifatunuriyah Rais.

Sayangnya, medali emas ganda putri yang telah diraihnya terpaksa ditarik kembali oleh panitia, karena pasangannya, Afifatunuriyah Rais, ternyata pernah bermain pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel.

Nazwah Nur yang kini terdaftar sebagai siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri Khusus Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Sulsel Makassar, mengaku telah bermain dan berlatih tenis meja sejak kelas VII SMP.

Ia dilatih secara khusus oleh Drs Abdul Rahman, guru olahraga SMP Negeri 34 Makassar, sekaligus sebagai bapak angkatnya, karena ayahnya Muhammad Nurdin Makmur meninggal dunia dan ibunya Hj Jumriani juga sudah sakit-sakitan.

Selain itu, Nazwah juga berlatih di klub PTM Mekar Stipat dan Klub Cabe Rawit.

Dari hasil latihannya itu, Nazwah sudah berhasil meraih beberapa prestasi, antara lain Juara II Walikota Cup 2017, Juara I Walikota Cup 2018, Juara I Liga Pelajar NF Fair di Makassar, Maret 2019.

Lalu apa obsesinya ke depan?

"Saya berharap bisa mewakili Sulsel pada event-event nasional," kata Nazwah. (asnawin)

-- selamat belajar –

--------
Penulis, Asnawin Aminuddin adalah wartawan Majalah PEDOMAN KARYA (cetak dan daring, www.pedomankarya.co.id), serta pengajar tidak tetap di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dan Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar.

------
Kolom Jurnalistik sebelumnya:

Straight News

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply