Kamis, 12 November 2015
Humas Jangan Mau
Dianggap Sepele
MAROS, (PEDOMAN
KARYA).
Humas jangan mau dianggap sepele atau dipandang enteng. Humas jangan sampai
hanya dicari ketika ada masalah dengan institusi atau organisasinya.
Humas jangan mau diperlakukan
seperti pemadam kebakaran yang dicari dan diminta turun tangan ketika api sudah
terlanjur membakar institusi melalui pemberitaan yang buruk di media massa.
Agar semua itu tidak terjadi, maka
Humas harus membuat visi dan misi, serta progrm kerja yang jelas. Humas harus
mampu meyakinkan pimpinannya tentang program kerja yang akan dijalankan dan
kerja-kerja yang dilakukan Humas memang harus nyata dan dirasakan manfaatnya.
Pernyataan dan peringatan tersebut
dikemukakan Pelatih Nasional Wartawan PWI yang juga mantan Humas Kopertis
Wilayah IX Sulawesi, Asnawin Aminuddin, saat membawakan materi “Peran dan
Fungsi Humas” pada Pelatihan Kehumasan yang dilaksanakan Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Kabupaten Maros-Pangkep, di Kantor Bupati Maros, Kamis, 12
November 2015.
Asnawin yang juga mengajar pada
beberapa perguruan tinggi mengatakan, sering terjadi, Humas dipanggil dan
dibutuhkan kehadirannya pada saat ada masalah atau krisis, tetapi dalam kondisi
‘’aman-aman saja’’, humas seolah-olah tidak dibutuhkan.
Tidak ada bedanya dengan petugas
pemadam kebakaran. Humas juga kerap disalahkan jika terjadi masalah atau krisis
yang berkaitan dengan publik.
“Jika Humas mengalami hal seperti
itu, maka sesungguhnya Humas bersangkutan sudah gagal menjalankan fungsi dan
peranannya. Berarti Humas bersangkutan tidak punya visi dan misi, serta tidak
mempunyai program kerja yang jelas,” tandasnya.
.Kepada para peserta pelatihan yang
terdiri atas utusan SKPD dan berbagai instansi se-Kabupaten Maros, Asnawin
mengatakan, salah satu kunci sukses Humas dalam menjalankan fungsi dan
peranannya adalah pengetahuan tentang pers dan kemitraan yang dibangun dengan
pers/media massa dan wartawan.
“Sukses tidaknya Humas dalam
menjalankan fungsi dan peranannya, akan sangat bergantung kepada strategi yang
dibuat dan dijalankannya. Strategi yang dapat dilakukan oleh Humas antara lain,
menjalin komunikasi atau pertemanan dengan wartawan agar mudah berkomunikasi,”
kata Asnawin.
Pelatihan Kehumasan yang
berlangsung sehari tersebut dibuka Bupati Maros diwakili Staf Ahli Dr
Nasyaruddin Rasyid, serta dihadiri Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Pendidikan,
Ismail Asnawi, Sekretaris PWI Sulsel Anwar Sanusi, Ketua PWI Kabupaten
Maros-Pangkep, Irianto Amama, serta sejumlah undangan dan puluhan peserta.
(kia)
