Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Mahasiswa Minta BEM Unismuh Makassar Dihidupkan Kembali


Pedoman Karya 5:25 AM 0

DIALOG. Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Prof Ambo Asse mengundang lembaga kemahasiswaan se-Unismuh untuk berdialog. Dialog dihelat di Ruang Rapat Senat Unismuh Menara Iqra Lantai 17, Kamis, 16 September 2021. (ist)





------ 

Kamis, 16 September 2021

 

 

Mahasiswa Minta BEM Unismuh Makassar Dihidupkan Kembali

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Prof Ambo Asse mengundang lembaga kemahasiswaan se-Unismuh untuk berdialog. Dialog dihelat di Ruang Rapat Senat Unismuh Menara Iqra Lantai 17, Kamis, 16 September 2021.

Dialog ini bertujuan mensosialisasikan nilai-nilai dasar Unismuh Makassar dan berbagai kebijakan kampus yang dinilai penting untuk dipahami oleh para aktivis lembaga kemahasiswaan.

Memanfaatkan momentum tersebut, salah seorang perwakilan mahasiswa yaitu Ketua Badan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar, Andi Yahyatullah, mengusulkan agar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unismuh Makassar diaktifkan kembali.

“BE universitas perlu dihidupkan kembali agar mahasiswa lebih mudah menyalurkan aspirasinya kepada pimpinan universitas,” kata Andi Yahyatullah.

Meski tak merespon secara langsung, namun Rektor Unismuh menegaskan mendukung semua langkah yang dilakukan lembaga kemahasiswaan yang berorientasi mendukung cita-cita kampus dalam mewujudkan akreditasi unggul.

“Semua lembaga kampus, pikirannya harus berjalan seiring dengan harapan Universitas. Tidak boleh jalan sendiri, atau bahkan kontraproduktif dengan harapan kampus,” kata Ambo Asse.

Unismuh Makassar, katanya, adalah universitas yang berlandaskan Islam. Salah satu pembeda Unismuh dengan kampus lainnya adalah Catur Dharma Perguruan Tinggi.

“Selain pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat, di Unismuh juga ada pembinaan dan pengamalan Al-Islam-Kemuhammadiyahan disingkat AIK,” kata Ambo Asse yang merupakan Guru Besar Ilmu Hadits UIN Alauddin Makassar.

Ambo Asse yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, mengatkan, Al-Islam dan Kemuhammadiyah atau AIK intinya adalah Islam.

“Ajaran Islam, tidak ada ajaran Muhammadiyah, yang ada adalah ajaran Islam sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah,” tegas Ambo Asse.

Oleh karena itu, Ambo Asse berpesan agar para mahasiswanya menjalankan ajaran Islam dalam memimpin lembaga kemahasiswaan. Ia mencontohkan pengamalan Islam itu antara lain dengan menjaga kebersihan sekretariat lembaga kemahasiswaan.

“Universitas sudah memfasilitasi dengan membangun gedung kemahasiswaan tiga lantai. Tapi kalau tidak dijaga kebersihannya, hal itu menjadi salah satu bukti kurangnya rasa syukur,” jelas Ambo.

 

Pembatasan Waktu

 

Selain menegaskan nilai-nilai dasar Unismuh, Ambo Asse juga mengingatkan beberapa regulasi yang perlu diindahkan para aktivis lembaga kemahasiswaan.

“Semua yang bekerja di Unismuh, baik dosen maupun karyawan senantiasa berorientasi untuk kepentingan mahasiswa, mulai dari penyambutan maba hingga wisuda, termasuk regulasi yang dibuat oleh kampus semua demi kebaikan mahasiswa sendiri,” ujar nakhoda Unismuh ini.

Salah satunya aturan pembatasan waktu melaksanakan kegiatan dalam kampus. Civitas akademika Unismuh diperkenankan melaksanakan kegiatan dalam kampus mulai pukul 06.30 hingga 20.00 Wita.

“Khusus mahasiswa yang tinggal di dalam asrama, seperti Ma’had Al-Birr dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, diperkenankan belajar malam hingga pukul 21.30,” jelas Ambo Asse.

Rektor juga mengingatkan pentingnya mahasiswa memperhatikan batas akhir semester dalam proses penyelesaian studi. Untuk semester ganjil, batas akhirnya Februari tahun berjalan, sedangkan untuk semester genap, berakhir 31 Agustus.

“Jika pelaksanaan ujian hasil dan yudisium melewati batas tersebut, maka mahasiswa tetap berkewajiban menunaikan pembayaran SPP semester selanjutnya,” tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor  I Dr Abdul Rakhim Nanda, WR II Dr Andi Sukri Syamsuri, WR III Dr Muhammad Tahir, dan WR IV Drs Mawardi Pewangi MPdI, paraa Wakil Dekan III dan para Wakil IV, para ketua dan perwakilan BEM fakultas, serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Unismuh. (asnawin)


-----------

Baca juga:

Pengurus BEM PTM se-Indonesia Silatnas di Unismuh Makassar

Empat Ciri Khas Mahasiswa Unismuh

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply