Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


STADIUM GENERAL. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo,
tampil sebagai pembicara pada Stadium General bertema bertema “Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship dalam Mewujudkan SDM Unggul”, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 26 Oktober 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Pengurus PMI Gowa Kabupaten Gowa Periode 2019-2024 diketuai H. Abd Rauf Malaganni menargetkan memiliki markas untuk PMI Gowa.

Sebagaimana disampaikan Ketua PMI Kabupaten Gowa setelah pelantikan hari ini, Sabtu (26/10) di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa

" Program pertama yang akan PMI Gowa lakukan dalam waktu dekat ini yakni mengimplementasikan harapan dari bapak ketua PMI Sulsel, agar PMI Gowa bisa memiliki markas. Kami ingin mewujudkan pesan Ketua PMI Sulsel, menjadikan penggurus PMI Gowa sebagai percontohan di Sulsel," jelasnya.

Program yang tak kalah pentingnya menguatkan kelembagaan. " Rencana penting lainnya yakni menguatkan kelembagaan yang didukung dengan staf dan markas. Karena ini adalah ujung tombak dalam kerja-kerja kemanusiaan," tambahnya.

Selain itu Abd Rauf Malaganni yang juga Wakil Bupati Gowa menyampaikan bahwa PMI adalah salah satu aset bangsa yang perlu dijaga dan dikelola secara profesional.

"PMI terus dituntut untuk berada digaris terdepan dibidang penanganan bencana, pengelolaan darah serta dalam menangani tugas kemanusiaan. Karena PMI adalah mitra strategis bagi pemerintah," ujarnya.

Pengurus PMI Kabupaten Gowa dilantik oleh Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan. Merupakan pengurus kedua yang dilantik setelah pekan lalu melantik pengurus PMI Kabupaten Wajo.

Dilantiknya pengurus PMI Gowa membuat  Adnan  yang juga Bupati Gowa menaruh harapan besar.

"PMI mengurusi banyak persoalan kemanusiaan, kebencanaan dan menolong sesama. Olehnya itu organisasi PMI bukanlah tempat untuk mencari keuntungan atau profit, tetapi organisasi ini  merupakan wadah mencari pahala, karena dari organisasi ini lebih banyak menolong sesama yang membutuhkan uluran tangan," jelasnya.

Adnan sekaligus menitipkan harapan PMI kabupaten Gowa yang berada diwilayahnya bisa menjadi percontohan.

" Rasa bangga saya karena berada di tengah-tengah jajaran pemerintah Kabupaten Gowa yang sekaligus bersedia mengabdikan dirinya menjadi pengurus PMI. Saya berharap agar pengurus PMI Kabupaten Gowa bisa menjadi percontohan menjadi pengurus PMI terbaik di Sulawesi Selatan. Bisa memiliki markas karena masih ada pengurus PMI di kabupaten/kota yang belum memiliki markas," tambahnya.

Adapun mereka yang masuk dalam pengurus PMI Kabupaten Gowa diantaranya;H. Ansar Zaenal Bate,  Muh Asrul,H Syamsuddin Bidol,dr H Hasanuddin,  dr H Salahuddin ,Taufiq Mursad dan Indra Wahyudi Yusuf (K.Sijaya)

PINRANG, (PEDOMAN KARYA). Ribuan masyarakat Kabupaten Pinrang yang terdiri dari 12 kecamatan menyaksikan bersama Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah melakukan panen raya padi, di Dusun Pannia, Desa Marannu, Kecamatan, Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Jumat (25/10).

Melalui panen raya ini, Nurdin Abdullah menyatakan akan terus mendukung dan menyelesaikan persoalan sektor pertaian di Kabupaten Pinrang.

"Saya betul-betul memahami apa yang menjadi kebutuhan di bidang pertanian, mencari pinjaman untuk beli benih, pinjaman untuk beli pupuk, ini masalah Insyaallah kita akan sama-sama menyelesaikan," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulsel menyampaikan bahwa potensi besar pertanian Sulsel harus bisa mensehjahterakan seluruh masyarakat di Sulsel.

"Kita memiliki lahan luas dan hasilnya banyak tapi sedikit hasil, kenapa karena masih bermasalah di pupuk dan benih. Makanya kalau masyarakat butuh pupuk berikan kemudahan harga, kalau masyarakat butuh bibit berikan kemudahan harga dan jangan dipersulit," kata Nurdin.

Sementara itu, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengaku, pesta panen raya padi ini merupakan inisiatif dari seluruh masyarakat dari 12 kecamatan, kelurahan dan dusun se-Kabupaten Pinrang.

"Seluruh camat, kelurahan, desa dan kepala dusun semuanya hadir pada panen raya ini. Panen raya ini sebagai bukti bahwa Pinrang mampu memberikan kontribusi untuk kebutuhan pangan baik di Sulsel maupun sekala nasional," kata Andi Irwan Hamid.

Sebagai masyarakat Pinrang, Andi irwan Hamid mengaku bersyukur atas bantuan dari pemerintah provinsi Sulsel selama ini. Terlebih, kata Andi Irwan, Gubernur Sulsel telah menyempatkan diri untuk hadir pada panen raya kali ini.

"Meskipun kemarau panjang tapi Alhamdulillah 12 kecamatan bisa melaksanakan panen dengan baik. Terimakasih banyak kepada papak Gubernur Sulsel atas kunjungan pertama beliau setelah kami resmi menjabat di Kabupaten Pinrang sendiri," ungkapnya. (K.Sijaya)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo beserta rombongan, disambut ratusan pejabat dan masyarakat setelah tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat sore, 25 Oktober 2019, setelah melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Syahrul melaksanakan kunjungan kerja pertama di Makassar, dengan agenda antara lain memberi Kuliah Umum di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, meninjau perkebunan dan pengoperasian pabrik milik Unismuh Makassar di Bollangi, Gowa, serta menghadiri peringatan HUT FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia) Sulsel di Swiss Bell Hotel Jl. Ujung Pandang Kota Makassar, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Pejabat yang menyambut kedatangan Syahrul Yasin Limpo di Bandara Sultan Hasanuddin antara lain Sekda Provinsi Sulsel, Dr Abdul Hayat Gani, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif , Anggota DPRD Sulsel/Ketua Partai Nasdem Kota Makassar Rahmatika Dewi.

Juga tampak Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb, Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani, serta Wakil Bupati Takalar/Ketua Partai Nasdem Takalar, H Achmad Dg Se're yang akrab disapa Haji De'de.

Dari Bandara Sultan Hasanuddin, Syahrul Yasin Limpo kemudian ziarah kubur di makam ayahnya H Yasin Limpo, dan kemudian menemui ibudanya Hj Nurhayati di Jl Haji Bau. (Kadir Sijaya)

MENTERI PERTANIAN. Syahrul Yasin Limpo (tengah) foto bersama Rektor Unismuh Prof Abdul Rahman Rahim (paling kiri) dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Unismuh Dr Lukman Hakim, pada Seminar Nasional bertema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan”, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 05 Juli 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dengan membuat aturan daerah.

Salah satunya melalui peraturan daerah nomor 9 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran dan Peraturan Bupati Gowa Nomor 35 Tahun 2019 tentang Pembayaran dan Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Secara Sistem Online.

Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mengatakan, Kabupaten Gowa berhasil menjadi contoh yang baik dalam meningkatkan hasil pajak daerah melalui wajib pungutnya. Pemasangan alat perekam transaksi Mesin Point of Sales (MPoS) ini dinilai sangat berhasil dan sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan.

"Meskipun wajib pungutnya sedikit tapi mampu bekerja dengan maksimum. Kita senang dengan tindakan Bapenda ini, apalagi ketegasan mereka yang berani melakukan penutupan warung dan restoran karena tidak taat aturan. Spirit ini bukan untuk mematikan usaha tetapi mengajarkan agar tertib berusaha," katanya usai melakukan pertemuan di Ruangan Sekretaris Kabupaten Gowa, Kantor Bupati Gowa, Kamis (24/10).

Menurutnya, capaian tersebut juga selaras dengan delapan instrumen pengelolaan pemerintah daerah yang didorong KPK. Antara lain, pengelolaan aset, pendataan fasum dan fasos, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) hingga optimalisasi pendapatan daerah.

"Pencapaian ini sudah sangat baik, kita bisa bilang sudah 50 persen yang wajib pungut telah memasang alat transaksi ini. Di beberapa daerah bahkan belum mencapai itu, ini harus terus didorong, utamanya pada sektor perhotelannya," ujarnya.

Dalam pertemuan itu pula pihaknya juga membicarakan beberapa hal yang secara umum telah mencapai pengelolaan pemerintah daerah yang baik dengan delapan instrumen yang didorong KPK. Kendati demikian masih ada beberapa hal yang masih perlu disempurnakan.

Pertama, tentang persertifikatan seluruh aset pemerintah daerah dengan kerjasama Kantor Pertanahan (Kanta). Kedua, tentang persertifikatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pengemban yang perlu dikerjakan dengan lebih keras. Bahkan perlu dibentuk Pokja khusus kerjasama REI dan Kanta Gowa.

"Begitupun dengan persoalan atau sengketa aset harus cepat diselesaikan. Intinya kita ingin tertib saja, jika milik pemerintah daerah harus ada sertifikatnya," tegasnya.

Sementara Kepala Bapenda Gowa Ismail Majid mengungkapkan, hingga saat ini alat perekam pajak yang telah terpasang di rumah makan dan restoran sekitar 90 buah, dan masih ada 80 rumah makan dan restoran yang dinilai wajib pungut juga siap melakukan pemasangan alat.

"Jika alatnya sudah ada maka kami siap melakukan pemasangan untuk rumah makan dan restoran ini," katanya

Menurutnya, pemasangan alat transaksi online ini menunjukkan adanya peningkatan hasil daerah dari sektor pajak rumah makan dan restoran.

"Trend peningkatan pajak daerah yang kami alami cukup baik, terjadi peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen terhadap pendapatan daerah per bulannya jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya," terangnya.

Pihaknya pun menargetkan hingga akhir 2019 mendatang sekitar 200 alat Mpos akan dipasang di seluruh rumah makan atau sesuai dengan jumlah restoran dan rumah makan yang terdata di lapangan sebanyak 200 unit.

Selain rumah makan dan restoran, Bapenda Gowa juga akan melanjuti arahan KPK agar pemasangan alat perekaman transaksi di hotel, penginapan dan wisma dapat segera dilakukan.

"Kami target akhir tahun pemasangan alat di hotel dan penginapan di Kecamatan Tinggimoncong yang jumlahnya sekitar 20 dapat dipasang secara serentak," terangnya. (Deswani)

KABINET INDONESIA MAJU. Delapan dari 34 menteri Kabinet Indonesia Maju, dari kiri atas ke bawah searah jarum jam, Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan), Muhajir Effendy (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Daniel Makarim (Mendikbud), Gusti Ayu Bintang Darmavati (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak), Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian)


PERIBAHASA aslinya berbunyi: ‘Ketika Ada Jangan Dimakan, Telah Habis Maka Dimakan”. Peribahasa ini terkesan kontradiktif. Bagaimana mungkin dapat makan jika ketika ada makanan tidak boleh dimakan, sementara ketika tidak ada makanan, baru boleh makan. 


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gowa mensosialisasikan Perda No 4 tahun 2017 tentang Analisis Dampak Lalulintas (Andalalin). Perda yang sudah diberlakukan ini belum berjalan optimal disebabkan aparat belum sepenuhnya paham terhadap Andalalin tersebut.

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan, Muhammad Rusdi saat membuka sosialisi perda tersebut, di Meeting Roon Dewi Sri Resto, Kamis (24/10).

Ia mengatakan Perda No 4 tahun 2017 tentang Andalalin ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan aparat tentang analisis dampak lalulintas, sehingga perlu dimaksimalkan sebab volume kendaraan di Gowa cukup besar sementara sarana jalan sangat terbatas.

"  Memang saat ini volume kendaraan di Gowa baik yang melalui jalan Kabupaten Gowa cukup besar, karena ini perlu dikaji dengan baik Andalalinnya agar tidak menimbulkan gangguan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di jalan raya," ungkapnya.

Olehnya dirinya berharap, melalui sosialisasi ini peserta harus betul-betul mencermati materi tentang apa itu Andalalin, apa itu dokumen Andalalin dan apa kriteria Andalalin serta apa tujuannya.

" Semoga perda ini dapat diimplementasikan di tengah masyarakat khususnya kalangan pengusaha yang melakukan pembangunan skala besar di Gowa," harap Rusdi.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Gowa Firdaus menjelaskan, Andalalin ini salah satu program Kementrian Perhubungan yang dituangkan kedalam Perda No 4 tahun 2017 oleh Pemkab Gowa. Bahkan Perda tersebut baru dimiliki Pemkab Gowa untuk kawasan Indonesia Timur.

" Andalalin ini adalah persyaratan utama yang diterapkan Pemkab Gowa bagi penerbitan IMB (izin mendirikan bangunan) misalnya pembangunan perkantoran, bangunan rumah sakit, swalayan, sekolah, kawasan perumahan, maupun kawasan pertokoan, dan bangunan berskala besar lainnya," katanya.

Dijelaskan Firdaus, Semua bangunan berskala besar wajib ada Andalalinnya. Karena dalam mendirikan sebuah bangunan dalam perencanaannya tidak boleh berdampak pada gangguan keamanan, keselamatan bagi pengguna jalan.

" Salah satu contohnya semisal ada bangunan di, pasti akan mengakibatkan jalan jadi macet disebabkan tidak memiliki area parkir yang memadai dan lainnya," jelas Firdaus.

Karena itu kata Firdaus Perda Andalalin ini akan diterapkan maksimal di Kabupaten Gowa khususnya di wilayah perkotaan.

" Makanya kami lakukan sosialisasi. Selama ini soal Andalalin diabaikan. Sejumlah pembangunan di kota Gowa itu Andalialinnya diabaikan. Makanya Andalalin ini akan mulai kita optimalkan dan bersinergi dengan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PM-PTSP) Gowa," tambahnya.

Selain itu, berdasarkan instruksi Bupati Gowa bahwa IMB tidak bisa diterbitkan sebelum memiliki Andalalin. Jadi Andalalin ini menjadi persyaratan utama sebelum terbit IMB dan wajib bagi pengusaha yang melakukan pembangunan seperti rumah sakit, perumahan, swalayan, sekolah dan perkantoran.

" Pembangunannya harus dikaji apakah luas area parkirnya memadai sehingga tidak mengganggu ketertiban dan tidak menimbulkan kemacetan dan tidak mengganggu keselamatan, inilah persyaratan menggunakan Andalalin," ujar Firdaus.

Kendati demikian kata kadishub, Andalalin ini tidak berlaku bagi pembangunan rumah-rumah pribadi untuk tempat tinggal.

Sekadar diketahui  sosialisasi ini menghadirkan narasumber konsultan Andalalin yakni Dr Israel (akademisi Unismuh Makassar) selaku konsultan Andalalin dengan peserta sosialisasi dari aparat Satlantas Polres Gowa serta sejumlah lurah lingkup perkotaan dari beberapa kecamatan dataran rendah.(Deswani)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Ketahanan pangan berperan strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Pangan bukan hanya sebagai komoditi ekonomi, tetapi merupakan komoditi yang memiliki fungsi sosial dan politik, baik lokal, regional, nasional maupun global.

Isu tersebut diangkat Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam pemaparan essainya dibidang studi Empat Konsensus Dasar Bangsa (SBS) Ketahanan Nasional pada Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkat (P3DA) X Lemhanas 2019 di Jakarta, Rabu (23/10) kemarin.

Mengangkat judul "Implementasi Ketahanan Pangan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Gowa", essai ini berhasil membawanya menjadi sebagai peserta terbaik.

" Ketahanan pangan memiliki pengaruh yang penting terhadap ketahanan ekonomi. Apalagi dengan melihat pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang berkelanjutan," katanya.

Menurutnya, kebutuhan akan ketersediaan pangan yang cukup, aman dan berkualitas semakin menjadi tuntutan. Pasalnya, pangan menjadi kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari, sementara ketahanan pangan adalah jaminan bagi manusia untuk hidup sehat dan bekerja secara produktif.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Gowa sendiri sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam struktur perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gowa, di mana pada 2015 hingga 2018 selalu berada di posisi terbesar kontribusinya.

"Kabupten Gowa berada pada urutan kedua sektor perdagangan, urutan ketiga sektor kontruksi, dan urutan keempat sektor real estate," terangnya.

Meskipun posisi terbesar yaitu 29,11 persen pada 2018, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB cenderung menurun setiap tahunnya, padahal produksi beras terus naik. Pada 2016 produksi beras capai 382.147 ton, 2017 naik menjadi 401.979 ton, 2018 naik 408.899 ton dan 2019 naik menjadi 412.964 ton.

Penurunan ini tentunya karena pengaruh sektor lain yang pertumbuhannya cukup besar yaitu perdagangan, konstruksi dan real estat karena kontribusinya di atas 8 persen.

"Walaupun produksi beras naik setiap tahun, kebutuhan terhadap beras ikut naik karena jumlah penduduk yang terus bertambah, apalagi pada tiga tahun terakhir. Pada 2017 jumlah penduduk mencapai 735.493 jiwa, 2018 naik 748.200 jiwa dan 2019 naik 760.607 jiwa," jelasnya.

Selain permasalahan menurunnya kontribusi sektor pertanian setiap tahun, terdapat pula permasalahan lain yaitu terjadinya alih fungsi lahan. Hal ini terlihat dari luas sawah irigasi yang terus menurun dari tahun 2015 hingga tahun 2018, luas sawah irigasi berkurang sekitar 238 hektar.

"Kondisi ini karena pertumbuhan penduduk yang tinggi sehingga kebutuhan akan perumahan dan pemukiman meningkat pesat. Ini juga terlihat dari kontribusi sektor konstruksi dan real estate sebagai kontributor ketiga dan keempat terbesar terhadap PDRB, setelah sektor pertanian dan perdagangan. Pertumbuhan perumahan dan pemukiman (real estate) yang tinggi karena banyaknya penduduk yang tinggal di Gowa tetapi bekerja di Makassar," paparnya.

Sehingga, pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Gowa bukan karena faktor kelahiran yang tinggi tetapi karena faktor migrasi penduduk, sebagai konsekuensi Kabupaten Gowa berbatasan langsung dengan Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

"Dalam hal ini maka permasalahan utama yang terkait dengan ketahanan pangan yaitu menurunnya kontribusi sektor pertanian terhadap struktur perekonomian dan terjadinya alih fungsi lahan akibat tingginya kebutuhan terhadap perumahan," tutupnya. (Deswani)

KEMBALI KE DESA. Sejarah hidup Sahban bukan saja suatu perjalanan melintasi waktu, melainkan juga melintasi ruang yang sangat luas. Berawal dari sebuah desa di Sulawesi Selatan, lalu hijrah ke Makassar, kemudian berlayar ke Surabaya, ke Malang, lalu Banyuwangi, Jakarta, hingga ke negara-negara di belahan bumi lain. Anak-anaknya pun semuanya lahir di Jakarta, tetapi pada saatnya, ia harus beristirahat dan melepaskan beban rindu yang menumpuk dan kembali ke kampung halaman. 


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallaganni meminta jajaran pemerintah desa agar mendata kerusakan yang dialami warga terkena dampak angin kencang di Desa Rappoala dan Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu.

"Saya meminta pak desa maupun aparatur desa mendata rumah yang rusak. Mulai dari rumah yang rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang untuk ditindaklanjuti," katanya di sela-sela meninjau lokasi rumah rusak di Kampung Bulu Po'ronng, Dusun Tepu, Desa Rappolemba, Rabu (23/10).

Ia pun minta kepada warga agar terus meningkatkan kehati-hatiannya dengan melihat kondisi cuaca angin kencang yang tidak menentu.

"Mari kita saling bekerjasama, menjaga kekompakan kita semua agar masalah ini dapat teratasi dengan sangat baik," ujarnya.

Dalam peninjauannya ia pun menyerahkan bantuan kebutuhan makanan ke seluruh korban rumah rusak akibat angin kencang. Bantuan yang diserahkan berupa beras, mie instan, air mineral, dan makanan ringan seperti baskuit.

Camat Tompobulu Zulfikar mengatakan, rumah rusak karena angin kencang ada 124 rumah. Masing-masing 44 rumah di Desa Rappoala dan 80 rumah di Desa Rappolemba.

"Rata-rata rumah yang rusak itu atapnya sama dinginnya. Tim kami juga di lokasi masih melakukan pendataan, kerugian yang dialaminya seperti apa," ujarnya.

Herman (20) warga Kampung Bulu Po'ronng, Dusun Tepu, Desa Rappolemba mengungkapkan, angin kencang terjadi pada Minggu (20/10) pagi lalu. Kondisi angin saat itu memang tidak seperti di hari-hari biasanya.

"Sekitar jam 8 lewat kejadiannya. Suara angin memang kita dengar, bersamaan dengan angin atap rumah saya langsung terangkat dari depan sampai belakang," katanya.

Lanjutnya, setelah kejadian dan angin berkurang dirinya pun langsung menutupi atap yang bocor dengan terpal seadanya.

"Hari pertama kejadian saya sama istri mengungsi di tetangga sebelah rumah karena mereka tidak terkena dampaknya. Tapi hari kedua sampai saat ini saya sudah kembali ke rumah sambil memperbaiki atap rumah yang rusak," katanya.

Di lokasi yang sama Nurhayati (41) mengatakan, kondisi rumahnya rusak dibagian dinding kamar dan atap.

"Rumah saya tidak terlalu parah, hanya dinding kamar satu sisi dan atap bagian belakang rumah, yang parah itu rumah orangtua saya karena satu rumah atapnya roboh. Allhamdulilah saat kejadian tidak ada korban yang kena," katanya.

Ia menaruh harapan kepada pemerintah untuk diberikan bantuan berupa atap rumah (seng). Apalagi yang rumahnya rusak berat.

"Bantuan atap seng ini kami butuhkan karena melihat sudah hampir memasuki musim hujan. Kami juga sangat berterimakasih banyak atas kedatangan pemerintah, atas kedatangan Bapak Wabup Gowa melihat kondisi kami secara langsung, termasuk bantuan yang diberikan," terangnya. (Deswani)

“Siapa-siapakah menteri yang diangkat dalam kabinetna dalam periode kedua ini?” tanya Daeng Tompo’.
“Antara lain tentara diangkat jadi menteri agama, polisi jadi Mendagri (Menteri Dalam Negeri), dan pengusaha diberi dijadikan Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan),” sebut Daeng Nappa’.


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Wakil Bupati Gowa H. Abd Rauf Malaganni bersama rombongan turun langsung meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta menyerahkan bantuan ke masyarakat di Dusun Taipakkodong, Desa Rappoala dan korban angin kencang di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (23/10).

Wabup Gowa didampingi Camat Tompobulu Zulfikar, Kepala Desa Rappoala Syamsul Rijal dan Tim Penanganan Karhutla meninjau sejumlah titik-titik kebakaran yang ada di lokasi. Dirinya pun menginstruksikan agar seluruh tim pemadaman baik unsur masyarakat, Damkar, Manggala Agni hingga TNI/Polri tidak lelah mengawasi seluruh titik yang dianggap paling berpotensi terjadi kebakaran susulan.

"Terimakasih kepada seluruh warga dan tim penanganan yang secara kompak melakukan pemadaman hingga terus mengawasi titik-titik api yang ada. Intinya jangan tinggalkan lokasi jika masih ada api, terutama pohon yang masih menimbulkan asap karena itu akan sangat mudah terbakar lagi, apalagi kalau ada angin kencang," ungkap Wabup Gowa di sela-sela peninjauan.

Kunjungan langsung ke masyarakat ini menjadi tanggungjawab pemerintah secara penuh. Di mana rakyat membutuhkan pemerintah harus ada. Baik itu pemerintah lingkungan, pemerintah dusun, desa, kecamatan hingga ketingkat pemerintah kabupaten.

"Ini juga instruktur langsung dari Bapak Bupati Gowa agar turun meninjau lokasi-lokasi kebakaran hutan, utamanya yang dianggap parah," terangnya.

Ia pun menegaskan, pasca terjadinya kebakaran lahan dan hutan hingga saat ini tidak ada satupun warga yang mengungsi karena lokasi kebakaran sangat jauh dari wilayah permukiman.

"Yang mengungsi itu hanya warga yang terkena dampak angin Kencang karena kondisi atap mereka rusak. Itupun mereka tidak meninggalkan kampungnya, hanya tinggal sementara di tetangga atau keluarga sambil menunggu rumahnya dibenahi. Saya tegaskan, tidak benar kalau ada warga mengungsi karena kebakaran," katanya.

Camat Tompobulu Zulfikar menambahkan, hingga terjadinya kebakaran sejak Minggu (20/10) lalu api sedikit demi sedikit dapat di padamkan. Hanya saja karena kondisi cuaca utamanya angin kencang yang tak menentu makanya tim di lapangan terus mengawasi.

Sejauh ini pemadaman yang digunakan menggunakan alat manual atau semprot tani. Sementara pihak Damkar Kabupaten Gowa membantu 5 roll selang dan pompa portabel untuk membantu kebutuhan air dari irigasi.

"Kebutuhan air pun diambil dengan memanfaatkan irigasi melalui pompa air. Ini sedikit membantu kita melakukan pemadaman," katanya.

Kepala Desa Rappolemba Abd. Harim Daeng Tompo mengungkapkan, pemadaman yang dilakukan di wilayah Kampung Ulu Alla, Dusun Bori Masunggu atau perbatasan Desa Rappoala dan Rampolemba terkendala dengan lokasi yang cukup jauh. Titik kebakaran berada di ketinggian, medannya pun cukup terjal untuk dilewati.

"Kami hanya memadamkan yang bisa dijangkau saja," katanya.

Khusus kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini diperkirakan 26 sapi warga hilang.

"Ada 26 sapi di atas sana mencari makan dan hingga saat ini belum ada informasi bahwa sudah ditemukan. Warga masih berusaha mencari sapi-sapinya," tutupnya.(Deswani)

JUARA. Team Taurungkana Sulawesi Selatan berhasil menyabet tiga kategori juara pada Lomba Senam Poco-poco Nusantara (Kreasi) Tingkat Nasional ke-8/2019 memperebutkan Piala bergilir Ibu Negara RI, di Britama Arena Sport Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu, 19 Oktober 2019. (ist)

SYL Menteri Pertanian RI, Gubernur Sulsel Beri Ucapan Khusus

Kadis Kominfo-SP Sulsel, Sebut SYL Pantas Jadi Menteri

Nurdin Abdullah Ucapkan Selamat Kepada SYL


Makassar - Rakyat indonesia yang mayoritas penduduk adalah petani membutuhkan tatakelola pertanian yang modern sehingga dapat mereposisi petani yang marginal miskin menjadi petani yang kaya dan sejahtera sekaligus menghadirkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang kuat dalam pergaulan dunia intetnasional

Kadis kominfo- SP Andi hasdullah dalam releasenya ke Media hari rabu 23/10/19 menyebutkan bahwa Pemprov Sulsel Gubernur Nurdin Abdullah beserta jajaran menyampaikan selamat khususnya kapada Syahrul Yasin Limpo atas di lantiknya sebagai menteri pertanian RI pada kabinet Jokowi Indonesia Maju diistana negara jakarta 23/10/2019.

Pengalaman panjang dan kompetensi SYL tentu menjadi modal utama beliau untuk mengelola urusan dalam bidang pertanian menuju tatakelola pertanian modern mereposisi petani marginal menjadi petani yang sejatera, tidak hanya itu bagaimana lalu menghadirkan kedaulatan dan ketahanan pangan dalam pergaulan dunia internasional.

Kita doakan bersama semoga SYL diberi kelancaran dan keberkahan dalam mengemban tugas mulia yang diberikan kepadanya-

Hasdullah menambahkan bahwa SYL menduduki posisi menteri yang sangat strategis sebagai menteri pertanian, itu menyasar hajat hidup 260 juta lebih penduduk Indonesia bahkan termasuk mensuplai makan penduduk dunia dan menjadi indikator utama terkait dengan peningkatan income dan kesejahtraan rakyat indonesia.

Kita ikut bangga bahwa menteri pertanian RI diberikan kepercayaan kepada putra Sulawesi Selatan, kita semua memberikan support dan mendoakan pak SYL dapat mengemban tugas dengan baik dan berkinerja tinggi,"tutup Hasdullah.

GOWA, (PEDOMAN KARYA) .Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi lokasi kebakaran yang terjadi di Gunung Bawakaraeng, Rappo Lemba, Gowa, Selasa (22/10).

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (20/10), terjadi di 16 titik hutan gunung Bawakaraeng. Hingga saat ini tersisa dua titik yakni Rappo Lemba dan Rappo Ala yang menjadi fokus pemadaman.

Proses pemadaman oleh tim yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran Pemkab Gowa, Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, dibantu warga sekitar fokus memadamkan api di titik yang tersisa. Untuk mencegah penyebaran api karena kondisi cuaca panas dan angin kencang.

"Insya Allah, kita bersinergi baik dengan masyarakat, TNI-Polri, Kehutanan, Tim Kementerian, bersama kita gotong royong karena kita tidak bisa mengendalikan semuanya sendirian," terang Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menambahkan para tim akan terus berkoordinasi dan mengikuti update informasi Kabupaten Gowa mengenai upaya pemadaman.

"Tentunya kami dari Provinsi tetap menurunkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dapat langsung difungsikan, khususnya untuk masyarakat yang diungsikan saat ini," jelasnya.

Ia berharap musibah kebakaran ini dapat segera diatasi agar tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Warga sangat antusias bekerja keras, kita bahu membahu memadamkan titik-titik hotspot api tersebut, paling tidak dengan kita bersama-sama dan berdoa semoga masalah ini cepat berlalu seperti badai dan cuaca yang ekstrem, jangan menyerah dan kami Pemprov akan terus memonitor kondisi ini baik dari TNI-Polri, dan akan koordinasi terus apa yang dibutuhkan," tandasnya.

Kepala Desa Rappo Lemba, Abd Harin Dg Tompo mengatakan pihaknya dibantu oleh Pemda terus mengerahkan masyarakat berusaha memdamkan api di titik yang terisa.


"Kami hanya mengatasi api yang ada di atas gunung. Akan tetapi kemungkinan masih ada sisa potongan kayu yang terbakar sehingga api itu meenyebar ditambah angin yang begitu kencang,"jelas Abd Harin Dg Tompo.

Sejauh ini, menurut Abd Harin, kejadian ini tidak menelan korban jiwa, namun total rumah yang rusak berat sebanyak 107 rumah dan keluarga yang mengungsi sebanyak 50 KK.(Deswani)

KESIMPULAN. Rapat Akbar P-22 Refleksi 22 Bulan SK-HD yang diadakan oleh grup WhatsApp (WA) Distak (Diskusi Takalar), di Lapangan Makkatang Dg. Sibali, Takalar, Selasa, 22 Oktober 2019, menghasilkan tiga poin kesimpulan. (Foto: Amir Tata)


RAPAT AKBAR. Hasbi alias Eky (berdiri) memandu Rapat Akbar P-22 Refleksi 22 Bulan SK-HD yang diadakan oleh grup WhatsApp (WA) Distak (Diskusi Takalar), di Lapangan Makkatang Dg. Sibali, Takalar, Selasa, 22 Oktober 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


GOWA (PEDOMAN KARYA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah berupaya penuh dan maksimal dalam melakukan pemadaman diseluruh titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah dataran tinggi, Kabupaten Gowa yang terjadi sejak Minggu (20/10) lalu hingga saat ini.

Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni mengatakan, melalui Tim Penanganan Karhutla yang dibentuk pasca apel siaga yang meliputi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI dan Polri telah bekerja secara penuh. Termasuk saat terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan skala yang lebih besar ini.

"Tim penanganan yang dibentuk ini telah bekerja dengan sangat baik. Kerjasama tim dan masyarakat betul-betul sangat terlihat dari kecepetan pergerakan mereka melakukan pemadaman api di lokasi, kami pun meminta agar tidak meninggalkan lokasi sebelum betul-betul padam" katanya dikonfirmasi, Selasa (22/10).

Lanjutnya, karena upaya ini, kebakaran hutan dan lahan yang dekat dengan pemukiman warga seperti di Kecamatan Manuju tidak terkena imbasnya. Ia pun sangat menaruh harapan besar kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran, baik kebakaran rumah maupun lahan dan hutan.

"Di Kabupaten Gowa ini baru mengalami panas diangka 38 derajat celcius, makanya masyarakat harus meningkatkan kehati-hatiannya. Misalnya saat meninggalkan rumah harus memastikan kompornya sudah mati, begitupun saat masuk ke hutan jangan membawa korek api ataupun merokok," terangnya.

Hingga saat ini pihaknya belum dapat mendata besaran lahan yang terbakar akibat karhutla tersebut.

"saat ini belum dapat dirampungkan karena masih dikumpulkan dari masing-masing kecamatan. Pasalnya karhutla ini terjadi dibeberapa kecamatan yakni Kecamatan Manuju, Kecamatan Tompobulu, Kecamatan Parangloe, dan Kecamatan Tinggimoncong," ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk status kebencanaan sendiri masih akan dibahas bersama apakah statusnya dari siaga bencana menjadi tanggap darurat atau tetap dianggap sebagai status siaga saja.

"Ini tidak bisa langsung, perlu dibahas bersama, karena menaikkan status kebencanaan itu ada aturannya masing-masing," tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Damkar Gowa Rostam Razak mengatakan, pemadaman karhutla ini telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pihaknya pun telah menurunkan tim secara penuh bahkan dua kali lipat dari biasanya.

Termasuk, di Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Tinggimoncong yang merupakan titik paling besar.

"Tadi malam sudah ditangani di Kecamatan Parangloe, hingga saat ini kondisi belum padam. Begitupun dari laporan di lapangan di Kecamatan Tombobulu juga masih dalam proses pemadaman," katanya.

Bahkan kata Rostam, seluruh personil yang diturunkan sejak awal kebakaran membantu tim dari Manggala Agni, hanya saja upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara penuh karena alat-alat yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla masih terbatas yang dimiliki hanya mobil penembak, sementara mobil ini tidak semua medan bisa dilewati.

"Anggota kami di lapangan saat ini terus berupaya sekuat tenaga melakukan pemadaman termasuk menghindari terjadinya kebakaran yang merembes sampai ke pemukiman warga," katanya.

Adapun armada yang disiapkan Damkar Gowa, khususnya di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu itu ada dua yakni dari Damkar Gowa dengan kapasitas air 3.000 liter dan satu unit dari bantuan Damkar Jeneponto.

Ia mengaku, pemadaman api memang tidak bisa cepat dilakukan karena menuju akses kebakaran itu melalui medan-medan yang sangat sulit. sehingga pihaknya berupaya dan setiap saat melakukan pemantauan dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya pihak Manggala Agni.

"Untuk personil kami tetap standbykan begitupun yang lepas piket semuanya siap turun ke lapangan hanya saja akses dan armada yang masih menjadi kesulitan. Kapasitas armada masih 3.000 liter yang bisa menuju lokasi sehingga sangat terbatas. Adapun armada dengan kapasitas 8.000 liter itu tidak memadahi untuk kelokasi karena aksesnya," ungkapnya.

Selain belum dapat mendata jumlah lahan yang terbakar, pihaknya juga belum mampu mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya kebakaran.

"Kita tidak bisa menarik kesimpulan apa yang menyebabkan lahan terbakar, apalagi kejadiannya secara bersamaan. Intinya, suhu bumi saat ini memang sangat panas jadi begitu ada gesekan sedikit sangat memicu terjadinya kebakaran," tutup Rostam Razak. (DESWANI)




JAKARTA (PEDOMAN KARYA) Mundur dari calon menteri kabinet kerja presiden Joko Widodo, Gubernur Victor Laiskodat lebih memilih konsentrasi membangun Nusa Tenggara Timur

Victor mengaku mundur dari bursa menteri karena masih di butuhkan oleh warga NTT.

Mundurnya Victor tak membuat Nasdem kehabisan SDM karena kader Nasdem memiliki kader layak jadi menteri.

“ Ada banyak kader yang dimiliki NasDem. Presiden Jokowi silahkan memilih dari ratusan kader potesial kami miliki, di antaranya ada Pak Enggar (Enggartiasto Lukita), Bu Siti Nurbaya, Johnny Plate, Syahrul Yasin Limpo,” kata Bendum DPP NasDem Ahmad Ali kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

“Dia mengatakan NTT lebih membutuhkan Victor saat ini. Lagian juga ada penolakan masyarakat jika Viktor meninggalkan Nusa Tenggara Timur.” pungkas Ahmad

Kabar sebelumnya kalau Viktor Laiskodat diproyeksikan sebagai Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan.(K.Desi)

Surat Keputusan Bupati Takalar, Syamsari Kitta, yang melantik H Abdul Wahab SSos MSi sebagai Kadis Dukcapil Kabupaten Takalar, Jumat, 18 Oktober 2019, diabaikan oleh Hj Farida SSos MSi. Farida yang didemosi dari Kadis ke Pj Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, tetap berkantor sebagai Kadis Dukcapil karena menganggap dirinya belum mendapat SK dari Kemendagri RI.


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menghadiri Rapat Paripurna pengambilan sumpah jabatan pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel masa jabatan 2019-2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin, 21 Oktober 2019.

Andi Ina Kartika Sari mengambil sumpah jabatan sebagai Ketua Pimpinan Dewan Sulsel bersama Syaharuddin Alrif, Darmawangsa Muin, Ni’matullah, dan Muyazzin masing-masing sebagai Wakil Pimpinan DPRD Sulsel.

Usai pengambilan sumpah jabatan, Andi Ina menyampaikan harapan agar seluruh pimpinan DPRD dan anggota DPRD langsung menjalankan fungsi dan peran sebagai anggota legislatif.

“Kami menyadari bahwa apapun tugas yang ditetapkan di pundak kami, akan sulit berhasil tanpa solidaritas dukungan dan kebersamaan dari seluruh anggota, forum koordinasi pimpinan daerah serta semua pihak,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan jika pihaknya akan menjadi mitra kritis bagi pemerintah provinsi Sulsel. “Kita akan jalankan untuk menjadi mitra kritis, konstruktif, dan konstitusional kepada pemerintah,” tambahnya.

Selain itu kata Andi Ina, pelantikan dirinya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulsel menjadi bagian dari sejarah lembaga legislatif Sulsel yang menunjuk seorang perempuan pertama sebagai pimpinan di DPRD Provinsi Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulsel mengharapkan semoga amanah yang diemban oleh para pimpinan Dewan Sulsel beserta seluruh anggotanya dapat mengemban tugas dan tanggung jawab serta menjaga sinergitas dalam mewujudkan Sulsel yang lebih baik lagi ke depan.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada ketua dan wakil ketua beserta para anggota DPRD Provinsi Sulsel periode 2014-2019. Atas segala bakti dalam menjalankan tugas dan amanah untuk Sulsel,” pungkas Nurdin Abdullah.

Kami menyadari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menghadapi tantangan yang tidak sederhana dari berbagai dimensi, kami berharap antara Eksekutif dan Legislatif dapat membangun kemitraan dan komunikasi yang baik.

"Mari kita jalan bersama membangun sinergi, meninggalkan ego sektoral, kita jadikan momen ini untuk membangun yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Sekali lagi selamat, mari kita bekerja bersama untuk Sulsel maju, sukses bersama DPRD Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Nurdin Abdullah saat menghadiri pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi Sulsel periode 2019 - 2024 hari ini. (DESWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan, mengisi materi Interaksi dengan Media Pers dan Jurnalistik, pada Workshop Humas yang dilaksanakan Biro Humas Sulsel dan Korsupgah KPK RI di Maxone Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Senin (21/10).

Materi Interaksi bersama Media Pers dan Jurnalis yang dibawakan Jamalul berfokus pada pentingnya pemerintah daerah menjalin kerjasama dengan media yang telah terverifikasi di Dewan Pers. Pasalnya, menurut Jamalul Insan, saat ini sejumlah media belum terdaftar secara resmi di dewan pers.

Jamalul menyebutkan, Dewan Pers membuat standar aturan bagi perusahaan media agar melaksanakan tugasnya dengan profesional. Standar aturan yang patut dipenuhi oleh media adalah memiliki badan hukum, memiliki struktur organisasi yang jelas, memiliki sistem penggajian yang jelas, standar upah yang sesuai bagi karyawan, serta pemimpin redaksi telah melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis.

“Hal ini perlu dilakukan agar media benar-benar professional dan membuat produk jurnalistik yang baik,” terang Jamalul.

“Selain itu, menjalin kerjasama dengan media yang telah terverifikasi memudahkan pemerintah untuk mengecek aliran dana, jika di kemudian hari diminta pertanggungjawabannya,” tambah Jamalul.

Untuk itu, Jamalul mengatakan, Pemerintah Daerah perlu menjalin kerja sama dengan media yang telah terverifikasi.

“Kalau Pemda ingin mendapat output yang bagus, sebaiknya melaksanakan kerja sama dengan media yang profesional. Yang punya standar perusahaan bagus dan jurnalisnya bagus,” jelasnya.

Media yang terverifikasi wajib  melaksanakan aturan dalam UU Nomor 40 tahun 1999 dan UU Nomor 32 tahun 2002 bagi media penyiaran, serta 11 aturan kode etik jurnalistik di antaranya wajib untuk independen, akurat, berimbang, tidak bertindak buruk, professional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Untuk memudahkan Pemerintah Daerah mengetahui daftar media yang telah terverifikasi di Dewan Pers, Jamalul mengatakan, dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran secara berkala kepada Pemda. Sekaligus untuk medorong media mendaftarkan memverifikasi media mereka,” tutup Jamalul. (Deswani)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Rapat Kerja I Dewan Kesenian Gowa (DKG) tahun 2019 telah merumuskan sejumlah program kerja, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini dipaparkan 7 ketua komite saat berlangsung di Lesehan Daeng MAKKA Bili-Bili, Ahad, 20 Oktober 2019.


Rancangan program kerja DKG ini masing-masing dibacakan ketua komite yang didampingi para anggotnya. Seperti Komite Teater yang dikutuai, H. Muh Taufik, ketua komite sastra (Rosita Darsiani) Ketua komite seni rupa (Rahman Nur zaman) Ketua Komite Seni Tari (St Maryam) Ketua Komite Musik (Sangmangawaru), Ketua Komite Kesenian Rakyat ( Aswani) Ketua Komite Media dan Film (Muh Taslim).

Rapat kerja DKG ini dihadiri Asisten pemerintahan dan perekonomian, Drs Mappasomba mewakili Bupati Gowa yang sedianya akan hadir langsung bersama pengurus. Dikatakannya, bahwa pemkab Gowa akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada DKG untuk berkarya dalam bidang seni dan budaya. Pemkab Gowa siap memberikan dukungan pasilitas, beber Mappasomba.

Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pariwisata, Sopyan Hamdi dan kepala dinas PMD, Muh Asrul keduanya sebagai pemateri di depan pengurus DKG. Yang  menitip beratkan bahwa kalau untuk kemajuan dan bisa dipertanggung jawabkan secara hukum maka kedua dinas yang dipimpinnya mempersilahkan untuk berkolaborasi dengan  program kerjanya.

Sementara Ketua Umum Dewan Kesenian Gowa, Rahmansyah mengemukakan rasa Terima kasihnya kepada semua pengurus karena hampir semua program kerja yang diusulkan akan menjadi acuan untuk ditindak lanjuti sebagai  cikal bakal dalam program kerja DKG kedepan. Untuk itu ketum sangat mengapresiasi semua upaya dan usaha para pengurus.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa setiap saat berkomunikasi dengan bupati Gowa, sepertinya tidak akan kesulitan kalau untuk DKG, dan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita pengurus, ini tantangan untuk  DKG untuk terus memperlihatkan karya dibidang seni dan budaya, pungkasnya.

Dan yang lebih dekat untuk dilaksanakan adalah menyambut hari jadi Gowa 17 Nopember mendatang, sehingga diharapkan peran serta DKG sebisa mungkin memperlihatkan kenerja seninya agar masyarakat luas tahu bahwa DKG memang pantas di acungkan jempol.(Deswani)

KADIS DUKCAPIL. Sekda Takalar Drs H Arsyad MM mewakili bupati, melantik Abdul Wahab sebagai Kadis Dukcapil Takalar, di Ruang Rapat Setda Lantai I Kantor Bupati Takalar, Jum’at, 18 Oktober 2019. (ist)