Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » » Masjid Khadijah Binti Khuwailid Pallangga Gowa Sediakan Kopi, Teh, dan Susu Gratis untuk Jamaah


Pedoman Karya 11:20 PM 0

KOPI GRATIS. Ketua Pengurus Masjid Khadijah Binti Khuwailid, Alauddin Habib (paling kiri), saat ngopi siang bersama penulis (kedua dari kanan) dan beberapa jamaah seusai shalat lohor berjamaah di masjid tersebut, Ahad, 01 Agustus 2021. (Dokumentasi Pribadi)






---------- 

PEDOMAN KARYA

Ahad, 01 Agustus 2021

 

 

Masjid Khadijah Binti Khuwailid Pallangga Gowa Sediakan Kopi, Teh, dan Susu Gratis untuk Jamaah

 


Masyarakat umum yang kebetulan lewat di Jalan Poros Pallangga, Kabupaten Gowa, dan ingin melaksanakan shalat atau merasa perlu istirahat sejenak, silakan singgah di Masjid Khadijah Binti Khuwailid, Kompleks Palangga Mas 1, masuk dari samping Terminal Cappa Bungayya.

Ruangan di dalam masjid full AC, sehingga terasa sejuk setiap kali masuk ke dalamnya. Pengurus masjid juga menyediakan dispencer, kopi, teh, susu, dan gula pasir untuk jamaah.

“Jamaah dan siapa saja yang datang ke mesjid ini, dan mau minum kopi, teh, atau susu, dipersilakan ambil dan buat sendiri sesuai selera masing-masing,” kata Ketua Pengurus Masjid Khadijah Binti Khuwailid, Alauddin Habib, saat ngopi siang bersama penulis dan beberapa jamaah seusai shalat lohor berjamaah di masjid tersebut, Ahad, 01 Agustus 2021.


Ide disediakannya dispencer, kopi, teh, dan susu, serta gula pasir, katanya, berawal dari obrolan para jamaah setiap kali selesai shalat subuh, terutama setelah diadakannya pengajian rutin subuh sekali dalam sepekan pada hari Sabtu atau hari Ahad.

“Beberapa jamaah bilang, bagus juga barangkali kalau disediakan dispencer, kopi, teh, susu, dan gula pasir di teras masjid. Jadi kita bisa ngopi-ngopi kalau selesai shalat subuh. Jamaah atau siapa saja yang datang ke masjid ini, juga bisa minum atau bikin air panas kopi, teh, atau susu, bukan hanya pada waktu shalat subuh, tapi bisa setiap saat, karena dispencernya bersama kopi, teh, susu, dan gulanya kami simpan di teras masjid, dan masjid juga tidak pernah dikunci, kecuali pada malam hari,” tutur Ustadz Habib, sapaan akrab Alauddin Habib.

Masjid Khadijah Binti Khuwailid juga memiliki fasilitas kamar mandi dan toilet dalam jumlah yang cukup, dan setiap hari dibersihkan, sehingga para jamaah dan siapa pun yang masuk ke kamar mandi dan toilet akan merasa nyaman. Kamar mandi dan toilet untuk laki-laki dan untuk perempuan terpisah. Begitu pun dengan tempat mengambil air wudhu, terpisah antara laki-laki dan perempuan.

 

Komunitas Pejuang Subuh

 

Selain menyiapkan dispencer beserta “perangkat” kopi, teh, susu, dan gula tersebut, pengurus masjid juga telah membentuk Komunitas Pejuang Subuh.

Komunitas Pejuang Subuh ini, kata Ustadz Habib, terdiri atas para jamaah tetap yang berkeinginan memakmurkan masjid dengan cara mengajak keluarga terdekat dan para tetangga masing-masing untuk rajin ke masjid melaksaakan shalat subuh secara berjamaah.

“Karena kita tahu, pahala shalat subuh itu sangat besar di sisi Allah, jadi kami ingin mengajak para jamaah untuk rajin ke masjid melaksanakan shalat subuh berjamaah, bukan hanya untuk meraih pahala, tapi terutama untuk meraih ridha Allah SWT,” papar Ustadz Habib.

Alhamdulillah, semoga inisiatif yang dilakukan pengurus masjid tersebut dapat semakin memakmurkan Masjid Khadijah Binti Khuwailid, yakni dengan semakin banyaknya jamaah masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu, amin. (Asnawin Aminuddin, salah seorang jamaah tetap Masjid Khadijah Binti Khuwailid)

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply