Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Kelong Pendidikan Religius (5): Assambayangko Nutanjeng, Pakajai Amala’nu


Pedoman Karya 12:45 PM 0

“Assambayangko nutanjeng, pakajai amala’nu, mateko sallang, nanusassala’ kalennu.”

Arti bebasnya: “Wahai anakku, dirikanlah shalat dengan ikhlas dan penuh pasrah pada Allah. Anakku, perbanyaklah berbuat amal, karena ayah khawatir anakku akan menyesal setelah hari kematianmu.” (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMANN KARYA)

 



-------------

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 08 Mei 2021

 

Kelong Pendidikan Religius (5):

 

 

Assambayangko Nutanjeng, Pakajai Amala’nu

 

 

Oleh: Bahaking Rama

(Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)


Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Orang tua tidak rela anaknya berbuat keji dan mungkar. Orang tua yang bijak, punya perhatian penuh dan merasa bertanggung jawab kepada perilaku shalat anaknya. Ia tidak bosan mendidik dan membimbing melalui kelong, wahai anakku:

“Assambayangko nutanjeng, pakajai amala’nu, mateko sallang, nanusassala’ kalennu.”

Arti bebasnya: “Wahai anakku, dirikanlah shalat dengan ikhlas dan penuh pasrah pada Allah. Anakku, perbanyaklah berbuat amal, karena ayah khawatir anakku akan menyesal setelah hari kematianmu.

Shalat adalah mata pelajaran penting dan mendasar untuk dipahami dan diamalkan. Orang tua mendidik anak di rumah, guru mendidik murid-murid di sekolah, dan kiai- ulama mendidik masyarakat.

Salah satu prinsip pembelajaran adalah keteladanan. Juga pembiasaan dan keterlibatan langsung. Orang tua, ayah membawa, menggendong anaknya untuk dibiasakan dan terlibat langsung shalat berjamaah di masjid, meskipun anaknya masih usia dini.

Ibu di rumah membimbing dan melatih anaknya shalat, meskipun ia sibuk mengurus kebutuhan rumah tangga. Sambil mengusap-usap kepala anaknya sebagai tanda kasih-sayang yang tulus dalam pemeliharaannya.

Ibu berkata, “Anakku, janganlah pernah tinggalkan shalat, karena shalat akan menyelamatkan dan membahagiakan hidupmu dunia-akhirat. Kalau anakku tinggalkan shalat, anakku akan menyesal. Kalau tidak menyesal di dunia, pasti menyesal di akhirat. Anakku, supaya tidak menyesal, tanjenglah, shalat dan sandarkan keyakinan yang kokoh pada Allah Yang Maha Penolong. Pasti Allah akan memenuhi janjinya, menolong hamba-Nya yang shalat dan dzikir.” Semoga, aamin yaa rabbil aalamin…

 

Pao-Pao, Gowa. Rabu, 28 April 2021


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply