![]() |
| Saya agak kaget membaca judul etalase sebuah harian. Judulnya: “KEPINCUK MURAL”. Saya kaget, karena setahu saya, kata yang sering dipakai yaitu “kepincut”, bukan “kepincuk.” |
PEDOMAN KARYA
Senin, 27 April 2020
BAHASA
Kepincuk atau Kepincut
Saya agak kaget membaca judul etalase
sebuah harian. Judulnya: “KEPINCUK MURAL”. Saya kaget, karena setahu saya, kata
yang sering dipakai yaitu “kepincut”, bukan “kepincuk.”
Saya kemudian mencoba membuka Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Kemdikbud RI, dan ternyata memang benar
dua-duanya.
Kata “kepincuk” diartikan jatuh cinta;
kepincut. Contoh kalimatnya: “Ia tidak dapat menjelaskan mengapa ia sampai
kepincuk kepada gadis itu.”
Di sisi lain, “kepincut” diartikan sebagai
terpincut, dengan contoh kalimat: “Entah karena apa, ia sampai kepincut kepada
gadis panggung itu.”
Kata terpincut, diartikan tertarik
hatinya; jatuh cinta.
Berarti dua-duanya boleh dipakai, kepincuk
atau kepincut, meskipun selama ini saya tidak pernah membaca kata “kepincuk.”
Ah, saya jadi semakin kepincut kepada
Bahasa Indonesia. (Asnawin Aminuddin)
Senin, 02 Desember 2019
