Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Partai Politik Direbut oleh Kekuatan Besar


Asnawin Aminuddin 8:59 AM 0

“Setelah saya tidak lagi jadi presiden, parpol yang saya didirikan tiba-tiba direbut oleh orang lain yang dibekingi kekuatan besar. Orang lain itu bukan kader partai saya, dan dia mantan anak buah saya,” lanjut Daeng Nappa’.






----------- 

PEDOMAN KARYA

Ahad, 07 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Partai Politik Direbut oleh Kekuatan Besar

 

 

“Kejam memang dunia politik,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid.

“Kejam bagaimana? Apa seng ini yang terjadi?” tanya Daeng Tompo’

“Yang terjadi, ada sebuah partai politik yang direbut oleh kekuatan besar dari tangan pendirinya,” jawab Daeng Nappa’.

“Tidak mengertika. Jelaskanki’ dulu baik-baik,” kata Daeng Tompo’.

“Anggaplah saya mendirikan sebuah parpol. Parpol saya ini pernah berjaya dan keluar sebagai pemenang Pemilu, karena kebetulan waktu itu saya menjabat presiden,” tutur Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Setelah saya tidak lagi jadi presiden, parpol yang saya didirikan tiba-tiba direbut oleh orang lain yang dibekingi kekuatan besar. Orang lain itu bukan kader partai saya, dan dia mantan anak buah saya,” lanjut Daeng Nappa’.

“Bagaimana caranya orang lain itu merebut?” tanya Daeng Tompo’.

“Caranya, dia merekayasa terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB) dan kemudian dia terpilih sebagai ketua umum,” kata Daeng Nappa’.

“Bagaimana dengan pendiri dan ketua umum parpol itu?” tanya Daeng Tompo’.

“Dia tidak melibatkan pendiri dan ketua umum parpol tersebut,” jawab Daeng Nappa’.

“Berarti kongres luar biasa itu tidak sah,” kata Daeng Tompo’.

“Tidak sah menurut kita’, tapi mereka yang merebut parpol itu menganggap sah dan sesuai dengan AD/ART yang sudah mereka ubah pada KLB itu,” kata Daeng Nappa’.

“Kudeta itu kaue,” ujar Daeng Tompo’.

“Kudeta memang. Makanya saya bilang, kejam memang dunia politik,” kata Daeng Nappa’.

“Aih, tidak cocokmentonga’ saya terjun ke dunia politik,” kata Daeng Tompo’.

“Memang, cocoknya kita’ jadi ustadz, karena janggutta’ tambah panjangmi saya lihat, dan hampir semua berwarna putih,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum, sementara Daeng Tompo’ langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. (asnawin)

 

Ahad, 07 Maret 2021

#TettaTompo

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply