Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Kelong Pendidikan Religius (6): Sampang Se’re, Se’re tongji, Punna Rua Pela’ Se’re


Pedoman Karya 6:56 PM 0

“Sampang se’re-se’re tongji, punna rua pela’ se’re, ero’jakontu, rua tallu pa’risi’nu.”

Arti bebasnya: Kuatkan keyakinan, Allah esa dan tetap satu. Kalau ragu ada kekuatan lain selain-Nya, buanglah keraguan itu, tetaplah istiqamah. Allah esa, satu. Kalau ada keraguan, maka akan mengalami banyak kesulitan dalam hidup. (Foto: int)

 


--------

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 08 Mei 2021

 

Kelong Pendidikan Religius (6):

 

 

Sampang Se’re, Se’re tongji, Punna Rua Pela’ Se’re

 

 

Oleh: Bahaking Rama

(Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)


Kemaha-Esa-an Allah menjadi faktor utama dalam kepercaan beragama (Islam). Negara Indonesia menempatkannya sebagai falsafah bangsa, terpatri kokoh dalam urutan pertama Pancasila, “Ketuhanan yang maha Esa”. Nilainya menjiwai dan menginjeksi empat sila setelahnya. Salah satu metode memperkokoh keyakinan tentang ke-Esa-an Allah pada setiap anak adalah melalui Kelong;

“Sampang se’re-se’re tongji, punna rua pela’ se’re, ero’jakontu, rua tallu pa’risi’nu.”

Arti bebasnya: Kuatkan keyakinan, Allah esa dan tetap satu. Kalau ragu ada kekuatan lain selain-Nya, buanglah keraguan itu, tetaplah istiqamah. Allah esa, satu. Kalau ada keraguan, maka akan mengalami banyak kesulitan dalam hidup.

Ragu ada kekuatan yang diyakini selain Allah, akan melahirkan kemusyrikan. Musyrik tergolong perbuatan dosa besar. Allah tidak mengampuninya kecuali taubat.

Singkretisme bermakna seseorang mencampur-adukkan kepercayaan pada Tuhan. Untuk menghindari singkretisme, maka perlu istiqamah menegakkan ajaran tauhid. Juga perlu memahami dan mengamalkan nilai moral ajaran kelong di atas.

Percaya kepada Allah, hanya kepada-Nya manusia menyembah dan hanya kepada-Nya minta pertolongan. Hamba minta tolong diberi jalan lurus, bukan jalan munafikuun, bukan jalan biadab, dan bukan jalan dzalimuun.

Jalan lurus supaya menjadi pemerintah, pemimpin yang adil dan bijaksana pada seluruh rakyat. Jalan lurus supaya menjadi suami-isteri yang jujur dan saling kasih, sayang-menyayangi.

Jalan lurus supaya menjadi pedagang terpercaya. Jalan lurus supaya menjadi pegawai yang bertanggung-jawab, disiplin, kerja maksimal, dan tidak korupsi.

Jalan lurus supaya menjadi orang tua yang bijak. Jalan lurus supaya menjadi orang kaya yang dermawan, dan jalan lurus lainnya.

Yakini Tuhan, Allah itu esa, satu. Tidak mensyarikatkan, apalagi meniadakannya. Meniadakan Allah, berarti manusia atheis, komunis. Ia menjadi sekuler, liberalis, melakukan kebijakan secara bebas, tanpa berdasar pada etika ajaran keagamaan.

Pastikan Allah hadir dalam diri, kapan dan dimanapun manusia berada. Sesibuk apapun dan sejauh manapun manusia berjalan di muka bumi, Tuhan pasti tetap hadir dan mengetahui perbuatan hamba-Nya, baik perbuatan gaib maupun yang nyata. 

Ajaran-Nya wajib diamalkan, perintah-Nya wajib dikerjakan, larangan-Nya ditinggalkan. Semoga, aamiin YRA.

 

Pao-Pao Gowa, Kamis, 29 April 2021

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply